ABC

Pakar Kesehatan Khawatirkan Dampak Strip Energi

Strip alias lembaran energi, baru-baru ini mulai dijual di Australia. Strip yang meleleh di mulut ini mengandung kafein yang lebih cepat diserap tubuh ketimbang melalui minuman energi. Pakar kesehatan khawatir akan dampaknya, terutama menyangkut kemungkinan terjadi overdosis.

Perusahaan Australia bernama Reddies sudah mulai menjual produk ini, dengan target penjualan utama pelajar dan atlet. Sebanyak 170 toko di Australia sudah menjual strip energi.

Menurut Reddie Energy, melalui strip ini, para pembeli bisa mendapat khasiat kafein tanpa harus mengkonsumsi gula yang terdapat dalam banyak minuman energi.

Namun, menurut kardiolog Chris Semsarian, kemudahan mendapat kafein di masyarakat saat ini mengkhawatirkan.

"Kafein bisa meningkatkan detak jantung, meningkatkan tekanan darah, juga meningkatkan kekentalan darah di pembuluh darah, dan ini bisa berbuntut stroke," ucapnya, "Selain itu, bisa terjadi ketergantungan terhadap kafein, terutama dalam bentuk yang memberi reaksi cepat, macam strip ini."

Masing-masing strip mengandung 40 miligram kafein, kasarnya setara dengan kandungan dalam satu kaleng minuman kola.

Menurut Semsarian, dokter biasanya memberi pengobatan bagi pasien serangan jantung melalui penempatan strip di bawah lidah, karena dengan itu penyerapan terjadi jauh lebih cepat.

Pakar kesehatan juga khawatir akan dampak diuretik, atau rangsangan untuk buang air kecil, dari produk tersebut.

Kafein dikenal merangsang buang air kecil. Namun, tidak seperti mengkonsumsi produk kafein lainnya, mereka yang mengkonsumsi strip tidak menenggak cairan bersama dengan kafein, hingga ada kemungkinan akan mengalami dehidrasi, bahkan gagal ginjal.

Selain itu, ada kekhawatiran akan potensi overdosis kafein, terutama bagi mereka yang mengkonsumsi strip dengan kopi atau minuman energi untuk mengobati haus.

"Dari yang kita lihat dengan contoh lain, seperti minuman energi, anak muda tidak akan hanya mengkonsumsi satu strip ini. Mereka kemungkinan akan mengkonsumsi tiga, empat, bahkan satu paket sekaligus untuk mendapat energi," ucap Semsarian.

"Kafein adalah zat obat, dan bisa mengakibatkan ketergantungan...bisa mengakibatkan perilaku yang tak stabil, masalah yang berkaitan dengan saraf dan tingkah laku," katanya.

Bagi mereka yang tidak hamil, disarankan mengkonsumsi kurang dari 500 miligram kafein per hari.

General Manager Reddies Energy Strips, Jacqui Nolan-Neylan, menyatakan bahwa produk tersebut adalah cara yang praktis untuk mengkonsumsi kafein, dan cocok bagi pelajar, pekerja dalam sistem aplusan, dan pengemudi profesional.

Pengajar bidang farmakologi di University of Adelaide, Dr Ian Musgrave, menyatakan khawatir akan dampak terhadap anak-anak.

"Saya khawatir anak-anak melihat ini sebagai permen, dan mengkonsumsi semua sekaligus," ucapnya "...mereka tak punya kemampuan memetabolisir kafein secara baik seperti orang dewasa, maka mereka bisa mengalami tremor, jantung berdebar."

Nolan -Neylan mengatakan bahwa produk ini tak sesuai bagi anak-anak perempuan hamil dan menyusui, serta mereka yang sensitif terhadap kafein. Ini telah disebutkan di kemasannya, jelasnya.

Namun, Musgrave khawatir anak-anak tidak melihat tulisan di belakang kemasan saat membeli produk tersebut di toko.