ABC

Mantan Penderita Depresi Kembangkan Program P3K Kesehatan Mental di Seluruh Dunia

Pasangan suami isteri di Canberra berhasil menggagas program pertolongan pertama untuk kesehatan mental yang kini telah memberikan pelatihan pada lebih dari 1 juta orang di dunia. Program tersebut tercetus ketika keduanya tengah mengajak jalan anjing mereka.

Betty Kitchener dan suaminya Tony Jorm, telah membekali keterampilan pertolongan pertama pada kesehatan mental pada lebih dari 1,2 juta orang di seluruh dunia.
Betty Kitchener dan suaminya Tony Jorm, telah membekali keterampilan pertolongan pertama pada kesehatan mental pada lebih dari 1,2 juta orang di seluruh dunia.


Program pelatihan pertolongan pertama pada kesehatan mental atau MHFA ini diselenggarakan pertama kali tahun 2000 lalu. Ketika itu dalam setahun hanya menyelenggarakan beberapa kelas saja di Canberra. Tapi kini program MHFA telah menyebar ke seluruh dunia di 20 negara.

Bahkan awal tahun ini, program ini juga didorong oleh Ibu Negara AS, Michelle Obama agar diselenggarakan sebagai bagian dair peningkatan fokus terhadap kesehatan mental.
 
Hingga kini tercatat ada lebih dari 360.000 warga Australia yang telah mendapat pelatihan MHFA, dan itu mencakup 2 persen dari total populasi warga dewasa di Australia.
 
Program yang diselenggarakan tidak untuk tujuan komersil ini dirancang untuk mengajarkan anggotanya untuk memberikan bantuan awal kepada orang-orang yang sedang mengalami atau mengarah pada  keluhan gangguan kesehatan mental.
 
Program ini pertama kali digagas oleh Betty Kitchener, yang empat kali lulus dari Universitas Canberra dan suaminya Professor Tony Jorm, ketika mereka tengah mengajak jalan anjing peliharaan mereka yang bernama King, di Weetangera, Canberra Utara.
 
"Saya sendiri pernah mengalami sejumlah episode depresi sepanjang hidup saya, saya dirawat di rumah sakit di bagian bangsa penyakit jiwa, pernah ingin melakukan bunuh diri dan saya tidak akan mampu menghadapi itu semua tanpa bantuan teman dan suami saya,’ tutur Kitchener.
 
"Jadi ketika suami saya mengatakan 'kita perlu memiliki pertolongan pertama untuk menghadapi depresi, dan bahkan seluruh jenis kesehatan mental'  saya sempat teringat kembali ke masa lalu dan berkata ‘mengapa tidak terpikirkan sebelumnya ya?”
 
"Tapi pelatihan itu memang sangat kita perlukan karena saya paham banyak masalah gangguan kejiwaan memiliki banyak kesamaan dengan kesehatan fisik, dan ada banyak stigma bagi orang yang memiliki masalah gangguan kesehatan mental.”
 
"Orang tidak tahu bagaimana membicarakan hal itu, mereka juga tidak tahu kemana mencari bantuan,”
 
"Tapi saya selalu berpikir seandainya saya kami tidak memiliki anjing mungkin kami tidak akan pernah menyelenggarakan program MHFA,” kenangnya.
 
Saat ini, Kitchener bekerja sebagai tenaga riset trauma di RS Canberra dan menjadi pelatih pada kursus pertolongan pertama untuk PMI Australia di waktu senggangnya.
 
Suaminya merupakan pakar kesehatan mental berdasarkan  pengalamannya sendiri.
 
Kini program yang mereka kembangkan bersama telah merevolusi cara merespon masalah-masalah kesehatan mental dan pengobatannya di masyarakat.
 
"Gagasan pertolongan pertama pada masalah kesehatan mental ini sudah cukup lama berlangsung di masyarakat Australia, tapi tidak di negara-negara lain..misalnya saja di Jepang mereka akan langsung menelpon petugas medis darurat,” kata Kitchener.
 
"Karena itu kita bisa mempelajari sejumlah hal yang dapat kita lakukan untuk mencegah penderita gangguan kesehatan mental menjadi semakin buruk kondisinya atau menjaga agar kondisinya stabil dan aman serta mencegah terjadinya kondisi yang lebih membuatnya menderita.”
 
Kitchener mengatakan program MHFA terbuka untuk semua kalangan dan pesertanya berasal dari latar belakang yang beragam.
 
"Awalnya saya hanya mengajarkan MHFA pada guru-guru sekolah menengah dan polisi, tapi kemudian pesertanya semakin beragam hingga supir taksi dan penata rambut,”
 
Selain 360.000 warga Australia, saat ini tercatat ada 400.000 warga AS yang juga pernah mengikuti program MHFA yang dirancangnya dan kini memiliki kualifiksi sebagai petugas penolong pertama kesehatan mental.
 
"Di seluruh dunia ada sekitar 1,2 juta petugas penolong pertama kesehatan mental, dan kami saat ini tengah memikirkan bagaimana cara meningkatkannya hingga menjadi 2 juta orang,”
 
Bulan lalu, Kitchener meraih penghargaan dari Rektor Universitas Canberra  sebagai alumni berprestasi atas perannya mengembangkan  MHFA. Dan Kitchener juga kini menyandang gelar Professor tambahan di Universitas Deakin.
 
Kitchener  juga pernah menerima sejumlah penghargaan lainnya, termasuk medali Order of Australia pada tahun 2008 dan Penghargaan atas kontribusi luar biasa atas pelayanan kesehatan mental.
 
Kitchener kini menjadi anggota dari Order of Australia pada awal tahun ini.