ABC

Mahasiswa Kamboja Teliti Radar Kelautan di Australia

Mahasiswa asal Kamboja Vichet Duk sedang menekuni penelitian di bidang radar yang di masa depan akan memudahkan pencarian dan pendeteksian yang lebih akurat di laut. Ia diwawancarai ABC terkait Pekan Sains Nasional di Australia, 15 -21 Agustus.

Siapa anda dan dari mana anda berasal?

Nama Saya Vichet Duk dan saya berasal dari provinsi Kampong Cham di Kamboja.

Apa yang sedang anda pelajari?

Saat ini saya sedang menyelesaikan pendidikan doktoral di jurusan teknik di Universitas Adelaide yang dimulai di tahun 2014. Penelitian ini adalah beasiswa dari Organisasi Sains dan Teknologi Pertahanan Australia (Australian Defence Science and Technology Organisation - DSTO) selama 3 sampai 3,5 tahun.


Vichet Duk sekarang sedang menyelesaikan pendidikan doktoral di Universitas Adelaide.
Vichet Duk sekarang sedang menyelesaikan pendidikan doktoral di Universitas Adelaide.

 

Apa yang menarik dari bidang penelitian ini?

Yang menarik dari penelitian ini adalah saya menekuni masalah besar dimana banyak ilmuwan dari seluruh dunia juga sedang menekuninya. Bila metode yang saya temukan ini bisa memecahkan masalah, akan memberi kontribusi besar kepada dunia.

Apa manfaat dari penelitian anda ini?

Hasil penelitian ini diharapkan bisa meningkatkan kemampuan mendeteksi objek kecil di permukaan laut yang luas dengan menggunakan radar yang ada di kapal selam atau kapal kecil. Masalah yang ada sekarang ini adalah objek itu kadang tidak terlihat karena adanya butiran gelombang air di permukaan laut.

Penelitian dititikberatkan pada operasi di bidang militer dan akan digunakan untuk menjaga garis pantai sebuah negara. Namun riset ini juga bisa digunakan untuk meningkatkan operasi pencarian di laut seperti yang dilakukan sekarang ini terhadap pesawat MH17 yang diduga jatuh di Lautan India.

Hasil penelitian ini juga bisa digunakan sebagai sistem deteksi dini untuk melihat kapal pengungsi atau pencari ikan, yang bisa terjebak dalam lautan yang ganas. Sistem deteksi ini akan membuat kita bisa mengetahui lokasi kapal guna terhindar dari bencana.

Mengapa anda memilih sains, dan bukannya ilmu lain seperti bisnis, hukum atau kedokteran?

Yang pertama karena saya menyukai pelajaran matematika dan fisika di sekolah. Yang kedua rasanya lebih mudah mendapatkan pekerjaan dibandingkan di bidang lain. Ini juga bidang yang bisa meningkatkan standar kehidupan manusia. Banyak manfaat dalam hidup ini berasal dari penelitian di bidang sains misalnya kedokteran, makanan atau teknologi.

Apa latar belakang pendidikan anda sebelumnya?

Setelah kuliah selama 2,5 tahun (dari seharusnya empat tahun)  di bidang Teknik Elektro di Phnom Penh, saya melanjutkan S1 di Australia di tahun 2008 di University of South Australia. Karena saya sudah pernah belajar di Kamboja, saya bisa memindahkan kredit ke dan akhirnya selesai di bulan Desember 2009. Setelah jeda selama enam bulan, saya melanjutkan Master di University of Adelaide bulan Juli 2010 dan selesai bulan Juli 2011 Setelah bekerja di bidang industri teknologi kesehatan, saya melanjutkan pendidikan doktoral di tahun 2014.

Mengapa anda memilih belajar sains di Australia?

Australia adalah negara maju dan memiliki sistem pendidikan yang bagus. Universitasnya memberikan sumber daya untuk belajar sehingga para mahasiswa bisa mencapai tujuan dan mendapatkan gelar. Selain itu saya juga disponsori oleh sebuah keluarga Australia, sehingga saya tidak harus membayar biaya sekolah maupun biaya lainya.

Apa saran anda bagi anak-anak muda yang tertarik menekuni sains?

Sains adalah masa depan kita. Sains bukan sekedar teknik saja karena teknologi juga termasuk pertanian, kedokteran dan yang lainnya. Dengan semakin bertambahnya penduduk dunia, kita memerlukan lebih banyak sains guna memenuhi kebutuhan kita dan juga meningkatkan standar hidup.

Juga akan meningkatkan taraf hidup pribadi dan negara. Seperti contohnya Australia, yang sangat tergantung pada sumber daya alam, namun sumber daya itu akan habis pada satu saat nanti. Sains, teknik, dan inovasi sama pentingnya seperti penjualan sumber daya alam. Sains juga memberikan dampak besar bagi ekonomi dan mungkin akan membantu mengurangi penggunaan sumber daya alam.

Perekonomian di Jepang dan Jerman bisa menjadi contoh bagaimana sains di sana membawa banyak manfaat bagi mereka.