ABC

Malcolm Turnbull: Abbott dan Rudd Seperti Hantu Yang Menyedihkan

Mantan perdana menteri Australia Malcolm Turnbull telah menggambarkan dua mantan perdana menteri sebelumnya Kevin Rudd dan Tony Abbott sebagai 'hantu yang menyedihkan' yang seharusnya sudah meninggalkan Parlemen ketika kehilangan jabatan mereka.

Berbicara dalam sebuah forum di New York, Turnbull menggambarkan perubahan kepemimpinan di Partai Liberal Australia baru-baru ini sebagai 'hal yang gila' dan mengungkapkan bahwa 'jajak pendapat pribadi' menunjukkan pihak koalisi sebenarnya lebih unggul diibandingkan Partai Buruh di beberapa kursi marginal.

"Kami sebenarnya sangat sangat bersaing." katanya dalam rekaman audio yang berhasil didapat oleh jaringan televisi Australia Channel Nine.

"Namun untuk alasan yang tidak bisa dijelaskan, ada elemen dalam partai dan juga media yang ingin meledakkan pemerintah dan itulah yang mereka lakukan."

"Dan tentu saja mereka tidak berhasil menaikkan orang yang mereka maui, yang menang akhirnya ScoMo (Scott Morrison) - dan saya berharap dia berhasil."

Tony Abbott and Kevin Rudd
Kevin Rudd (kanan) dan Tony Abbott tetap menjadi anggota parlemen setelah tidak lagi menjabat Perdana Menteri.

AAP: Alan Porritt

Malcolm Turnbull tampak masih marah dengan Menteri Dalam Negeri Peter Dutton dan rekan-rekannya yang mengajukan usulan perubahan pimpinan Partai Liberal enam minggu lalu.

Tetapi Turnbull mengatakan bahwa dia sudah tepat memutuskan untuk mundur dari Parlemen segera dengan mengatakan 'ketika anda berhenti jadi perdana menteri. ya sudah."

"Tidak mungkin saya akn akan bertahan seperti halnya Kevin Rudd atau Tony Abbott," katanya.

"Orang-orang ini seperti hantu yang menyedihkan."

Morrison yakin partainya bisa menang di pemilu

Pernyataan Malcolm Turnbull ini muncul setelah setelah Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan kepada program Insiders ABC hari Sabtu bahwa dia yakin pihak Koalisi akan menang pemilu dibawah kepemimpinan Turnbull.

Baik Kevin Rudd dan Tony Abbott menciptakan perbedaan mendalam di dalam partai masing-masing setelah mereka kehilangan jabatan PM di tahun 2009 (Rudd) dan di tahun 2015 (Abbott).

Sebagai anggota parlemen yang duduk di kursi belakang (backbecher) di dalam pemerintahan Julia Gillard, Rudd menjadi dari beberapa bocoran yang menyebabkan pemerintahan Gillard tidak mendapat kursi mayoritas dalam pemilu berikutnya.

Abbott dikenal ketika mengatakan dia tidak akan 'menghancurkan pemerintah dengan istilah 'no wrecking, no undermining, no sniping' setelah dia tidak terpilih lagi, namun menghabiskan tiga tahun berikuntya memberikan berbagai pendapat publik menenntang pemerintah dan menjadi salah satu tokoh utama dalam kejatuhan Turnbull.

Berbicara di New York, Turnbull mengatakan dia tetap akan menyampaikan pendapatnya dalam masalah besar seperti masalah 'energi dan masalah konstitusi' namun mengatakan tidak lagi akan bersikap partisan.

Turnbull dan istrinya Lucy pindah ke New York untuk sementara tidak lama setelah kehilangan jabatannya.

Turnbull dan istrinya diperkirakan baru akan kembali ke Australia menjelang pemilhan sela di daerah pemilihan yang dikosongkannya Wentworth tanggal 22 Oktober.

Lihat beritanya dalam bahasa Inggris di sini