ABC

Pameran Lukisan Tokoh Panutan Pelajar Bermasalah

Peran tokoh panutan dalam membentuk karakter seserang sudah tidak diragukan lagi. Oleh karena itu untuk membantu pelajar yang menghadapi situasi kurang beruntung, dua seniman Australia berinisiatif menggelar pameran lukisan tokoh-tokoh panutan mereka.

Dengan melukis sendiri potret orang yang sangat berpengaruh dalam hidup mereka diharapkan dapat memunculkan hal-hal positif bagi diri pelajar bermasalah tersebut.

Pameran unik ini digagas oleh dua seniman  Australia, Damien Shen dan Daniel Connell.  Keduanya juga berperan sebagai mentor yang akan membimbing para pelajar yang terlibat dalam proyek ini menggambar potret sosok panutan mereka.

Kedua seniman ini juga ikut  menampilkan potret tokoh pahlawan bagi mereka sendiri.

Pameran berjudul, Wajah Pahlawan  yang Membentuk Kami ini diadaptasi dari proyek serupa yang pernah dilakukan Daniel di Mumbai.

"Saya pernah melakukan proyek serupa di sana yang  bertajuk “Pahlawan Masyarakat” dimana kami meminta anak-anak selama seminggu memilih seseorang yang mereka tahu, dalam kehidupan mereka, yang telah membuat hidup mereka dan komunitas mereka menjadi tempat yang lebih baik," Daniel menjelaskan.
 
Melalui proses memilih orang, yang harus merupakan seseorang yang mereka kenal secara pribadi , menurut Daniel dapat memberikan pelukis kesempatan untuk mencari hal-hal positif dalam hidup mereka dan mengambil tindakan untuk mempromosikannya.
 
"Jika kita duduk dan berpikir apa yang telah membuat perbedaan dalam hidup kita ... itu adalah pernyataan yang sangat kuat," tegasnya.

Dalam pameran ini, Daniel  melukis gambar kakak laki-lakinya.

Sementara Damien Shen, mahasiswa di UniSA dan seniman menggambar 7 wajah yang mewakili latar belakang kebudayaan keluarganya yang berasal dari Ngarrindjeri dan China.

Damien menggambar 4 potret yang terdiri dari 2 pamannya yang berasal dari Ngarrindjeri dan bibinya serta ibunya, selain itu juga menggambar 3 anggota keluarganya dari China yaitu  kakek dan neneknya serta kakaknya.

Seluruh anggota keluarga yang digambarnya merupakan orang-orang yang membentuk dirinya saat ini.  Namun Damien mengaku yang sangat berpengaruh adalah kakeknya.

"Kakek saya merupakan seorang saudagar di China dan dia sengaja datang ke Australia untuk membantu kami setelah ayah saya berpisah dengan ibu saya ketika saya masih kecil,” tuturnya.

Kenangan Damien sering dipangku oleh kakeknya serta kearifan kuno yang diajarkan kakeknya masih kerap membawa kembali kenangan indah dia dan kakeknya.

"Kakek saya sosok yang mengagumkan,” kenangnya.

Damien berharap dengan berbagi kisah keluarganya yang berpisah kepada para pelajar yang mungkin saja menghadapi situasi yang sama, maka dia dapat mendorong mereka untuk mencari panutan positif dalam hidup mereka, seperti peran kakeknya kepadanya.

"Mereka bisa mulai berpikir.Oh ya, mungkin dialah orang yang seharusnya saya lebih perhatikan,” katanya.

"Kami berharap para pelajar itu mampu melihat sosok yang mereka gambar dan mengetahui kalau orang-orang bisa bertahan dan berhasil melalui masa-masa sulit yang dihadapinya,”

Pameran ini berlangsung mulai 16 April hingga 1 Juni di Artspace Gallery di Pusat Festival Adelaide.