ABC

Malcolm Turnbull Yakini FTA yang Kuat dengan Inggris

Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull menyatakan yakin adanya perjanjian perdagangan bebas (FTA) yang "kuat" dengan Inggris setelah bertemu dengan PM Inggria Theresa May di sela-sela Pertemuan G20 di China, Senin (5/9/2016).

Pertemuan PM Turnbull dengan PM May dimana PM Turnbull meletakkan dasar bagi kesepakatan pasca Brexit, diadakan di sela-sela G20 yang membuat para pemimpin dunia berada di bawah tekanan untuk menghasilkan pendekatan bersama guna memulihkan pertumbuhan global pada hari terakhir G20 ini.

Pemimpin dari lebih 20 negara yang hadir belum membuat rencana yang jelas untuk memulihkan perekonomian dunia.

Kepada wartawan usai pertemuan dengan PM May, PM Turnbull mengatakan Inggris menghadapi tantangan berat dalam situasi pasca Brexit.

Dia mengatakan Australia menyediakan bantuan bagi Inggris bagi upaya negosiasi kesepakatan yang "sangat kuat, sangat terbuka".

"Mereka tak memiliki perunding bidang perdagangan," kata PM Turnbull.

"Mereka belum pernah berunding soal kesepakatan dagang selama 40 tahun sebab mereka merupakan bagian dari sistem Eropa," tambahnya.

"Makanya Theresa May sangat berterima kasih seperti yang dia katakan atas bantuan yang kami siapkan," ujar PM Turnbull lagi.

Dia juga memperingatkan mengenai sikap proteksionisme, meskipun dia mengakui masyarakat luas mungkin memerlukan lebih banyak informasi terkait hal itu.

"Kita harus berbuat lebih baik lagi menjelaskan manfaat dari perdagangan, dari pasar terbuka," katanya.

PM Turnbull juga akan bertemu dengan Presiden Perancis Francois Hollande dalam G20 ini, dan ambil bagian dalam permbicaraan mengenai upaya memberantas pengemplang pajak secara internasional - yang menjadi fokus utama pertemuan G20 kali ini.

Para pemimpin Leaders berupaya keras untuk menelurkan pernyataan bersama dengan cara lebih baik guna memulihkan perekonomian global sebelum pertemuan ini berakhir.

Namun tema bersamanya adalah menekan meningkatnya dorongan bagi kebijakan-kebijakan proteksinis.

Pembicaraan dengan Presiden Xi di Tengah Kekhawatiran Investasi

PM Turnbull juga bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di sela-sela G20 pada akhir pekan, di tengah situasi meningkatnya kekhawatiran mengenai investasi China di Australia.

Media pemerintah China menyatakan bahwa President Xi mendorong Australia untuk menciptakan "lingkungan yang adil, transparan dan bisa diprediksi" bagi investasi asing, menyusul keputusan Australia memblokir perusahaan China dari penawaran pembelian perusahaan listrik dan agrikultur.

"Kami umumnya mengiyakan, kami tanpa kecuali mengiyakan. Namun dari waktu ke waktu kami mengatakan tidak, dan kami menyatakan sesuatu yang tak menimbulkan keraguan. Ciha menghormati hal itu," ujarnya.

Dia juga menekankan bahwa sebenarnya lebih gampang bagi perusahaan China untuk berinvestasi di Australia dibandingkan perusahaan Australia berinvestasi China.

Diterbitkan Pukul 16:00 AEST 5 September 2016 oleh Farid M. Ibrahim. Simak beritanya dalam Bahasa Inggris di sini.