ABC

Limbah Tisu Basah Raksasa Seberat 1 Ton Berhasil Ditarik dari Pipa di Newcastle

Sumbatan besar yang terdiri dari limbah tisu basah berhasil ditarik dari pipa bawah tanah dekat Newcastle dan hal ini semakin menekankan masalah dampak dari meningkatnya penggunaan tisu basah di masyarakat.

Perusahaan Hunter Water mengunggah foto sumbatan besar limbah tisu basah yang berhasil mereka tarik pada Januari lalu dengan menggunakan mesin crane dan ember di pinggiran Lake Macquarie di Eleebana.
 
Direktur Hunter Water, Nick Kaiser mengatakan penggunaan tisu basah kini semakin populer dikalangan orang dewasa di seluruh dunia.
 
"Tisu basah diiklankan sebagai cara lain untuk menyegarkan diri Anda sehabis dari kamar mandi," katanya.
 
"Tisu basah yang diklaim aman disiram di toilet ini telah menjadi masalah global,"
 
Hunter Water mengatakan stasiun pompa limbah mereka rusak akibat sumbatan yang disebabkan oleh tisu basah tersebut.
 
Perusahaannya mengatakan sumbatan limbah itu beratnya mencapai  satu ton dan butuh waktu 4 jam untuk mengeluarkannya.

Kru dikerahkan dengan menggunakan crane untuk menghilangkan 'ular' limbah sepanjang 7 meter tersebut dengan berat  750 kilogram, sementara sumbatan lain seberat 300 kilogram telah berhasil dikeruk oleh karyawannya dengan menggunakan ember.
 
Hunter Water mengatakan sumbatan limbah itu telah dibawa ke depot untuk dibersihkan dan kemudian akan dikirim ke TPA 
 
Kaiser mengatakan meskipun iklan pemasaran mengklaim tisu basah bisa disiram di toilet.
 
"Cara teraman untuk menjaga toilet adalah 3P — pee, paper and poo (pipis, kertas, dan buang hajat)," katanya.
 
"Selain dari 3P tersebut tidak boleh dibuang didalam toilet, sayangnya tidak ada standar aktual mengenai apa saja benda yang bisa disiram dan dibuang didalam toilet,"
 
"Jadi Anda akan menyiram toilet dan tisu basah akan hilang, tapi tisu basah itu tidak akan bisa terurai,"
 
Kaiser mengatakan jika tisu basan ini tidak menyebabkan sumbatan didalam sistem pipa limbah, maka mereka biasanyaakan menemukan jalan untuk sampai di pabrik pengolahan limbah.
 
"Jadi pabrik pengolahan limbah perlu menyaring tisu basah itu lagi baru akan dibuang ke TPA," katanya.
 
Kaiser mengatakan tisu basah dapat memicu masalah selama melewati sistem saluran pembuangan dan bahkan setelah mereka mencapai instalasi pengolahan air limbah.
 
"Hal-hal seperti benang, cotton buds, bahkan butiran kopi harus disaring keluar dari saluran pembuangan di beberapa titik," katanya.
 
Tisu basah sekali pakai saat ini telah memaksa pemerintah diberbagai kawasan di dunia merogoh kocek puluhan juta dolar karena semakin banyak orang yang membuang tisu basah di toilet, dimana pabrik pembuatnya dan juga perusahaan pengelola limbah kerepotan memperbaiki masalah ini.
 
Juru bicara Fasilitas Urban Queensland, Michelle Cull tahun lalu mengatakan meski upaya untuk menyampaikan pesan agar jangan membuang tisu basah ke toilet sudah disampaikan ke konsumen, tapi masalah ini semakin parah.
 
"Saya kira banyak orang masih tidak tahu kalau mereka sebenarnya tidak boleh membuang tisu basah ke toilet," katanya.
 
"Masalah besarnya adalah tisu basah tidak bisa hancur seperti kertas. kita membuang lebih dari 120 ton tisu basah dari sistem pembuangan limbah setiap tahunnya,"