ABC

Melbourne Sediakan Area Parkir Khusus Kendaraan Berbagi

Entah itu mengemudi di seantero kota dalam mencari sebuah rumah, mengangkut furnitur atau berbelanja, penghuni apartemen Erin Padbury dan Alisdair Horgen sering membutuhkan sebuah mobil. Tapi mereka tidak pernah bermimpi untuk membelinya.

"Sepertinya saya tidak akan pernah berpikir untuk memiliki mobil lagi, selama tinggal di kota," kata Erin Padbury.

Baginya, berbagi mobil adalah solusi yang sempurna.

"Ini terutama soal kenyamanan," katanya. "Mampu mengambil mobil kapan pun dan menyerahkannya kapan pun."

Tapi bagi Padbury dan pasangannya, ada sesuatu yang sedikit berbeda dengan mobil yang mereka bayar untuk digunakan beberapa jam sekali.

Kendaraan itu tidak dimiliki oleh perusahaan berbagi-kendaraan besar – tapi kendaraan itu dimiliki oleh individu, seperti Geoffrey Dunstan.

Dia menyewa mobilnya melalui perusahaan berbagi mobil ‘peer-to-peer Car Next Door’. Dia tidak menghasilkan banyak uang - sampai lebih dari $ 300 atau sekitar Rp3.150.000 sebulan.

Tapi itu lebih dari cukup untuk menutupi pendaftaran mobilnya, asuransi dan biaya lainnya.

"Ada banyak orang yang terlalu mencintai mobil mereka untuk membolehkan orang lain menggunakannya," katanya.

"Bagi kita yang menganggap mobil itu hanya sebagai alat untuk bepergian dari A ke B, ini adalah sumber daya yang bagus."

Dorong orang tinggalkan mobil pribadi

Tanda lokasi parkir mobil peer-to-peer
Sejauh ini sudah ada dua lokasi disediakan untuk lokasi parkir berbagi kendaraan oleh kota praja Moreland.

ABC News: Danielle Bonica

Kota praja Moreland, sekitar lima kilometer dari Melbourne CBD sependapat.

Ini menjadi dewan pertama di Australia yang menyisihkan tempat parkir untuk mobil berbagi peer-to-peer.

Salah satunya langsung di depan rumah Geoffrey Dunstan.

"Kami adalah salah satu kota dengan tingkat pertumbuhan tercepat ... di Melbourne," kata Mark Riley dari Moreland City Council .

"Dengan semua tambahan populasi itu, dan tekanan yang ditimbulkannya, kita tidak mungkin bisa mengakomodasi semua mobil yang ada di jalan."

Selama bertahun-tahun, Kota praja Moreland telah mempromosikan pembangunan yang menghambat kepemilikan mobil.

Misalnya, bangunan apartemen di dekat jalur kereta api memiliki keterbatasan ruang parkir, atau tidak sama sekali.

Menyisihkan tempat parkir untuk pangsa mobil peer-to-peer adalah bagian dari rencana itu.

Untuk saat ini, hanya dua tempat yang telah disisihkan. Tapi jumlah itu bisa meningkat dan kota praja lainnya di Melbourne tengah mempertimbangkan langkah serupa.

"Situasi yang saling menguntungkan

Erin Padbury dan Alisdair Horgen dalam sebuah mobil yang disewa dengan aplikasi bernama peer-to-peer
Model berbagi kendaraan dinilai efektif bagi Erin Padbury dan Alisdair Horgen.

ABC News: Danielle Bonica

Versi berbagi mobil antar warga ini (peer-to-peer) masih merupakan bagian kecil dari model berbagi kendaraan. Tapi platform ini berkembang dengan cepat.

Car Next Door mengatakan bahwa ada lebih dari 1.000 mobil yang tersedia untuk disewakan dan lebih dari 40.000 anggota.

"Siapa yang tahu apa yang akan terjadi dengan mobil-mobil? Mungkin di masa depan, mobil itu sudah swakemudi,”kata Dunstan.

"Ini menjadi semacam langkah menengah, di mana kita berhenti memiliki jalan-jalan yang penuh dengan kendaraan yang tidak pernah digunakan.”

Bagi pasangan berbagi kendaraan Erin dan Alisdair, gagasan bahwa mereka membuat kontribusi sosial dengan memilih untuk tidak memiliki mobil adalah bagian dari daya tarik sistem berbagi kendaraan ‘peer to peer’ ini.

"Saya suka hal itu berpotensi mengurangi jumlah mobil yang dimiliki secara pribadi," kata Padbury.

Bagi Alisdair Horgen, salah satu hal yang paling disukainya adalah mengetahui bahwa dia menyewa dari pemilik perorangan, bukan dari perusahaan.

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini.