ABC

Masa Depan Kesepakatan Pemukiman Pengungsi di AS Diragukan

Gedung Putih mensinyalkan keraguan atas masa depan kesepakatan pemukiman kembali pengungsi Australia dengan Amerika Serikat, seiring dengan masuknya pemerintahan Trump yang dapat menjegal kesepakatan ini.

Bulan lalu, Pemerintah Federal Australia mengumumkan kesepakatan satu kali untuk memukimkan kembali sekitar 1.600 orang pengungsi yang saat ini ditempatkan dalam tahanan lepas pantai di Pulau Manus dan Nauru.
Wakil juru bicara gedung putih, Eric Schultz ditanyai oleh wartawan mengenai keprihatinan di kalangan kongres AS terkait dengan pemrosesan pengungsi yang hendak dimukimkan kembali dan apakah kesepakatan ini akan sesuai dengan sikap Presiden terpilih Donald Trump mengenai imigrasi.

"Jadi kita memiliki satu presiden pada satu waktu, panglima tertinggi, presiden ini yang akan menetapkan kebijakan.
"Presiden terpilih Donald Trump akan menetapkan politik begitu diambil sumpah untuk menjalankan pemerintahan.”
Perdana Menteri Malcolm Turnbull sebelumnya berusaha mengesampingkan keprihatinan mengenai retorika Donald Trump mengenai imigrasi.
Menteri Imigrasi, Peter Dutton juga menolak berspekulasi mengenai masa depan dari kesepakatan ini.
"Kami sudah melakukan kesepakatan ini dengan pemerintahan Obama, "katanya kepada ABC bulan lalu.
"Kami akan terus bekerja sama dengan pemerintahan Obama dan kami akan bekerja sama dengan pemerintahan Trump."
Informasi yang berhasil diketahui ABC menunjukan tawaran pemukiman kembali ini akan dilakukan untuk sebagian besar pengungsi yang masih di pusat penahanan lepas pantai dan mereka yang saat ini berada Australia karena alasan medis.
Tawaran ini akan diberlakukan kepada mereka yang telah bersedia menerima tawaran pemukiman kembali didaerah yang lain, ataupun mereka yang tiba di pusat pemrosesan lepas pantai setelah tanggal 13 November.
Pemerintah AS sudah mulai melakukan pemrosesan pencari suaka, dan diharapkan akan tiba di Nauru pekan depan.
PM Malcolm Turnbull terus menekankan semua tergantung pada staf dalam negeri yang akan menilai jumlah pengungsi yang akan dimukimkan.

Diterjemahkan pada pukul 15:00WIB, 4/12/2016, oleh Iffah Nur Arifah dari artikel Bahasa Inggris disini.