ABC

Madu Australia Barat Akan Disertifikasi Untuk Saingi Madu Manuka

Para ilmuwan telah mengembangkan sebuah proses untuk mensertifikasi madu Australia Barat atas khasiat obat dan antimikroba yang dikandungnya, yang akan menyaingi madu Manuka yang terkenal dari Selandia Baru.

Proses sertifikasi baru, yang dikembangkan oleh industri dan laboratorium pengujian makanan ‘ChemCentre’ dan didanai oleh hibah Pemerintah Negara Bagian senilai $ 500.000 (atau setara Rp 5 miliar), ini sekarang akan mampu mensertifikasi madu Australia Barat untuk khasiat obat yang dikandungnya.

Madu yang berasal dari pohon jarrah dan marri, yang unik untuk wilayah Australia Barat, ini dikenal sebagai madu monofloral dan ditemukan sebagai madu yang memiliki aktivitas antimikroba tertinggi di dunia.

Sertifikasi memberi jalan pada pemasaran baru

Tapi industri madu Australia Barat selama ini tak mampu memasarkan khasiat ini secara efektif karena hingga kini, tak ada proses sertifikasi resmi untuk madu monofloral.

Ilmuwan pangan utama di ‘ChemCentre’, yakni Ken Dods, mengatakan bahwa sertifikasi tersebut bisa menguji dan mengkonfirmasi adanya aktivitas antimikroba pada madu.

Dods mengatakan bahwa madu bersertifikat nantinya akan memiliki nilai pemasaran yang lebih besar di pasar ekspor seperti China dan Jepang, di mana madu obat sangat diminati.

Ia mengatakan, penelitiannya telah menunjukkan bahwa madu monofloral dari pohon jarrah dan marri memiliki tingkat aktivitas antimikroba yang lebih tinggi daripada madu Manuka yang terkenal dari Selandia Baru.

"Proses sertifikasi ini akan melindungi dan menumbuhkan industri madu Australia Barat," katanya.

Proses sertifikasi tersebut akan diluncurkan pada pembukaan resmi dari fasilitas pengolahan madu senilai 2,5 juta dolar (atau setara Rp 25 miliar) milik produsen madu, Stephen Davies, dari Baldivis.

Davies mengatakan, investasi yang disuntikkan Pemerintah Negara Bagian dan industri dalam urusan sertifikat keaslian menunjukkan permintaan yang signifikan untuk madu Australia Barat di pasar internasional.

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

Diterbitkan: 23/06/2017 oleh Nurina Savitri.