ABC

Mata Buatan dengan Kornea Mata Digital Dikembangkan di Australia

Seni pembuatan mata prostetik (buatan) tengah mengalami revolusi digital, di saat para spesialis bekerja keras menciptakan kornea mata instan (hasil cetak printer) pertama di Australia.

Para okularis (spesialis pembuat mata prostetik) membuat mata palsu untuk mereka yang kehilangan mata akibat kecelakaan atau penyakit.

Jenny Geelen adalah salah satu dari sekitar delapan okularis di Australia. Bersama dengan kakaknya, Paul, dan keponakannya, Emily, ia merawat sekitar 1.500 pasien di klinik mereka, yakni ‘Artificial Eye Services’.

Jenny mengatakan, ia belajar spesialisasi itu dari ibunya.

"Pada malam hari, ia membawa mata-mata buatan itu ke rumah dan bekerja di meja dapur setelah makan malam,” ceritanya.

Mata prostetik dibuat dengan cara mengambil impresi lekuk mata pasien dan membuat cetakan dari akrilik.

Kornea dan bagian putih mata kemudian dilukis secara halus dengan tangan sebelum kapas merah parut ditambahkan, untuk mensimulasikan pembuluh darah.

Geelen bersaudara bekerja dengan Institut ‘Lion’s Eye’ untuk mengembangkan kornea mata digital yang akhirnya akan menggantikan sebagian dari proses itu dengan fotografi resolusi tinggi.

Fotografer mata, Chris Barry, menggunakan kamera khusus untuk mengambil dua foto rinci dari mata dengan sumber cahaya yang bersinar di setiap sisi.

Ia kemudian menggabungkan mereka bersama-sama dengan perangkat lunak ‘editing’ untuk menghilangkan bayangan.

"Setiap serat kecil di kornea mata akan dilukis dengan tangan sampai sekarang, dan itu sangat, sangat memakan waktu. Anda mengikis semua lukisan tangan itu dan kemudian itu hanyalah soal mengubah gambar dan perakitan tempurung mata, sehingga ini soal waktu dan efektivitas karena Anda membuat replika yang pas dari mata," jelasnya.

Jenny mengatakan, ia memiliki perasaan yang campur aduk tentang akhir dari era mata prostetik hasil lukisan.

"Akan sulit untuk mengucapkan selamat tinggal kepada kuas karena ini merupakan bagian penting dari pekerjaan tersebut, duduk di sana berbicara dengan orang, dan ini semua adalah bagian dari proses konseling, berbicara dan mengenal orang-orang," tuturnya.

"Tapi memiliki kornea mata digital diharapkan memberi efek yang sangat realistis," imbuhnya.

Seni mata prostetik mengembalikan wajah pasien

Cathy Holmes mengalami cedera mata dalam sebuah kecelakaan masa kecil dan akhirnya harus kehilangan penglihatannya ini sekitar tiga tahun lalu.

Ia mengatakan, ia awalnya gugup akan penampakan mata prostetik ini.

"Kekhawatiran terbesar saya adalah bahwa itu akan terlihat sangat berbeda dan itu akan banyak menarik perhatian, dan saya juga sangat khawatir akan gerakan ... kurangnya gerakan mata," sebutnya.

Cathy berujar, "Anda semacam memiliki gambaran di kepala tentang orang-orang dengan kaca mata yang menatap lurus Anda dan hal-hal seperti itu, tapi sebenarnya tak seperti itu, ternyata itu baik-baik saja."

Ia juga memiliki perasaan campur aduk tentang revolusi digital.

"Saya benar-benar menyukai fakta bahwa itu dilukis dengan tangan, jadi saya tak yakin. Saya belum punya yang versi digital tapi saya suka fakta bahwa itu dilukis dengan tangan, itu unik untuk Anda dan mata Anda," sebutnya.

Jenny mengatakan, terlepas dari metodenya, membuat mata prostetik adalah pekerjaan yang membahagiakan.

"Saya benar-benar menikmati melihat orang merasa senang akan dirinya sendiri, rasanya senang memberi seseorang kembali wajah mereka," utaranya.

Ia menyambung, "Kami memiliki beberapa pasien yang menakjubkan yang melakukan hal-hal yang paling luar biasa: pasien buta yang telah mengikuti olimpiade penyandang disabilitas dan berlayar serta panjat tebing tanpa penglihatan."

"Jadi tak ada yang menghalangi ketika mereka memiliki keyakinan dalam diri mereka sendiri, dan memiliki dua mata memberi Anda kepercayaan diri," tambahnya.