ABC

Mengenal John Russell, Seniman Australia Sahabat Van Gogh

Seniman impresionis kelahiran Australia, John Russell, bukanlah nama yang terkenal -walau mungkin seharusnya demikian.

Ia adalah teman dari Vincent van Gogh dan seorang mentor bagi Henri Matisse, jadi sulit untuk percaya bahwa ketika ia meninggal di rumahnya di Sydney pada 1930, ia hampir tak dikenali di tanah airnya sendiri.

Baru setelah kematiannya para sejarawan mulai melacak karirnya yang luar biasa, termasuk 40 tahun bekerja di Perancis.

“Dilaporkan bahwa Russell adalah seorang seniman yang berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat,” kata Wayne Tunnicliffe, kepala kurator seni Australia di Galeri Seni New South Wales, di mana retrospeksi seni pertama John Russell dalam empat dekade tengah dipajang.

“Sangat sedikit yang memiliki kemampuan Russell untuk membedakan apa yang paling menarik dalam seni, bertemu dengan seniman yang paling menarik dan membawanya ke dalam praktik mereka sendiri.”

Van Gogh bukan hanya teman, ia sangat mengagumi karya John Russell.

Begitu pula pematung Prancis, Auguste Rodin.

Russell juga menjelaskan teori warna kontemporer kepada Matisse muda.

“Ini transformatif untuk karya Matisse,” kata Tunnicliffe.

“Sebelum itu, [Matisse] melukis dengan gaya realis yang sangat konservatif.”

“Russell mengarahkannya untuk membebaskan dirinya sendiri, untuk menikmati warna, untuk bersantai dengan kegiatan melukisnya dan benar-benar merangkul eksperimen dalam kegiatannya.”

John Russell di tahun 1883.
John Russell di tahun 1883.

Supplied: Art Gallery of NSW Archive

Pertemanan dengan Van Gogh

Vincent van Gogh secara luas dilihat sebagai seorang jenius tersiksa yang memotong telinga kirinya dan menghabisi dirinya sendiri dengan tembakan.

Namun pelukis Belanda yang terkenal itu juga merupakan seseorang yang yang memiliki banyak teman, menurut Nienke Bakker, kurator senior di museum Van Gogh di Amsterdam.

“Ia benar-benar memiliki dorongan untuk bertukar ide [dengan seniman lain], untuk berdiskusi dengan mereka tentang seni, tentang warna,” kata Bakker.

“Ia tak selalu berhasil menjaga hubungan dengan teman-temannya karena ia bisa sangat sulit untuk bergaul, tetapi citra seniman yang terisolasi itu tidak sepenuhnya benar.”

Pada musim gugur tahun 1886, Russell melukis potret Van Gogh yang ditulisnya dengan kata Prancis “amitie”, yang berarti persahabatan.

Pasangan ini tetap berhubungan, bertukar surat sampai kematian Van Gogh pada tahun 1890.

John Russell menorehkan lukisannya tentang Van Gogh, sesuatu yang sering dilakukannya terhadap potret teman-temannya.
John Russell menorehkan lukisannya tentang Van Gogh, sesuatu yang sering dilakukannya terhadap potret teman-temannya.

Supplied: Van Gogh Museum Amsterdam

Akhirnya diakui

John Russell kembali ke Australia pada awal tahun 1920 tetapi tetap minim eksposur.

“Ia melukis dengan cat air dan cat minyak sesekali,” kata Tunnicliffe.

“Tapi itu praktik pribadi pada tahap ini. Ia tidak tertarik untuk menunjukkannya kepada seniman lain atau memamerkannya secara terbuka.”

Surat dari John Russell untuk Van Gogh, Juli 1888.
Surat dari John Russell untuk Van Gogh, Juli 1888.

Supplied: Van Gogh Museum (Vincent van Gogh Foundation)

Bagi Hugh Russell, hal itu artinya pameran 120 lukisan, gambar dan cat air yang tengah berlangsung di kampung halaman kakek buyutnya.

“Ia meninggal dalam ketidakjelasan setelah menghabiskan dan menyerahkan sebagian besar kekayaannya,” ujarnya.

Kurator Museum Van Gogh, Nienke Bakker, berdiri di antara foto Van Gogh (kiri) dan potret Van Gogh (kanan) karya John Russell.
Kurator Museum Van Gogh, Nienke Bakker, berdiri di antara foto Van Gogh (kiri) dan potret Van Gogh (kanan) karya John Russell.

ABC News: Alex McDonald

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.