ABC

Membantu Migran Perempuan Lewat Makanan

Sebuah usaha sosial, atau dikenal dengan istilah social enterprise, di negara bagian Queensland, Australia, membantu para pengungsi dan migran perempuan untuk mendapatkan pekerjaan dan membangun komunitas lewat memasak.
Namanya adalah ‘The Spice Exchange’ yang mengajak para perempuan untuk bersama-sama meramu rempah-rempah, bumbu, dan kue jahe.
Masing-masing menggunakan resep dan rempah-rempah yang terkenal di negara asal mereka.

Packing gingerbread
Para perempuan menyiapkan kue jahe untuk musim Natal dan Tahun Baru

Foto: 612 ABC Brisbane, Jessica Hinchliffe

Program ini ini didukung oleh Access Community Services, usaha sosial lainnya yang berada di kota Logan, selatan Brisbane, yang membantu perempuan migran melatih kemampuan berbahasa Inggris.

Kebanyakan dari mereka yang terlibat program ini adalah perempuan yang hidup sendiri bersama anak-anak mereka, dengan pendidikan dan kemampuan membaca yang terbatas.

Tianna Dencherm, penyelenggara program mengatakan Spice Exchange membantu para perempuan, yang kadang-kadang merasa terisolasi untuk menemukan identitas dan suara mereka sendiri.

Mixing gingerbread
Salima Muzima menikmati meracik rempah-rempah yang mewakili negara asalnya.

Foto: 612 ABC Brisbane, Jessica Hinchliffe.

“Mereka butuh keluar dan ke tempat kerja, menjalin persahabatan dan mampu bersosialisasi,” kata Tianna.

“Kami melihat perempuan-perempuan ini menjadi nyaman lewat makanan dan kami memutuskan untuk membuat sesuatu yang akan melibatkan perempuan dalam makanan.”

Program ini juga mengajarkan para perempuan tentang budaya kerja, pemasaran dan bagaimana menentukan harga produk.

Spice packets
Para perempuan membuat racikan rempah-rempah untuk dijual.

Foto: 612 ABC Brisbane, Jessica Hinchliffe.

Saat ini, mereka sedang membuat kue jahe untuk menyambut Natal, dengan menggunakan rempah-rempah sendiri yang kemudian dijual secara online.

Salima Muzima, asal Republik Demokratik Kongo tiba di Australia pada tahun 2007 dan sekarang bekerja di ‘Spice Exchange’ sehari-hari.

Salima Muzima
Salima Muzima senang bekerja di Spice Exchange setiap harinya.

Foto: 612 ABC Brisbane, Jessica Hinchliffe.

“Ini mengubah hidup saya dan saya telah belajar begitu banyak hingga sekarang bisa melakukan banyak hal,” kata Salima.

“Saya punya sedikit uang dari Centrelink [penyalur uang bantuan pemerintah Australia bagi mereka yang tidak punya pekerjaan] dan negara ini sangat mahal. Saya punya tagihan untuk dibayar, dan saya saat itu tak punya uang.”

“Sekarang saya bisa membayar tagihan dan merawat anak laki-laki dan perempuan saya … saya sangat, sangat senang.”

Muzima mengatakan dirinya ingin mendorong perempuan lain untuk terlibat.

Adhel Mawien Ukong bekerja dengan ‘Spice Exchenge’ pada bulan September dan mengatakan program ini telah membantunya mendapat kesempatan, baik bagi dirinya dan anak-anaknya.

“Saya sudah belajar banyak,” katanya.

Adhel Mawien Ukong works four days a week.
Adhel Mawien Ukong berharap ia dapat bekerja setiap hari selama seminggu, karena mencintai pekerjaannya.

Foto: 612 ABC Brisbane, Jessica Hinchliffe.

“Saya mulai dari pukul 9:00 pagi dan berakhir pada pukul 02:30 siang, bekerja selama empat hari seminggu dan itu membantu kami.”

“Aku menyukainya sekali, karenanya datang ke sini setiap hari, kadang-kadang saya mengundang perempuan lain untuk bergabung dengan saya.”

Diterbitkan Pukul 16:50 AEST 5 Desember 2016 oleh Erwin Renaldi.