ABC

Pakar Ragukan Tudingan Vegemite Digunakan untuk Membuat Miras

Pakar fermentasi di Australia meragukan klaim dari Menteri Urusan Masyarakat Adat,  Nigel Scullion yang mengatakan vegemite banyak digunakan untuk membuat minuman alkohol rumahan oleh warga Aborijin. Menurutnya ragi yang terdapat dalam olesan khas dari Australia ini tidak akan tahan lama.

Senator Scullion menuai sorotan dan dituding mengabadikan stereotip rasial terhadap warga Aborijin sebagai pemabuk menyusul pernyataannya baru-baru ini terkait vegemite - olesan gurih khas masyarakat Australia - digunakan untuk membuat minuman alkohol rumahan oleh warga Aborijin yang menuai perhatian media global.
 
Namun pakar fermentasi dari Universitas Queensland, Dr Claudia Vickers menilai tudingan itu tidak benar.
 
"Hal itu bukan tidak mungkin, tapi sangat tidak masuk akal," katanya ketika ditanya mengenai penggunaan vegemite untuk membuat alkohol.
 
Dr Vickers mengatakan proses pemanasan yang diperlukan untuk membuat vegemite tampaknya akan membunuh semua ragi, dan tingginya kandungan garam dalam produk itu juga akan mengurangi peluang bagi bakteri ragi manapun untuk bisa berkembang.
 
"Tidak ada yang bakteri ragi apapun yang bisa hidup di Vegemite yang dapat digunakan untuk membuat bir," katanya.
 
Dia mengatakan peluangnya kecil sekali  untuk menambahkan Vegemite dalam proses pembuatan minuman anggur rumahan, karena ada pilihan lain yang lebih murah yang juga dapat digunakan untuk memproduksi alkohol rumahan," katanya.
 
Senator Scullion mengangkat isu Vegemite ini belum lama ini dan menyebut kalau olesan ekstrak ragi ini telah menjadi "pemicu kesengsaraan" bagi kalangan masyarakat Aborijin di daerah terpencil.
 
Komentar ini dikutip oleh media diseluruh Australia dan juga dunia termasuk BBC dan Washington Post, Scullion mengatakan dia mendengar laporan kalau olesan terkenal di Australia ini telah digunakan untuk membuat minuman alkohol rumahan di beberapa komunitas Aborigin di Northern Territory.
 
Dia juga menyebutkan kalau anak-anak Aborijin sering tidak masuk sekolah dan dalam beberapa kasus itu karena mereka terlalu teler setelah menikmati minuman alkohol yang dibuat dari vegemite yang mereka buat didalam bak mandi di halaman belakang rumah mereka.
 
"Ketergantungan dalam bentuk apa pun merupakan masalah, terlebih lagi di wilayah yang memang melarang peredaran alkohol, oleh karena itu harus ada upaya keras untuk memastikan pembuatan bir rumahan jenis ini tidak boleh terjadi," kata Senator Scullion.
 
Ketika diminta mengomentari kutipan dari artikel NITV, Dr Vickers mengatakan mengubah Vegemite menjadi alkohol  secara teoritis memang masuk akal tapi sangat tidak mungkin", namun Senator Scullion tidak mundur dari komentarnya.
 
"Saya melihat sendiri dampak dari alkohol rumahan yang salah satu bahannya adalah vegemite dan banyak anggota komunitas Aborijin menyampaikan dampak dari masalah ini kepada saya,"
 
Wartawan NITV, Danny Teece-Johnson menilai komentar Senator Scullion sama dengan mempromosikan stereotip palsu orang Aborijin.
 
"Sekarang sudah beredar gambar anak-anak Aborijin duduk mengitari bak mandi dihalaman belakang rumah mereka sambil mengisap minuman alcohol rumahan mengandung Vegemite dengan sedotan," kata Teece-Johnson.
 
"Padahal tidak ada bukti dan tidak ada fakta dan juga tidak ada data mengenai hal itu,”
 
"Sebagai warga Aborijin saya benar-benar marah, adalah karena pemberitaan ini yang bersumber dari rumor telah menjadi cerita ‘faktual’ yang disiarkan ke seluruh dunia,”
 
Dr John Boffa, yang merupakan petugas medis di Kongres Kesehatan Warga Aborigin di Australia Tengah juga mengaku tidak pernah melihat Vegemite digunakan untuk membuat alkohol.
 
Menurut Dr Boffa, yang juga juru bicara Koalisi Aksi Alkohol Rakyat, mengatakan klaim luasnya penggunaan alcohol rumahan itu hanya ‘bualan’ yang tidak pernah disebutkan dalam laporan ke parlemen baru-baru mengenai bahaya penggunaan alkohol di kalangan warga Aborijin dan Torres-strait  Islander.
 
"Kami tidak pernah menemui kasus semacam itu disini. Dan hal ini bukan masalah penting yang perlu diperpanjang,” tegas Dr Boffa.