ABC

Makin Banyak Universitas di Australia Ajarkan Kewirausahaan

Australia ada di tengah-tengah lonjakan inovasi, dengan banyak orang masuk ke dunia kewirausahaan dengan memulai bisnis mereka sendiri. Menjadi seorang pengusaha atau pendiri ‘start-up’ bisa berisiko, terutama jika Anda tak tahu bagaimana memulainya. Jadi bagaimana Anda belajar untuk sukses dalam bisnis?.

Ada banyak cara bagi orang untuk belajar tentang bagaimana menjadi seorang pengusaha: beberapa di antaranya memulai bisnis mereka sendiri dan belajar sambil jalan, atau melamar untuk menjadi bagian dari program akselerator atau inkubator. Cara lainnya adalah belajar melalui universitas.

Skip YouTube Video

FireFox NVDA users - To access the following content, press 'M' to enter the iFrame.

YOUTUBE: Universitas di Australia Kembangkan Budaya Start-Up

Banyak universitas membenahi program mereka untuk menawarkan pelatihan dasar bisnis kepada siswa, staf, dan bahkan masyarakat umum.

Universitas Victoria di barat Melbourne telah menyewa tiga pengusaha untuk terlibat dengan masyarakat lokal dan membantu waga mengembangkan ide-ide bisnis baru. Para pengusaha telah memulai program yang disebut 'The Hanger', yang merupakan layanan konsultasi ‘start-up’ yang dirancang untuk membantu orang dengan peluncuran ide atau pengembangan bisnis mereka.

Ruang bagi pengusaha

‘The Hanger’ adalah sebuah ruang yang menyerupai banyak stereotip perusahaan ‘start-up’; tampak seperti belum selesai, dan ada beberapa troli belanja yang telah digunakan sebagai hiasan. Ini adalah ruang yang dimaksudkan untuk merasa kreatif.

Pengusaha Bisa Kunjungi 'The Hanger'
Gus Balbontin (kanan) berbicara kepada seorang pengusaha di 'The Hanger'.

ABC: Kristofor Lawson

Gus Balbontin adalah salah satu pengusaha di Universitas Victoria -posisi yang membuatnya bekerja secara langsung dengan masyarakat untuk 'mengenalkan dan merangsang kewirausahaan'.

Universitas adalah "bisnis yang secara tradisional sangat statis, dan kuno," kata Gus.

"Tantangan bagi seorang pengusaha adalah bagaimana Anda memulainya, bagaimana Anda masuk, bagaimana Anda membuat lingkungan di mana orang bisa melangkah jauh dari cara kuno itu dan monster politik birokrasi yang benar-benar kikuk, berperilaku dengan sangat kewirausahaan, sangat cepat gagal, semacam dilakukan berulang."

- Gus Balbontin

‘The Hanger’ dirancang untuk membantu orang mendapatkan saran dan dukungan yang mereka butuhkan untuk mengembangkan ide-ide mereka sebelum mereka berada pada tahap butuh untuk mempercepat pertumbuhan mereka.

Lewat bermitra dengan biro desain lokal –‘The Hanger’ berencana untuk menawarkan saran ‘start-up’, dukungan hukum, karya desain, dan bahkan bantuan keuangan atau pemasaran gratis bagi siapapun di komunitas lokal yang membutuhkan bantuan untuk membangun bisnis mereka.

Selain 'The Hanger', tim pengusaha juga berencana untuk memarkir truk 'start-up' di berbagai titik di daerah setempat, menciptakan ruang ‘start-up’ bergerak untuk masuk ke area lain dari masyarakat.

Tim Diskusikan Ide di WestHack hackathon
Para pengusaha menyampaikan ide 'start-up' mereka di acara hackathon 'WestHack' yang digelar oleh Universitas Victoria.

ABC; Kristofor Lawson

Untuk merayakan pembukaan 'The Hanger', tim ini mengadakan ‘hackathon’ (acara yang mengumpulkan programer komputer dan sejumlah ahli yang terlibat dalam pengembangan aplikasi dalam sebuah proyek) -yang dikenal dengan sebutan 'WestHack' - di mana masyarakat bisa datang dan menyatukan bersama ide-ide mereka.

Dan sementara banyak orang mungkin berpikir kewirausahaan dan ‘start-up’ dikaitkan dengan orang yang lebih muda, George Bester yang berusia 60 tahun mendengar Gus berbicara di radio dan menempuh perjalanan dua jam dengan transportasi umum untuk bergabung.

Skip YouTube Video

FireFox NVDA users - To access the following content, press 'M' to enter the iFrame.

YOUTUBE: Headphone Pengadaptasi Pendengaran

George ingin menyampaikan ide undian gratis yang ia pikirkan selama hampir tiga tahun. Bagi George, kesempatan untuk menjalankan ide ini dengan orang lain yang sepaham terlalu bagus untuk dilewatkan.

"Saya pikir saya akan mendapatkan sesuatu. Saya pikir itulah seorang pengusaha, tak selalu sejalan dengan kepentingan Anda," jelas pria, yang biasa menghabiskan hari-harinya untuk mencocokan jendela bangunan, ini.

Mengajar orang untuk menjadi pengusaha adalah sebuah tantangan yang coba diatasi oleh banyak universitas di seluruh Australia, dengan beberapa perguruan tinggi termasuk Universitas Teknologi Queensland, Universitas Teknologi Sydney, Universitas Flinders, dan Universitas Melbourne semuanya menawarkan ruang inkubasi, akselerasi, atau kerja bersama bagi perusahaan ‘start-up’. Bahkan Universitas RMIT berencana untuk membuka program akselerasi mereka sendiri pada akhir tahun 2016.

Kantor Program Akselerator Melbourne
Program Akselerator Melbourne menawarkan perusahaan 'start-up' dengan ruang kantor gratis dan hibah pendanaan.

ABC; Kristofor Lawson

Memberi perusahaan awal yang dini

Universitas Melbourne menawarkan subyek individu dan bahkan program master dalam bidang kewirausahaan, dan melalui Inisiatif Carlton Connect serta Proyek Akselerator Melbourne (MAP), mereka juga berinvestasi dalam membangun ‘start-up’ mereka sendiri.

"Para siswa menuntut agar kami menyediakan ... kewirausahaan sebagai bagian dari pendidikan yang mereka dapatkan di sini di universitas," kata Dr Charlie Day, Direktur Proyek di Inisiatif Carlton Connect.

"Salah satu pengamatan kami adalah bahwa kewirausahaan bekerja dengan baik ketika ia dibudidayakan dalam sebuah ekosistem," sambungnya.

Perusahaan Start-Up di MAP
Sejumlah perusahaan 'start-up' bekerja dari kantor MAP di Carlton Connect, Universitas Melbourne.

ABC; Kristofor Lawson

Carlton Connect adalah pusat dari ‘ekosistem’ Universitas Melbourne, dan melibatkan pembangunan kembali dari mantan Rumah Sakit Royal Women Melbourne di Carlton menjadi ruang inovasi yang akan menjadi tuan rumah MAP, bersama dengan berbagai penelitian dan inisiatif bisnis lainnya.

Menurut Dr Charlie, banyak pekerjaan benar-benar tentang membuka potensi penelitian yang ada, dan membantu para siswa yang -kemungkinan -sebelumnya tak didukung untuk mengembangkan ide-ide mereka ke pasar.

"Siswa Australia sungguh berbakat seperti siswa manapun yang akan anda temukan di salah satu universitas top di seluruh dunia," sebutnya.

"Saya rasa ini adalah waktu yang sangat menarik untuk menjadi pengusaha di Australia."

- Dr Charlie Day

"Di tingkat akar rumput ... kami melihat universitas dan badan lainnya benar-benar berinvestasi dalam memberikan jenis dukungan yang mereka butuhkan," imbuhnya.

Ketika menyangkut dukungan, MAP mengambil pendekatan yang tak biasa dalam dunia akselerator dengan menawarkan hibah senilai 20.000 dolar (atau setara Rp 200 juta) kepada sejumlah tim tanpa harus menyerahkan ekuitas, bersama dengan ruang kantor dan pendampingan untuk membantu mereka membangun dan mengembangkan bisnis mereka.

Program ini bekerja secara langsung dengan para tim pendiri untuk mempercepat bisnis mereka dan telah menyaksikan sukses yang luar biasa sejak dimulai pada tahun 2012. Perusahaan ‘start-up’ itu bisa berasal dari disiplin apapun  -asalkan salah satu pendirinya berafiliasi dengan universitas.

Skip YouTube Video

FireFox NVDA users - To access the following content, press 'M' to enter the iFrame.

YOUTUBE: Bagaimana Caranya Menjadi Pengusaha?

Lebih dari 30 perusahaan yang telah berpartisipasi dalam MAP memiliki tim pengusahan yang semuanya bekerja untuk membuat ide-ide mereka berhasil. Sementara pendiri solo bisa melamar untuk program ini, seringkali sulit bagi pendiri seperti ini untuk membangun bisnis yang sukses.

"Inovasi adalah olahraga tim. Jika Anda menganggapnya sebagai sebuah tim, Anda lebih mungkin untuk memiliki ketahanan dan kemampuan untuk menanggung tantangan tak terelakkan dan akhirnya benar-benar berhasil," jelas Dr Charles.

Perusahaan yang telah melalui MAP secara kolektif telah mengumpulkan lebih dari 10 juta dolar (atau setara Rp 100 miliar) dana tambahan dan menciptakan lebih dari 200 lapangan kerja, menghasilkan dampak ekonomi yang positif senilai lebih dari 32 juta dolar (atau setara Rp 320 miliar).

"Sebagian besar dari apa yang kami lakukan adalah untuk menciptakan sebuah komunitas yang positif di mana orang bisa mencoba untuk berhasil dan bermimpi besar, tetapi juga gagal dan gagal lagi dan terus mencoba," kata Dr Clare Harding, Deputi Direktur Proyek Akselerator Melbourne.

"Kami ingin lebih banyak orang berpikir bahwa kewirausahaan adalah jalur karir yang layak dan menarik," sambungnya.

Perusahaan ‘start-up’ yang masuk melalui MAP juga melihat nilai dalam memiliki ruang yang mendukung ide-ide mereka.

"Ini menjadi infrastruktur yang benar-benar baik. Banyak klien kami selama ini, kami temui lewat ekosistem yang indah ini," kata Joseph Purdam, salah satu pendiri dan produser senior ‘Phoria’, sebuah perusahaan yang menciptakan pengalaman realitas virtual yang menyita perhatian.

Para Pengusaha Melukis di WestHack
Peserta program 'WestHack' menyelesaikan latihan melukis untuk membuka pikiran mereka terhadap ide baru.

ABC; Kristofor Lawson

Phoria masuk ke program akselerator MAP pada tahun 2014 dan masih bekerja dari kantor Lab-14 milik MAP.

Perusahaan lain yang bekerja di ruangan itu adalah ‘Black.ai’, perusahaan teknologi rekayasa yang melacak gerakan dan aliran orang melalui sebuah wilayah. Mereka adalah salah satu dari 10 perusahaan yang saat ini menjalani program MAP.

Salah satu pendiri dan CEO ‘Black.ai’, Michelle Mannering, mengatakan fakta bahwa adanya perusahaan lain di sekitar mereka adalah bagian dari apa yang membuat MAP bekerja.

"Salah satu hal yang benar-benar kami nikmati tentang berada di sini benar-benar memiliki ‘start-up’ lain di sekitar kami, dan semua perpindahan dalam perjalanan bersama-sama ini," ungkapnya.

"Semua orang sedang berada pada berbagai tahapan, tapi benar-benar baik untuk mengetahui bahwa orang lain melalui hal yang sama, atau mereka sudah melaluinya, dan Anda bisa saling membantu."

- Michelle Mannering

"Anda merasa seperti Anda tak sendirian," imbuhnya.

Mempercepat atau tidak?

Ketika Universitas Melbourne melihat begitu banyak keberhasilan dari program MAP mereka - mengapa Universitas Victoria memutuskan untuk memulai layanan penasihat, bukannya akselerator?.

"Kami tak ingin meniru inkubator lain, akselerator lain, ruang bekerja lain," kata Gus.

"Melbourne telah mendapat cukup dari mereka. Kami merasa bahwa melakukannya lagi tak akan membantu," tuturnya.

Sensor di Kantor MAP
Sejumlah perusahaan di kantor MAP mengerjakan berbagai ide mulai dari rekayasa teknologi hingga bumbu daging asap vegetarian..

ABC; Kristofor Lawson

Ada juga elemen keinginan untuk meningkatkan dan menumbuhkan ekosistem di mana universitas berada.

Footscray, dan tentunya wilayah barat Melbourne, dikenal sangat multikultural dan beragam - sesuatu yang Gus katakan memainkan peran besar dalam bagaimana pengusaha berencana untuk menyampaikan nilai.

"Ini memiliki campuran budaya yang sangat rumit dan kompleks di bagian kota ini, dan mungkin sejenis  rasa kurang mampu untuk hal itu" sebut Gus.

"Kami berpikir banyak tentang dampak sosial, dan seni, dan kesetaraan gender, pangan, perubahan iklim, hal-hal semacam itu yang belum cukup banyak dipikirkan."

- Gus Balbontin

"Kami merasa bahwa semua hal itu memberi kami lingkungan yang sempurna, lingkungan bagi kami untuk benar-benar menjelajahi dunia ini dengan kewirausahaan," jelasnya.

Ia menambahkan, "Secara kategoris saya pikir pendidikan semuanya harus tentang itu, seharusnya tak hanya tentang kuliah dan kursus, itu seharusnya tentang memajukan kemanusiaan."

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

Diterjemahkan: 19:10 WIB 19/09/2016 oleh Nurina Savitri.