ABC

Narapidana Membengkak, Kontainer Pun Dijadikan Sel

Menghadapi peningkatan mendadak jumlah narapidana di negara bagian Victoria di Australia, lembaga pemasyarakatan setempat memutuskan untuk menggunakan kontainer kapal sebagai sel tahanan.

Lembaga Pemasyarakatan (LP) Victoria memutuskan mengambil tindakan ini karena penggunaan rumah tahanan di negara bagian tersebut telah mencapai batas kapasitasnya.

Jumlah narapidana di Victoria melesat sebanyak 11 persen, menjadi hampir 6.000 orang tahun ini.

Menurut biro statistik setempat, ini adalah tingkat pertumbuhan yang paling cepat bila dibandingkan negara-negara bagian lainnya.

Akibat peningkatan tersebut, LP Victoria kesulitan meningkatkan jumlah tempat tidur penjara, dan departemen tersebut berencana menggunakan kontainer perkapalan sebagai solusi yang cepat.

Sebanyak 50 kontainer akan ditempatkan di Penjara Dhurringile, bagian utara Victoria, sebelum akhir Desember 2013. Kontainer-kontainer tersebut direncanakan mengakomodasi 100 tahanan.

Menurut Komisioner Jan Shuard, kontainer kapal sudah pernah digunakan di lokasi pertambangan, dan akan bisa menjadi tempat bagi tahanan dengan tingkat keamanan yang rendah. “Kontainer itu sudah disegel, dan diberi fasilitas yang serupa dengan sel penjara biasa, ada shower, baskom, tempat tidur dan lemari,” jelasnya, “Cukup luas untuk digunakan sebagai kamar.”

Menurut Shuard, penggunaan kontainer kapal merupakan bagian dari rencana besar untuk menghadapi pertumbuhan populasi penjara.

“Akibat perubahan dalam sistem hukuman percobaan dan reformasi, terdapat pertumbuhan cukup besar dalam populasi penjara,” jelasnya, “Jadi kita punya program pembangunan besar-besaran dimana kita menambahkan tempat tidur-tempat tidur [tahanan] baru di negara bagian ini, dan akan ada penjara baru di tahun 2017 di daerah Ravenhall.”

Menurut Menteri Pemasyarakatan Ed O’Donohue, kontainer bisa menjadi fasilitas akomodasi tahanan yang aman.

“[Kontainer] bisa digunakan dengan biaya rendah, secara cepat, dan efektif dari segi biaya,” jelasnya.

Penggunaan kontainer sudah berlangsung di Australia Selatan, dan akan digunakan juga di penjara tingkat keamanan minimum Langi Kal Kal serta lembaga pemasyarakatan Beechworth di Victoria bila diperlukan.

Pemerintah juga saat ini ingin mengembalikan program kamp kerja tahanan.

Dalam program ini, para tahanan secara berkelompok akan tinggal di luar rumah tahanan selama tujuh hari untuk menjalani program-program yang berkaitan dengan komunitas dan lingkungan.

Menurut Andrew Capp dari Serikat Sektor Layanan Komunitas dan Publik, tindakan macam ini adalah tindakan penyelesaian sementara dan bukan solusi permanen.

“Terkesan putus asa,” komentarnya, “Terus terang, menurut saya,  LP Victoria harus menanggung beban pemerintah yang tidak merencanakan dengan baik cara menampung tahanan baru yang akan memasuki sistem.”

Kontainer kapal tak akan dihubungkan dengan sistem interkom penjara. Berarti, pintu-pintu akan tetap dibuka untuk memungkinkan keluarnya tahanan dalam keadaan darurat.

Kemungkinan, sinar infra merah akan digunakan untuk membantu staf mengidentifikasi tahanan yang kabur.

Menurut penasihat senior bidang kebijakan di Federasi Pusat Hukum Komunitas, Michelle McDonnell, cara-cara baru ini menunjukkan sistem hukum Victoria sedang mengalami krisis.

“Kami pikir itu adalah reaksi yang sangat temporer terhadap apa yang kita lihat sebagai krisis penjara di Victoria,” komentarnya, “Yang kita butuhkan adalah peninjauan kembali tentang apa yang terjadi pada tahanan.”