Makin Banyak Anak Australia Alami Cedera Ligamen Akibat Olahraga
Semakin cepat dan semakin profesional-nya olahraga anak menjadi salah satu alasan di balik kenaikan jumlah anak-anak Australia yang membutuhkan rekonstruksi lutut.
Para dokter, fisioterapis dan pakar cedera olahraga Australia yang dimintai keterangan mengatakan, mereka telah mengamati peningkatan jumlah anak-anak yang mengalami penggantian anterior cruciate ligament (ACL) atau jaringan pada sendi lutut yang menghubungkan tulang tibia (tungkai bawah) dengan tulang femur (paha).
Fisioterapis Lucy Salmon mengatakan, data asuransi publik Australia ‘Medicare’ menunjukkan, jumlah anak yang menjalani rekonstruksi ACL naik lebih dari tiga kali lipat dalam 15 tahun terakhir.
Ia mengatakan, angka tersebut tak memperhitungkan anak-anak yang terluka ACL-nya tetapi tidak menjalani operasi, anak-anak yang tidak didiagnosa dengan benar, atau yang dirawat di sistem publik.
Ligamen ACL membantu penyatuan lutut. Jaringan sendi ini bisa terluka ketika seseorang bertumpu pada satu kaki, merubah arah dengan cepat atau mendarat secara tidak benar setelah melompat.
Cedera ACL umumnya terkait dengan atlet elit dalam olahraga seperti basket, AFL (Liga Footy Australia) dan rugby.
Fisiologi pinggul dan lutut perempuan memiliki arti bahwa remaja putri lebih rentan terhadap cedera ini, tapi karena anak laki-laki lebih mungkin untuk bermain beberapa bentuk sepak bola, kemungkinan mereka mengalami rekonstruksi ACL lebih tinggi dibanding anak perempuan.
Cedera ACL memiliki konsekuensi serius, termasuk pengobatan yang mahal, periode rehabilitasi dan pemulihan yang panjang, serta membuat pasien terkena peningkatan risiko osteoarthritis (radang sendi).
Lucy Salmon adalah fisioterapis di sebuah klinik swasta di Sydney yang melihat peningkatan jumlah anak dengan cedera ACL dibanding 10 tahun yang lalu.
“Saya khawatir terhadap jumlah anak penderita ACL yang kami amati,” sebutnya.
Ia menjelaskan, “Secara historis, usia rata-rata untuk cedera ini adalah 27 tahun dan tiba-tiba kami melihat banyak sekali anak yang masih sangat, sangat muda, semuda enam tahun menderita cedera ini, ini hampir tak pernah terdengar sebelumnya.”
Informasi kunci:
• Secara historis, usia rata-rata untuk penderita ACL adalah 27 tahun
• Jumlah anak-anak yang memerlukan rekonstruksi ACL naik lebih dari tiga kali lipat selama 15 tahun terakhir
• Kenaikan jumlah anak penderita cedera ACL sebagian disebabkan oleh olahraga anak yang dibuat semakin profesional
Kasusnya tak diduga
Callum Hooker berusia 9 tahun ketika ia mengalami cedera ACL setelah bermain ‘eagle tag’ –serupa sepak bola tangan.
“Itu benar-benar sakit, saya tak bisa berjalan sama sekali, jadi saya harus dibopong,” akunya.
Ibunya Callum, yakni Kylee Hooker, terkejut ketika mendengar diagnosa atas putranya.
“Saya tak percaya itu terjadi pada seseorang yang begitu muda,” ungkapnya.
Dr Roe, yang menjadi ahli bedah Callum, menggunakan sebagian otot paha belakang Kylee untuk menggantikan ACL putranya.
Callum butuh setahun untuk memulihkan diri. Ibunya menjaganya dengan seksama untuk memastikan sang putra tak melakukan apapun yang membahayakan pemulihan.
“Ini cukup melelahkan dan menguras energi, saya selalu mengawasinya,” tutur Kylee.
Callum diberi lampu hijau untuk mulai bermain olahraga lagi pada bulan Maret tahun ini. Tapi baru-baru ini, ia melukai ACL lain miliknya saat bermain rugby untuk sekolahnya.
Gabi Cardoso, 14 tahun, baru kembali ke lapangan sepak bola setelah merobek ACL-nya di sebuah final kompetisi sepak bola tahun lalu.
“Ketika saya tahu saya harus menjalani operasi saya menangis, karena saya tak mau cuti satu tahun dari sepak bola,” tuturnya.
Ia lantas berujar, “Saya benar-benar khawatir bahwa saya tak akan bisa bermain sepak bola lagi dan itu seperti satu hal bodoh yang saya lakukan dan bisa merusak hidup saya selamanya.”
Terjun ke olahraga
Banyak alasan di balik peningkatan jumlah anak penderita cedera ACL, termasuk semakin baiknya alat -seperti pemindaian MRI -yang digunakan dokter yang menghasilkan diagnosa lebih akurat.
Ada juga konsensus yang menyebut bahwa kenaikan itu mungkin disebabkan banyaknya anak yang bermain olahraga secara lebih profesional.
“Tentu saja, tingkat partisipasi dalam olahraga pada usia yang sangat muda tengah meningkat, kita juga tahu bahwa jumlah waktu yang dihabiskan anak-anak untuk bermain olahraga itu lebih banyak daripada sebelumnya, anak-anak mengkhususkan diri pada salah satu olahraga tertentu sejak usia yang jauh lebih awal ketimbang sebelum-sebelumnyanya,” jelas Dr Lucy Salmon.
Para ahli mengatakan, olahraga junior menjadi lebih “profesional” dan tak dimainkan di lingkungan khusus lagi.
“Saya pikir permainan yang kita mainkan sekarang jauh lebih cepat, informasi tentang cara bermain olahraga jauh lebih baik,” kata ahli bedah lutut terkemuka, Justin Roe.
"Para orang tua, pelatih, pembina, dan orang-orang di sekitar mereka semakin mendorong para atlet lebih dan lebih, jadi kita sekarang mungkin bermain dengan cara berbeda dari beberapa dekade lalu," tutur Justin.
Beberapa lainnya berpendapat bahwa hal ini disebabkan oleh perubahan tipe permainan, seperti pertandingan yang dimainkan di dalam ruangan, di rumput sintetis atau rumput yang lebih tahan kering.
Jenis sepatu baru mungkin pula memainkan peran.
“Dua puluh tahun lalu Anda tak memiliki sepasang sepatu netball, Anda hanya memiliki sepasang sepatu lari yang mungkin anda gunakan untuk sejumlah olahraga dan kini Anda punya peralatan spesial dan tempat bermain spesial yang tak selalu kondusif untuk mengurangi tingkat cedera,” jelas Dr Lucy.
Apa itu ACL
• Ligamen anterior (ACL) adalah ligamen penting yang membantu menstabilkan lutut Anda
• ACL yang robek bisa menyebabkan lutut hancur ketika mencoba untuk berutar atau belok
• Perbaikan ACL robek biasanya membutuhkan jaringan pengganti dari tempat lain di dalam tubuh
• footy, rugby, sepak bola dan netball semuanya adalah olahraga berisiko tinggi
Sumber: Better Health Victoria
Pencegahan yang lebih baik
Dr Justin mengatakan, anak-anak yang ACL-nya direkonstruksi dengan menggunakan bagian dari paha belakang orang tua mereka memiliki kemungkinan lebih kecil untuk kembali mencederai ACL mereka.
Meski demikian, ia juga mengatakan, tingkat keparahan cedera ACL saat ini artinya lebih banyak hal harus dilakukan untuk mencegahnya.
Ia menyebut, beberapa anak akan memiliki kecenderungan genetik terhadap cedera seperti itu, jadi jika ada riwayat cedera ACL dalam keluarga, para orang tua harus mendorong anak-anak mereka untuk melakukan pemanasan pencegahan.
"Saya benar-benar berpikir itu seperti kita semua tahu tentang kampanye slip, slop, slap, tentang pemakaian tabir surya, tentang mencegah kanker kulit, kita harus tahu bagaimana caranya menjaga lutut untuk mencegah cedera olahraga," terang Dr Justin.
Dr Lucy sepakat akan hal itu dan mengatakan, beberapa program pencegahan yang baik telah dirancang.
“Hal-hal seperti pemanasan yang baik -tak hanya melompat keluar dari mobil dan berjalan ke lapangan, tetapi memiliki pemanasan yang baik yang melibatkan banyak perubahan arah gerak, lompatan dan kelincahan,” sebutnya.