ABC

Melbourne Kota Ramah bagi Warga Disabel

Melbourne - Manusiawi. Itu kesan yang tertangkap saat melihat fasilitas disabilitas di kota paling layak huni di dunia ini.

Di kota ini, pemandangan disabilitas wira-wiri naik kursi roda elektrik sudah biasa. Akses disabilitas tersedia mulai dari guiding block di trotoar, demikian disaksikan sejumlah jurnalis Indonesia selama September 2015 lalu atas undangan Australia Plus ABC International.

Trotoar yang landai menyambungkan ke jalan-jalan.

Di fasilitas transportasi umum pun, seperti di halte trem, ada lajur landai yang khusus diperuntukkan bagi mereka yang berkursi roda.

Coba tengok Flinders Street Station, stasiun kereta tua yang jadi ikon Melbourne ini tak kalah menyediakan fasilitas untuk disabilitas mulai dari toiletnya hingga Information Center.

Bahkan guiding block sudah tampak sejak pintu masuk hingga ke gerbang-gerbang untuk menempelkan tiket hingga ke dalamnya.

Kemudian bila disabilitas itu turun ke peron di bagian bawah, ada lift khusus untuk mereka, di mana pengguna transportasi publik lainnya akan menggunakan tangga berjalan (escalator).

Sesampainya di peron, para pengguna kursi roda tak akan kesulitan menaikturunkan kursi rodanya karena jarak dari peron dan lantai kereta nyaris tak berjarak.

Di City Library pun demikian. Ada lift khusus bagi para penyandang disabilitas.

Bahkan di acara seglamor Melbourne Spring Fashion Week pun, akses untuk disabilitas tidak dilupakan. Ada atau tidak ada penonton disabilitas yang datang, akses khusus itu tetap disediakan, ditutup untuk umum dan dijaga.

Sungguh, kota yang manusiawi...

 

Banyak Ruang Terbuka 

Ruang terbuka menjadi arena bersantai bagi warga seperti terdapat di depan State Library di pusat Kota Melbourne.
Ruang terbuka menjadi arena bersantai bagi warga seperti terdapat di depan State Library di pusat Kota Melbourne.

 

Tak perlu jauh-jauh bila ingin nongkrong di Melbourne, kota paling layak huni di dunia ini. Banyak ruang terbuka yang bisa dijadikan tempat kongko gratis!

Seperti yang disaksikan dan dialami detikcom selama 2 pekan berada di Melbourne, Victoria, Australia atas undangan Australia Plus ABC International selama September 2015 lalu, banyak spot nongkrong gratis seperti di halaman rumput di depan Victoria State Library.

Kala cuaca menghangat, matahari yang tersenyum cerah membuat warga Melbourne menjadikan halaman rumput Victoria State Library itu sebagai tempat berjamur, makan siang, tempat membaca buku, atau sekadar bertemu dengan teman.

Burung-burung merpati hinggap di rerumputan. Meski dilarang memberi makan burung-burung itu namun ada saja yang memberikan makan berupa roti tawar itu. 

Bangku-bangku taman juga banyak tersedia di pinggir-pinggir trotoar. Tengok juga City Square, atau bahkan Federation Square, lapangan ikon di jantung kota Melbourne.

"Federation Square itu fantastik dengan arsitekturnya yang artistik. Terlihat spektakuler. Sekitar 10 juta orang datang ke Federation Square tiap tahun," papar Menteri Pariwisata Victoria, John Eren, kala diwawancara di kantornya pada September 2015 lalu.

*Dapatkan kesempatan memenangkan boneka beruang Bobbie, khas Australia, yang memiliki harum bunga lavender dengan menceritakan apa yang paling Anda sukai dari Australia. Caranya? Tulis di akun Twitter Anda dengan tag #JendelaAustralia. Ikuti akun @APlusIndonesia untuk mengetahui pemenangnya.