ABC

Mahasiswa Asal Bangladesh Tewas di Australia Setelah Rumahnya Diserang

Polisi di kota Darwin, Australia Utara menyatakan meninggalnya Md Ishaqur Rahman Sifat, mahasiswa asal Bangladesh, sebagai kasus pembunuhan. Polisi telah menahan seorang pria yang sampai sekarang belum dikenai tuduhan.

Ishaqur, usia 23 tahun, sebelumnya dirawat secara intensif di Rumah Sakit Royal Darwin setelah ia diserang di rumahnya sendiri, Rabu lalu.

Dia baru tiba di Australia beberapa bulan untuk melanjutkan jenjang S2 di bidang sains informasi di Charles Darwin University (CDU).

Dalam pernyataan malam kemarin, Kepolisian Australia Utara mengatakan mahasiswa tersebut meninggal dan detektif mulai menyelidiki insiden yang disebut sebagai sebuah pembunuhan.

Pernyataan tersebut juga menyebutkan seorang pria berusia 29 tahun sudah ditahan terkait insiden serangan tersebut.

Pria yang ditahan tersebut belum dikenai tuduhan apa pun, sementara polisi akan mengadakan jumpa pers hari Jumat ini.

Sersan Detektif Senior Paul Morrissey mengatakan korban ditemukan di tempat tidur oleh teman satu rumahnya dengan "luka di kepala".

Beberapa saat sebelumnya mereka mengejar seseorang yang masuk ke rumah.

Paul mengatakan pria berusia 29 tahun tersebut ditangkap beberapa saat kemudian, sementara para penghuni rumah mengatakan mereka tidak mengenalnya.

Sementara itu Rektor CDU Scott Bowman mengatakan pihak universitas memberikan bantuan untuk mendatangkan keluarga Ishaqur ke Darwin.

Menyerukan adanya tindakan

Asosiasi Mahasiswa Bangladesh di CDU mengunggah pernyataan di media sosial terkait kematian Ishaqur.

"

"Seluruh komunitas kami terkejut dan sangat berduka dengan kehilangannya yang tragis. Semoga jiwanya diterima oleh Allah Yang Maha Kuasa," kata pernyataan tersebut.

"

"Mari kita bersama bergandeng tangan mendukung keluarga dan teman-temannya dalam suasana duka ini."

Para pemimpin politik di Kawasan Australia Utara juga sudah menyampaikan rasa duka, sambil menawarkan bantuan kepada komunitas Bangladesh.

Menteri Utama NT Natasha Fyles menulis di akun Facebook-nya mengatakan serangan tersebut tidaklah menunjukkan Australia Utara "yang kita ketahui dan cintai".

"Sebagai Menteri Utama NT saya menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada semua orang yang kenal dan yang mencintai Md Ishaqur Rahman Sifat," katanya.

"Kami di sini untuk Anda. Dan kami berdiri bersama Anda. Sepenuhnya.'

Pemimpin oposisi NT Lia Finocchiaro mengatakan warga "tidak bisa kebal terhadap tindak kejahatan seperti ini."

"Kata-kata tidak bisa menggantikan perasaan duka yang kita semua alami atas hilangnya nyawa yang seharusnya bisa dihindari," katanya.

Dibanjiri rasa duka setelah serangan

Meninggalnya mahasiswa internasional tersebut terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran soal kejahatan di Australia Utara.

Bulan Maret lalu, Declan Laverty yang berusia 20 tahun, tewas dibunuh ketika bekerja di sebuah toko penjual minuman beralkohol, hingga menimbulkan seruan untuk merubah undang-undang soal pembebasan pelaku kejahatan dengan jaminan.

Tindak kekerasan terkait alkohol yang meningkat di Alice Springs juga menjadi perbincangan nasional di bulan Januari, membuat pemerintah Australia Utara dan pemerintah federal membatasi penjualan alkohol.

Mahasiswa dari CDU dan warganya sudah menggelar unjuk rasa menentang serangan yang dialami Ishaqur.

Mereka menyerukan adanya tindakan nyata yang diambil untuk menjamin keselamatan mahasiswa di transportasi publik dan juga di rumah mereka.

Seorang mahasiswa CDU, Sakib Farhan, yang pernah bertemu dengan korban, mengatakan serangan tersebut menimbulkan ketakutan di kalangan mahasiswa internasional di Australia Utara.

"Ini sangat berdampak, kami sangat berduka namun yang lebih penting kami juga jadi khawatir," kata Farhan.

"

"Saya kira ini harus menjadi  perhatian, soal keamanan bagi seluruh warga tidak saja di Darwin tapi Kawasan Australia Utara."

"


Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari ABC News