ABC

Obat Anti Malaria Berpeluang Sembuhkan Kanker Melebihi Kemoterapi

Sebuah penelitian di Australia secara tidak sengaja mendapati kalau obat anti malaria umum - Chloroquine - ternyata berpotensi menyembuhkan kanker. Penelitian ini menemukan kalau obat anti malaria itu mampu membalikan pertumbuhan sel kanker pada lalat buat yang mereka gunakan dalam percobaan menjadi normal kembali.

Pakar dari Pusat Kanker Peter MacCallum di Melbourne mengatakan percobaan yang mereka lakukan di laboratorium berhasil menemukan mutasi yang serupa dengan mutasi yang dibutuhkan parasit malaria untuk bisa berkembang biak.

Professor Helena Richardson mengatakan pemberian obat anti malaria umum ternyata bisa membalikan mutasi sel kanker.

"Penemuan ini sangat menggembirakan dan sangat kebetulan juga," katanya.

"Kami sedang mempelajari betapa pentingnya protein dalam proses pembentukan sel."

"Kami menemukan kalau mutasi didalam protein tersebut merupakan hasil dari  pengaturan ulang komunikasi antar sel.

"Dari proses menganalisa apa yang sebenarnya terjadi kami mendapati kalau ternyata ada keterkaitan antara apa yang sesungguhnya terjadi di dalam sel kanker ini dan apa yang dibutuhkan agar parasit malaria mampu bertahan didalam sel darah manusia,"

Profesor Richardson mengatakan para peneliti kemudian mengobati sel kanker dibagian mata lalat buah itu dengan obat anti malaria umum Chloroquine.

"Kita menemukan setelah kita obati lalat buah itu dengan obat anti malaria, ternyata obat itu mampu membalikan keadaan sel kanker yang berkembang dibagian mata lalat buah tersebut, dan sel kanker itu kembali normal lagi," katanya.

"Sehingga temuan ini merupakan temuan yang sangat hebat,"

Penelitian berlanjut pada uji coba pada manusia

Lalat buat jenis Drosophila melanogaster  yang digunakan dalam ujicoba pengobatan ini, berbagi sekitar 70% dari gen manusia penyebab kanker.

Profesor Helene Richardson sekarang berharap dapat  melanjutkan percobaan yang dia lakukan dengan metode ini pada manusia untuk melihat apakah obat anti malaria - Khloroquine memiliki efek yang sama.

"Mengingat obat  ini terbilang aman dan telah digunakan luas untuk mengobati pasien malaria, kita bisa dengan mudah menggunakan obat ini dan jika kita menemukan semacam pola yang sama yakni dapat mengubah sel kanker pada manusia, maka kita bisa mengobati manusia dengan obat ini," katanya.

Dia menambahkan jika ternyata obat ini ampuh mengobati sel kanker maka bisa menjadi sarana pengobatan yang lebih mampu menyasar sel kanker ketimbang kemoterapi.

"Pada model lalat buah kami didapati kalau ternyata obat ini tidak secara dramatis mempengaruhi sel-sel tubuh lain yang normal, jadi hanya bekerja pada sel yang menyebabkan kanker saja," katanya.

"Jadi jika obat ini bisa secara spesifik menyasar pada sel kanker dan tidak mempengaruhi sel yang normal maka pengobatan ini akan dapat memberikan keuntungan yang luar bisa melebihi kemoterapi yang merupakan metode pengobatan yang sangat kasar karena merusak semua sel didalam tubuh," tegasnya.