ABC

Museum dan Galeri di Canberra Jadi Obyek Wisata Paling Populer di Akhir Tahun

Museum dan galeri di kota Canberra mencatat rekor pengunjung di musim liburan akhir tahun.

Pengunjung pusat sains Questacon di Canberra mencapai 15.000 orang, selama periode liburan Natal dan Tahun Baru.

"Biasanya ada 11.000 pengunjung selama periode ini dan ini karena pameran baru, Spider, yang dimulai di bulan November," kata Craig Whelan, manajer bagian pariwisata.

Ia juga menganggap lonjakan pengunjung juga dipengaruhi oleh melemahnya dolar Australia, sehingga lebih banyak warga yang berlibur di dalam negeri.

Pada tanggal 28, 29, dan 30 Desember pengunjung Questacon mencapai 2.800 orang setiap hari.

Gerard Pratt, manajer di Australian War Memorial juga mengaku melihat adanya peningkatan pengunjung ke museum tersebut di akhir tahun 2015 lalu.

Selama seminggu terakhir di bulan Desember, jumlah pengunjung meningkat hampir 4.500  naik hampir 4.500 dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu.

Dia mengatakan sepanjang tahun 2015, jumlah pengunjung mencapai lebih dari 1,2 juta orang.

"Saya pikir sejak peringatan seratus tahun pendaratan tentara Gallipoli pada bulan April tahun lalu, pengunjung jadi ingin memiliki koneksi dengan sejarah tersebut," kata Pratt.

"Tapi tidak hanya memperingati momen itu saja, juga untuk memperingati konflik-konflik yang baru terjadi, seperti di Afghanistan dan Irak."

Pengunjung yang meningkat juga terlihat dari pengunjung National Library of Australia. Perpustakaan nasional ini sedang menggelar pameran sejarah China, 'Celestial Empire'. 

Tiket laku terjual sejak pembukaan di akhir pekan, awal Januari lalu. 

"Pameran ini berkaitan dengan sejarah dari Dinasti Qing di China, jadi menarik bagi warga Australia keturunan China dan para turis asal China," ujar Guy Hansen, direktur pameran.

"Waktunya bersamaan dengan waktu tersibuk dalam setahun, saat banyak yang berkunjung ke Canberra."

"Ini adalah tradisional waktu sibuk tahun - orang di jalan, keluarga mengunjungi Canberra," kata direktur pameran Guy Hansen.