ABC

Microsoft akan Membantu Riset Kanker

Raksasa perangkat lunak computer mengumumkan akan bergabung dengan pakar biologi dunia untuk mengungkap kompleksitas sel kanker dan mengembangkan pengobatan, melalui penggunaan ilmu komputer.

Microsoft telah mengumumkan serangkaian inisiatif riset, termasuk tim yang akan berusaha mengungkap lebih lanjut tentang genomik kanker – yakni mencari tahu gen mana yang menjadi buruk dalam genom.
"Kolaborasi antara ahli biologi dan ilmuwan komputer sebenarnya kunci untuk membuat karya ini," kata Wakil Presiden Perusahaan Microsoft, Jeannette Wing.
Dengan menggunakan mesin pembelajaran dan pengolahan bahasa alami, peneliti Microsoft akan membantu ahli onkologi untuk mengetahui, pengobatan kanker individual yang paling efektif, dengan memberikan cara-cara baru untuk memilah-milah data penelitian.
Cheng Soon Ong, seorang associate profesor di Universitas Nasional Australia (ANU) dan ilmuwan utama penelitian di CSIRO, mengatakan pemahaman yang lebih jelas tentang genomik akan memungkinkan untuk perawatan yang lebih bertarget.
"Setelah Anda mendiagnosa kanker genomik Anda dapat memberikan indikasi kepada dokter [untuk] memberikan pengobatan yang lebih mungkin merespon penyakit kanker anda dengan tepat," kata Profesor Soon Ong.
Dengan menyaring data massa, komputer dapat membantu para peneliti memahami apa koreksi yang perlu dilakukan terhadap DNA dengan menandai gen yang "berisiko".
"Kanker adalah sebenarnya adalah sel yang melarikan diri dimana pada dasarnya DNAnya bermutasi," katanya.
"Apa yang tidak jelas adalah apa yang harus kita lakukan untuk memperbaikinya."
Disinilah tempat ilmu komputer bisa berperan.
Peneliti ‘tenggelam’ dalam data
Pakar Biologi dan Profesor Jasmin Fisher, yang bekerja pada prinsip-prinsip pemrograman dan kelompok perangkat di laboratorium Cambridge Microsoft di Inggris, mengatakan peneliti "tenggelam" dalam data.
"Bagaimana Anda mengambil informasi itu dan mengubahnya menjadi pengetahuan? Itulah cerita yang berbeda. Ada lompatan besar di sini antara informasi dan data, dan pengetahuan dan pemahaman," katanya.
Profesor Soon Ong memiliki latar belakang mesin pembelajaran dan mengatakan pendekatan kolaboratif semacam ini telah terbukti efektif dalam mengidentifikasi sel-sel kanker melalui gambar algoritma komputer.
"Komputer yang sangat hebat dalam memilah-milah sejumlah besar informasi dengan menyelaminya dan menemukan potongan-potongan penting," katanya.
Profesor Soon Ong mengatakan bahwa sementara teknologi membantu untuk menemukan pola dan makna dari data dalam jumlah besar, teknologi akan usang tanpa ahli biologi membantu mengarahkan area kajian ini.
Begitu juga dengan menggunakan algoritma yang kuat, Microsoft akan mengadopsi mesin belajar dan gambaran komputer untuk membantu ahli radiologi melacak perkembangan tumor pada pasien.

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini.

Diterjemahkan pada pukul 20:45 WIB, 21/9/2016, oleh Iffah Nur Arifah.