ABC

Melbourne Peringati Hari Buddha

Dari tempat kelahirannya di India, ajaran Buddha telah mendunia dan menjadi salah satu agama yang paling pesat penyebarannya. Kota Melbourne memperingati hari kelahiran Buddha, sekaligus merayakan keberagaman budaya yang ada di Australia.

Kevin Louey, salah satu kanselir di kota Melbourne Councillor mengatakan Melbourne memiliki komunitas yang sangat beragam.

"Masyarakat kita terbentuk dari banyak budaya dan warga negara, lewat perayaan Hari Buddha yang digelar 26-27 April, kita juga merayakan keberagaman yang harmoni dan damai," katanya.

Kegembiraan Keluarga

"Acara ini juga menjadi festival bagi seluruh keluarga yang berasal dari Melbourne dan sekitarnya," ujar Alan Wong, Presiden Asosiasi International Buddha's Light di Victoria (BLIA).

Meditasi lewat ritual teh Ch'an

Di Hari Buddha tahun ini digelar juga ritual minum teh, yang sekaligus juga dianggap sebagai meditasi. 

Meditasi ini bertujuan untuk bisa mencapai kewaspadaan soal diri kita sendiri, atau dalam ajaran Budda dikenal sebagai kesadaran diri

Saat jiwa mengalami ketenangan, maka kesadaran ini bisa tercapai. Karenanya upacara minum teh ini memainkan peranan penting dalam tradisi Buddha.

Berbagi teh

Tidak hanya upacara minum teh, salah satu program lainnya adalah "Berbagi teh". Program ini dijalankan dengan menggelar workshop bagi keluarga dan anak-anak untuk mempelajari meditasi lewat minum teh. Anak-anak melukis cangkir teh, kemudian mengundang orang lain untuk berbagi minum teh. 

Lentera Doa dan Harapan

Saat digelar Buddha's Day, malam hari di Federation Square, Melbourne, tempat acara berlangsung, dinyalakan sejumlah lantera.

Lantera ini juga menjadi bagian dari upacara dalam ajaran Buddha untuk menawarkan cahaya dalam kehidupan, membebaskan manusia dari kegelapan. Cahaya juga menjadi lambang kebijakan dan ilmu pengetahuan.

(Kumpulan Foto Asosiasi International Buddha's Light di Victoria)