ABC

Menyiasati Stres Akibat Suhu Panas di Australia Utara

Gejalanya dikenal sebagai "Mango Madness". Inilah penyakit misterius yang menerpa kawasan Top End Australia seiring dengan meningkatnya kelembaban udara. Penyakit ini juga dituding mendorong kejahatan dan menurunkan semangat kerja.

Dr Matt Brearley, yang bertugas melatih pedagang dan buruh agar tetap tenang, menjelaskan bahwa penyakit ini bukan sekadar mitos.

Untuk mengetahui seberapa buruk dampak dari hawa panas, Dr Brearley mengandalkan pil kecil yang dapat tertelan yang dapat melacak suhu tubuh para pekerja saat mereka melewati hari kerja yang panas.

Dia menemukan efek dari paparan panas berkepanjangan - saat suhu berada di atas kisaran suhu udara yang sehat terlalu lama – efek tersebut dapat meluas.

"Anda bisa melihat kalau hubungan dengan rekan kerja dan anggota keluarga serta kegiatan rekreasi di luar pekerjaan sering kali terkena dampaknya," katanya.

"Kami pikir semua ini memberi masukan pada apa yang dipersepsikan sebagai ‘mango madness’ ini," katanya.

Jenis mabuk yang lain

Selain usia, tingkat kebugaran dan ketahanan individu terhadap suhu panas juga jadi faktor yang turut berperan. Dr. Brearley mendapati bahwa masyarakat yang lahir dan dibesarkan di Darwin cenderung lebih kecil kemungkinannya mengalami stress akibat cuaca panas.

Peta sebaran hawa panas
Teknologi interakti peta sebaran hawa panas menunjukan suhu dari permukaan tanah di lokasi bekerja seseorang.

ABC Radio Darwin: Jesse Thompson

"Sementara penduduk baru mungkin tak memiliki kemampuan menyesuaikan diri dengan udara panas seperti penduduk lama yang telah mengalami banyak musim hujan," jelasnya.

Dia memperingatkan bagi sejumlah orang, terutama pekerja antarnegara bagian bisa menjadi tidak menyadari efek jangka panjang suhu udara panas tersebut.

Pemaparan suhu panas berkelanjutan dapat membuat orang mengidap apa yang dikenal sebagai mabuk udara panas. Mereka menderita seolah-olah habis berpesta semalaman, padahal tanpa mengkonsumsi alkohol sama sekali.

"Gejala-gejala seperti sakit kepala, mual, kurang energi, lesu, dan kurang nafsu makan terwujud akibat terkena panas melebihi kemampuan seseorang," katanya.

Rasa panas juga bisa terentang selama berhari-hari jika diabaikan, menyebabkan periode iritabilitas dan kelelahan berkepanjangan.

"Kami melihat bahwa efeknya tidak selesai saat Anda menyelesaikan shift kerja atau saat Anda selesai memotong rumput atau berolahraga," katanya.

"Ini bisa berlangsung lama dan memiliki efek jangka panjang terhadap bagaimana orang melakukan pekerjaan di kawasan Utara."

Grafik strategi mendinginkan temperatur udara
Dr Brearley bekerja dengan Power and Water untuk membantu karyawan mereka tetap sejuk di tempat mereka bekerja.

ABC Radio Darwin: Jesse Thompson

Mengalahkan suhu panas

Penelitian yang baru-baru ini diterbitkan Dr Brearley dan rekan-rekannya menunjukkan terjadinya peningkatan signifikan kasus bunuh diri dan penyerangan sepanjang musim hujan di kawasan Top End.
Salah satu solusi menghadapi kondisi ini, menurutnya, adalah "menyadari seriusnya dampak dari paparan suhu panas yang berkelanjutan".

Konsultan ini juga mendesak pegawai perusahaan 'Power and Water' untuk menyadari bahwa mereka tidak harus menderita selama melewatkan suhu udara yang tinggi.

"Hal pertama yang perlu kita lakukan adalah berhenti bersikap macho terkait kehidupan di Top End," katanya.

"Kita perlu menyadari bahwa perasaan panas dan tidak nyaman tidak harus selalu berkaitan dengan wilayah ini. Kedua, kita perlu mengatasinya dengan solusi berdasarkan buktibukti."

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris di sini.