ABC

Orangutan Tertua Di Dunia Mati Di Perth

Orangutan Sumatera tertua di dunia, seorang induk betina yang sangat produktif yang diperkirakan telah melahirkan 10 persen dari populasi global orangutan di penangkaran, mati pada usia 62 tahun.

Orangutan bernama Puan itu disuntikmati di Kebun Binatang Perth, Australia Barat  pada Selasa (19/6/2018) setelah mengembangkan sejumlah komplikasi berkaitan dengan usia lanjut.

Orangutan Sumatera, ditemukan di bagian utara Pulau Sumatera Indonesia, biasanya tidak hidup lebih dari 50 tahun di alam liar.

Menurut Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) orangutan adalah hewan yang sangat terancam punah, dan habitat mereka terancam oleh pembukaan lahan untuk kehutanan dan pertanian, termasuk produksi minyak sawit.

Puan adalah pemimpin perempuan dari koloni orangutan di Kebun Binatang Perth, Australia Barat yang mengasuh 11 anak selama waktunya di penangkaran.

Primata berumur panjang ini memiliki total 54 keturunan di seluruh dunia, dimana 29 diantaranya masih hidup hari ini.

Keturunannya saat ini mencapai hampir 10 persen dari total populasi spesies orangutan di kebun binatang di seluruh dunia.

"Selain menjadi anggota tertua koloni kami, dia juga anggota pertama dalam program pemuliaan terkenal di dunia dan meninggalkan warisan yang luar biasa," kata pengawas primata Kebun Binatang Perth, Holly Thompson.

"Dia melakukan begitu banyak untuk koloni di Kebun Binatang Perth dan kelangsungan hidup spesiesnya, jadi saya sangat bangga dengan tingkat perawatan yang diberikan kepada Puan selama bertahun-tahun, tetapi yang penting di hari-hari terakhirnya."

Orangutan terua di kebun binatang mati
Puan, yang diambil gambarnya di sini pada tahun 2006, dikenang sebagai individu yang mandiri, penuntut, tetapi bermartabat.

Kebun Binatang Perth: D. Smith

Hadiah dari Sultan

Puan diyakini lahir di Sumatra pada tahun 1956.

Dia dihadiahkan oleh Sultan Johor dalam program pertukaran dengan beberapa hewan Australia, dan telah dirawat di Kebun Binatang Perth sejak 1968.

Dia dianugerahi sebuah gelar rekor dunia dari Guinness Book of Records pada tahun 2016 sebagai orangutan Sumatera tertua yang diverifikasi di dunia.

Sebuah pernyataan dari Kebun Binatang Perth mengatakan bahwa puan akan diingat oleh staf kebun binatang sebagai "pribadi penyendiri yang menjalani kehidupan dengan gayanya sendiri".

"Dia tidak merasa terganggu dengan orang yang bertingkah bodoh, kamu selalu tahu puan akan berdiri dimana, dan dia akan benar-benar menggapainya jika dia tidak puas dengan sesuatu yang kamu lakukan," kata Holly Thompson.

"Dia adalah wanita mandiri yang cantik, yang warisannya tak tertandingi."

Petugas kebun binatang, Martina Hart mengatakan Puan "pergi dengan sangat damai".

"Dia seorang yang penuntut, dia akan menekan kakinya ke tanah, dia akan menghentakan kakinya dengan kuat, ketika dia menginginkan sesuatu dan itu tidak datang cukup cepat.

"Dia menuntut rasa hormat dan dia mendapat penghormatan." Dia warisan yang luar biasa.

"Dia adalah individu yang penting baik di seluruh dunia dan di Kebun Binatang Perth, kebun binatang ini tidak akan sama tanpa dirinya."

Simak beritanya dalam bahasa Inggris di sini.