Membantu Tunawisma dan Ibu Hamil Menjadi Mahasiswi
Di negara maju seperti Australia mereka yang hamil muda dan bahkan tunawisma mengalami kesulitan untuk membangun masa depan mereka. Sebuah badan bernama Zoe Support membantu para wanita muda yang mengalami kesulitan seperti Madalyn Josephs yang sekarang akan menjadi mahasiswi.
Madalyn Josephs, 24, dari Mildura, sekitar 542 km dari ibukota Victoria, Melbourne tahun depan akan mulai menjalani studi S-1 di jurusan sosiologi dan kemudian filsafat di La Trobe University di Melbourne.
Dia berhasil menyelesaikan Program Enabling Tertiry (TEP) -program bimbingan gratis persiapan memasuki jenjang perguruan tinggi- di La Trobe, Mildura, berkat bantuan lembaga ‘Zoe Support Australia’ sebuah organisasi yang menyediakan dukungan pra-melahirkan bagi perempuan muda yang hamil dan menawarkan kesempatan bagi ibu-ibu muda.
“Tapi saya mendatangi Zoe Support sekitar 2 tahun lalu dan segalanya berubah sejak saat itu.”
“Seluruh hidup saya telah berbalik menjadi lebih baik, perubahan yang positif. “
Madalyn mengaku dia telah berubah dari seorang tunawisma menjadi berbagi rumah sewa dengan anggota Zoe Support lainnya hingga sekarang tinggal di rumah sewa pribadi.
“Karena saya tunawisma, saya tidak punya kendaraan dan tidak punya tempat tinggal yang dituju.”
“Oleh Zoe Support saya langsung diberi tempat untuk tinggal, diantar jemput setiap hari untuk sekolah kelas 12, yang baru saya mulai tahun lalu ketika saya hamil anak kedua,” ungkapnya.
“Berasal dari situasi dimana saya memiliki banyak masalah, saya tidak merasa diri saya berharga dan tidak punya dukungan yang saya butuhkan.
Madalyn mengatakan anak-anaknya berada di tempat penitipan anak saat dia belajar di sekolah.
“Mereka mengikuti kelompok bermain, mereka berenang, mereka benar-benar menikmatinya. Mereka sangat tangkas melompat dan memantulkan [badan], benar-benar luar biasa,” tuturnya.
“Saya sudah bisa menyaksikan perbedaan dalam diri anak-anak saya – mereka memiliki minat untuk belajar, mau membaca buku.”
“Seperti anak laki-laki saya , karena matematika masuk dalam kursus yang saya ikuti, dia tiba-tiba saja memiliki ketertarikan yang besar pada matematika,” ungkapnya.
“Saya benar-benar takjub. Dia baru berusia 5 tahun dan sudah ingin belajar aljabar.”
Madalyn Josephs berhasil lulus 4 mata pelajaran – komunikasi akademik, berpikir kritis, matematika dasar dan Ilmu Sains dasar – untuk mendapatkan sertifikat VCE (semacam nilai NEM SMA di Indonesia) yang digunakan sebagai dasar untuk masuk ke perguruan tinggi..
“Saya benar-benar kagum pada diri saya sendiri. Bisa memiliki kepercayaan yang memungkinkan saya melewati masa sulit saya,” tambahnya.
Madalyn mengatakan tujuan jangka panjangnya adalah membuka program dukungan bagi orang-orang yang usai menjalani rehabilitasi ketergantungan pada narkoba dan juga masalah seputar penyalahgunaan alkohol.
Terhubung, menginspirasi dan belajar
Direktur Eksekutif Zoe Support, Anne Webster mengatakan kisah hidup Madalyn Joseph menjelaskan secara ringkas apa sesungguhnya layanan yang diberikan oleh Zoe Support.
“Zoe dibangun untuk mendukung ibu-ibu muda untuk menjadi orang tua dengan lebih percaya diri dan juga untuk kembali melibatkan mereka dalam pendidikan,” ungkap Anne Webster.
Anne Webster mengatakan organisasinya telah membantu ibu-ibu yang sering menjadi korban stigma, kehilangan haknya, diabaikan oleh masyarakat umum, dan dikritik secara terang-terangan.
“Kisah Maddie adalah salah satu harapan – untuknya dan anak-anaknya. Anda bahkan tidak bisa mengungkapkannya denga kata-kata – kisahnya sangat luar biasa,” katanya.
Anne Webster mengatakan organisasinya telah membantu sekitar 70 orang ibu-ibu muda sepanjang tahun ini.
“Kami tahu seberapa besar masalah ini dan tahu ada banyak [ibu-ibu muda yang perlu dibantu], banyak lagi yang kita bisa bantu. Kami selalu mengajukan permohonan hibah, beberapa di antaranya berhasil,” katanya.
“Kami telah membantu 29 orang ibu tahun lalu dan berharap dapat membantu 50 orang ibu lagi pada tahun ini sehingga kami bisa benar-benar meningkatkan jumlah [ibu muda yang dapat dibantu].”
“Saya tidak terkejut jika pada akhir tahun depan. Kita akan bisa bekerjasama dengan 100 orang ibu-ibu.”
Anne Webster mengatakan organisasinya telah mengajukan permohonan dana hibah untuk mempekerjakan tunawisma untuk membantu ibu-ibu muda.
“Organisasi kami tidak didanai oleh pemerintah federal; kami didanai melalui sedikit dana untuk pelatihan pra-terakreditasi dan hibah kecil melalui dewan [pemerintah lokal], “katanya.
“Jadi kita tengah melobi untuk mendapatkan bantuan pendanaan. Pengasuhan dini telah dianggap sebagai masalah yang signifikan di Mildura, oleh karena itu akan sangat bagus sekali mengetahui tersedianya pendanaan untuk kelanjutan program ini ke depan.
Diterjemahkan pukul 19:00 WIB, 21/12/2016 oleh Iffah Nur Arifah dari artikel Bahasa Inggris disini.