ABC

Menteri Imigrasi Australia Bela Ucapannya Terkait Warga Keturunan Lebanon

Menteri Imigrasi Australia Peter Dutton tetap membela ucapannya bahwa menerima pendatang Muslim keturunan Lebanon di Australia merupakan kekeliruan. Dia bersikukuh bahwa yang dia sampaikan itu benar dan tidak bakal terintimidasi.

Menteri Dutton menunjuk komunitas Lebanon di Australia saat bicara di Parlemen pekan ini, dengan menyebut bahwa kebanyakan tersangka terorisme berasal dari komunitas tersebiut.

Komentar itu menyinggung komunitas Muslim keturunan Lebanon, namun Menteri Dutton mengatakan pihaknya hanya "berdiskusi apa adanya" mengenai imigrasi.

"Mayoritas warga Australia keturunan Lebanon taat hukum, pekerja keras, warga yang baik yang dinodai oleh segelintir elemen dalam komunitas mereka, yang melakukan perbuatan salah," katanya.

"Saya bicara berdasarkan fakta dan ingin memastikan agar kita bisa memiliki negara yang baik," tambahnya.

Partai Buruh menuduh Menteri Dutton melemahkan kemampuan petugas keamanan untuk bekerja sama dengan komunitas keturunan Lebanon dalam penanganan terorisme. Klaim ini telah dibantah oleh Jaksa AgungGeorge Brandis.

Menteri Dutton kini balik mengeritik Pemimpin Oposisi Bill Shorten.

"Bill Shorten bsia terus menjadi elit yang rumit di negara ini," katanya seraya menambahkan, "Dia bisa bicara secara ironis kepada rakyat, dia bisa licin dengan bahasa yang dia pakai. Saya tak akan terintimidasi."

Bill Shorten menyebut komentar Dutton itu tercela dan dia harus "minta maaf segera".

Tanggapan Asosiasi Muslim Lebanon

Anggota DPR dari Partai Koalisi Andrew Laming membela komentar Dutton dengan menyatakan sang menteri hanya bicara tentang "prima facie truth" atau sesuatu yang sudah dianggap kebenaran mengenai komunitas tersebut.

Namun Ketua Asosiasi Muslim Lebanon Samier Dandan menyatakan komentar Dutton tidak berdasarkan informasi dan tidak bisa diterima.

"Jangan kita berdebat kusir di sini. Apa yang diucapkan Dutton itu rasis, apa yang dia maksudkan itu rasis, dan kurangnya kecaman di Parlemen mencerminkan penggambaran rasisme dalam bagaimana kita bicarakan tentang minoritas di Australia," tuturnya.

"Komunitas Lebanon Australia bukan umpan politik," tambah Dandan.

Menteri Dutton sebelumnya juga mengeritik mantan PM Malcolm Fraser, menyebutnya "membuat kesalahan dengan mendatangkan sejumlah orang" ke Australia sebagai bagian dari kebijakan imigrasinya di tahun 1970-an.

Anggota DPR dari Partai Buruh Linda Burney menyatakan Menteri Imigrasi "sangat dongkol" setelah menghadapi kritikan atas komentarnya.

"Di Dapil (daerah Pemilihan) Barton banyak warga Australia keturunan Lebanon yang bangga berkontribusi dalam perekonomian ... Mereka itu kawan saya dan mereka warga yang baik," katanya.

Burney mengatakan komunitas keturunan Lebanon "sangat marah" dan Menteri Dutton telah menimbulkan kesulitan bagi mereka.

"Orang-orang ini hidup di negeri ini sepanjang hidupnya," ujarnya. "Mereka pantas dihormati."

Dutton condemns threats

Sementara itu anggota DPR Anne Aly dari Partai Buruh, muslimah pertama yang terpilih sebagai anggota DPR Australia serta pakar pemberantasan terorisme, menilai komentar Menteri Dutton "sangat mengecewakan" dan khawatir disampaikan atas dasar kedengkian.

Dr Aly mengaitkan komentar Dutton dengan ancaman pembunuhan terhadap keluarganya melalui email. Email itu menyuruhkan meninggalkan Australia dan "bawa serta seluruh teman-teman terorisnya".

Menteri Dutton mengutuk ancaman itu, namun menyatakan Dr Aly seharusnya mempertanyakan pemimpin partainya sendiri.

"Saya akan kutuk siapa saja yang melontarkan ancaman pembunuhan, tentu saja," ujarnya.

"Namun lagi-lagi, pertanyaan yang dia harus tanyakan kepada Bill Shorten adalah mengapa dia menggiring hal ini menjadi isu politik yang menguntungkan dirinya sendiri?" kata Menteri Dutton.

Diterbitkan Pukul 15:35 AEST 24 November 2016 oleh Farid M. Ibrahim dari artikel berbahasa Inggris di sini