ABC

Mengajak Generasi Muda Jatuh Cinta Pada Sains

Membuat siswa jatuh cinta pada teori sains bisa jadi sulit, namun lembaga penelitian Australia (CSIRO) melakukan tugas itu dengan cara yang unik, yakni dengan program 'STEMS (Sains, Teknologi, Teknik, Matematika) Professionals in Schools'. Apa saja yang dilakukan dalam program itu?

Alih-alih mengajarkan konsep dan formula yang kompleks, program 'STEM Professionals in Schools' membawa kesenangan ke dalam kelas.

Mahasiswa Teknologi Digital di Vermont Secondary College, negara bagian Victoria, telah melihat sekilas seperti apa penampakan masa depan.

Ketika ilmuwan komputer CSIRO, Sam Moskwa, membawa beberapa benda kecil yang mengkilap, awalnya para siswa tak berpikir apa-apa, sampai mereka diberi tahu bahwa mereka bisa mengoperasikan robot bola itu dengan gawai pintar mereka.

Sekelompok siswa di Vermont Secondary College menikmati waktu mereka bersama robot ‘sphero’.
Sekelompok siswa di Vermont Secondary College menikmati waktu mereka bersama robot ‘sphero’.

Supplied: Sam Moskwa

"Beberapa dari mereka lebih maju dari beberapa lainnya, mereka benar-benar tertarik pada teknologi dan pemrograman," kata Moskwa.

"Mereka benar-benar punya kemampuan, dan lebih maju dibanding apa yang saya bisa waktu seumuran mereka."

Bahkan, jenis pertanyaan yang diajukan para siswa cukup mengejutkan Moskwa.

"Mereka tak menganggap itu mainan, dan hanya untuk bersenang-senang. Saya terkesan dengan level dan kecepatan (mereka), bahkan untuk seseorang yang tak memiliki pengalaman pemrograman. Mereka memelajari hal ini dengan sangat cepat," ujar Moskwa takjub.

"Ini seperti memegang masa depan di tangan Anda," kata siswi bernama Amelia Moore.

Moskwa percaya bahwa banyak siswa tak melihat karir di bidang sains sebagai hal yang layak, namun mereka masih bisa memanfaatkan beberapa keterampilan yang mereka pelajari di masa depan.

Guru mengadvokasi sains

Para guru sekolah juga memainkan peran penting dalam program unik ini.

Sarah Chapman, kepala sains di SMA Negeri Townsville, ingin berbagi ketertarikannya terhadap sains dengan para siswa.

Sebagai pemenang Penghargaan Perdana Menteri untuk Keunggulan dalam Pengajaran Sains Tahun 2013, ia adalah teladan yang bagus untuk memberi contoh para siswa tentang pengalaman praktis di bidang sains.

Chapman percaya, manfaat terbesar yang diterima siswa dari program seperti milik CSIRO ini adalah menunjukkan kepada mereka bagaimana sains digunakan dalam situasi kehidupan nyata.

"Siswa melihat sains dengan cara tertentu ... di laboratorium, dengan mantel lab, lekat dengan stereotip ilmuwan gila," kata Chapman.

"Mereka tak benar-benar menyadari bahwa para ilmuwan seringkali bisa bekerja di lapangan, melakukan hal-hal yang mungkin dilakukan siswa pada akhir pekan seperti memancing, atau berjalan menyusuri hutan hujan. Hubungan dengan dunia nyata dan menunjukkan kepada siswa bahwa sains ada dimana-mana ... saya rasa itu begitu, sangat penting."

Para siswa di SMA Negeri Townsville mengikuti program STEM Professionals in Schools yang diadakan CSIRO.
Para siswa di SMA Negeri Townsville mengikuti program STEM Professionals in Schools yang diadakan CSIRO.

Supplied: CSIRO

Menurut Chapman, ada beberapa siswa dalam program itu yang telah terinspirasi untuk mengejar pendidikan tinggi sebagai hasilnya.

"Sejujurnya, ada siswa yang tak mempertimbangkan untuk lanjut kuliah, tapi berubah pikiran ketika nanti mereka menyelesaikan SMA."

Chapman mengatakan, kelas sains sekarang ini lebih dinamis, dan bahwa sekolah dan guru berusaha membuat siswa terlibat semaksimal mungkin melalui kegiatan praktis.

Namun ia juga mengaku masih banyak tantangan.

"Tren di Australia adalah bahwa para siswa tak dilibatkan penuh dan tak mendaftar di kelas sains senior," kata Chapman.

Sam Moskwa menganggap, tantangan bagi sekolah-sekolah di Australia adalah membuat semakin banyak kaum muda untuk mengajar.

"Saya pikir masalah yang lebih besar sebenarnya menginspirasi orang-orang yang sudah bersemangat tentang STEM untuk bisa mengajar," kata Moskwa.

"Karena tenaga kerja guru jelas menua, ... berencana dan mengajar pemrograman guru kita mungkin bukan cara yang paling efektif, jadi membuat generasi yang tumbuh dengan robot dan pemrograman untuk kemudian menggiring mereka ke jalur karir yang layak adalah dengan mulai mengajar. "

Diterbitkan Senin 21 Agustus 2017. Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.