ABC

Naik Ke Level Siaga, Penerbangan di Sekitar Anak Krakatau Dialihkan

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia telah meningkatkan status waspada Gunung Anak Krakatau ke level siaga, dan memerintahkan semua penerbangan untuk menghindari area tersebut, beberapa hari setelah gunung berapi ini memicu tsunami yang menewaskan sedikitnya 430 orang.

Poin Utama Krakatau

Poin utama:

• Aktivitas Gunung Anak Krakatau belum berhenti sejak 23 Desember

•  Pihak berwenang mengkhawatirkan Anak Krakaratau bisa kembali meletus, dan kembali menyebabkan tsunami

• Meskipun penerbangan di sekitar Krakatau dialihkan, bandara seharusnya tak terpengaruh

Sebuah kawah runtuh di pulau vulkanik itu pada saat air pasang pada hari Sabtu (22/12/2018) menyebabkan gelombang hingga 5 meter menghantam wilayah pantai di Selat Sunda.

Pihak berwenang telah memeringatkan bahwa kawah Anak Krakatau, atau anak Krakatau, masih rapuh, menimbulkan kekhawatiran akan erupsi dan tsunami lainnya, dan telah mendesak warga sekitar untuk menjauh dari area pantai.

Ada juga kekhawatiran akan letusan yang lebih besar.

Gunung berapi ini telah bergemuruh sejak hari Minggu (23/12/2018), memuntahkan lava dan bebatuan dan menimbulkan awan besar abu hingga 3.000 meter ke langit yang sangat mendung.

Badan Geologi Kementerian ESDM, terkait dengan peningkatan status ke level siaga, menetapkan zona eksklusi 5 kilometer di sekitar pulau itu.

"Sejak 23 Desember, aktivitasnya belum berhenti ... Kami mengantisipasi adanya eskalasi lebih lanjut," kata Antonius Ratdomopurbo, sekretaris Badan Geologi.

Lapisan tipis abu vulkanik telah terlihat pada bangunan, kendaraan dan vegetasi di sepanjang pantai barat Jawa sejak Rabu (26/12/2018) malam, menurut gambar yang dibagikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Pihak berwenang mengatakan, abu tersebut tidak berbahaya, tetapi menyarankan warga untuk memakai masker dan kacamata saat berada di luar, sementara pesawat diperintahkan menjauh dari area Krakatau.

"Semua penerbangan dialihkan karena abu Krakatau sudah di level siaga," kata badan kontrol lalu lintas udara, AirNav, dalam rilisnya.

Otoritas penerbangan sipil itu mengatakan belum ada bandara yang terpengaruh.

Ibukota Jakarta sendiri terletak sekitar 155 kilometer di sebelah timur Krakatau.

Pada tahun 1883, gunung berapi, yang dulu dikenal sebagai Krakatoa, ini meletus dengan ledakan terbesar dalam sejarah, menewaskan lebih dari 36.000 orang dalam serangkaian tsunami dan menurunkan suhu permukaan global sebesar satu derajat Celcius berkat sebaran abunya di atmosfer.

Anak Krakatau adalah pulau yang muncul dari daerah tersebut pada tahun 1927 dan telah berkembang sejak saat itu.

Indonesia adalah negara kepulauan yang terletak di lingkaran "Cincin Api" Pasifik.

Tahun ini, Indonesia memiliki korban tewas akibat bencana tahunan terburuk dari dalam lebih dari satu dekade.

Bencana tsunami terbaru ini membangkitkan ingatan akan tsunami Samudra Hindia yang dipicu oleh gempa bumi pada tanggal 26 Desember 2004, yang menewaskan 226.000 orang di 14 negara, termasuk lebih dari 120.000 jiwa di Indonesia.

Sejak meletus, Anak Krakatau telah memuntahkan awan abu hingga 3000 meter ke udara.
Sejak meletus, Anak Krakatau telah memuntahkan awan abu hingga 3000 meter ke udara.

Bisnis Indonesia via AP: Nurul Hidayat

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.