Li Cunxin, Warga Australia Pertama Raih Penghargaan Bergengsi di Asia
Sejak buku biografinya terbit, Li Cunxin dikenal luas sebagai 'penari Mao terakhir’. Li Cunxin yang kini menjabat sebagai Direktur Seni dari Perusahaan Balet Queensland juga memiliki gelar lainnya yakni orang Australia pertama yang didapuk sebagai tokoh pembawa perubahan di Asia atau ‘Asian Game Changer’ atau oleh lembaga ternama Asia Society.
Li Cunxin sudah sangat terbiasa menjadi sorotan internasional. Pertama sebagai penari kelas dunia terkenal, kemudian dia juga menjadi pembelot paling terkenal didunia karena mengajukan diri sebagai pencari suaka politik saat melakukan tur ke AS pada tahun 1981.
Li Cunxin bermukim di Australia sejak tahun 1995,setelah bertemu dan jatuh cinta dengan penari Australia Mary McKendry, ketika mereka berdua tampil di London.
Bulan Oktober ini, dia akan tampil dalam panggung internasional lainnya untuk menerima penghargaan sebagai orang Australia pertama yang menerima penghargaan Asia Game Changer award atas karya seni tari dan keberanian serta diplomasi kebudayaan yang dilakoninya selama ini.

Queensland Ballet’s Li Cunxin with dancers (Supplied: Christian Tiger).
Direktur seni di Queensland Ballet ini kepada wartawan AustraliaPlus.cn, Xiaoning Mo mengatakan dia akan selalu bangga dengan leluhurnya; “ Saya selalu berterima kasih dengan pelatihan tari yang saya dapatkan dari China dan saya akan selalu mengupayakan hubungan kerja yang lebih dekat dan pemahaman serta simpati antara kebudayaan barat dan kebudayaan Timur.
"Sebagai orang China yang menjadi direktur seni di perusahaan balet Australia, saya tidak hanya bisa berkontribusi bagi seni dalam bentuk tari balet di negara ini, tapi saya juga bisa memberikan peluang bagi senimam Asia – baik itu penari, koregrafer, perancang, composer ,” katanya.
"baru-baru ini kami tampil di London bersama dengan bintang penari asal China sebagai pembuka – itu merupakan moment yang membanggakan karena bisa memperkenalkan tidak hanya warga China dan tidak hanya seniman Barat, tapi mereka bisa bekerja bersama-sama dan berkolaborasi untuk membuat pertunjukan yang sukses,”
Award bergengsi ini akan diserahkan ke Li pada 13 Oktober mendatang di gedung PBB, New York, Penerima Asia Game Changer Award lainnya yakni jawara tinju internasional yang sangat peduli dengan isu kemanusiaan, Manny Pacquiao dari Philippina, peraih Nobel dan penemu sumber cahaya hemat energi baru, Isamu Akasaki, Hiroshi Amano dan Shuji Nakamura dari Jepang; dan Chanda Kochhar, CEO wanita pertama dari bank India.
Wali Masyarakat Asia Global dan Ketua Asia Society Australia, Hon Warwick Smith AM mengatakan: "Kami sangat senang dan bangga bisa merayakan prestasi Li Cunxin – seorang warga Australia yang luar biasa yang hidup dan prestasinya telah menjadi inspirasi bagi banyak seniman Australia dan global serta dan pemimpin budaya. “
“Kami juga senang memiliki orang Australia pertama yang diakui sebagai agen perubahan di Asia – penghargaan ini menjadi symbol bagi letak Australia di dunia dan dekatnya ikatan kebudayaan, ekonomi dan masyarakat kami dengan wilayah kita semua di Asia.
Philipp Ivanov, CEO Asia Society Australia mengatakan Li memang agen perubahan sejati.
"Sepanjang hidupnya dia telah menunjukan kekuatan dari transformasi dan kemampuan untuk membentuk masa depannya sendiri serta organisasi dan masyarakat yang dia pimpinannya,; katanya.
"Seni tari Li Cunxin, jejaknya dalam hidup dan keyakinannya merupakan dasar yang unik dari sebuah kepemimpinan,”
Sementara bagi Li sendiri penghargaan ini bermakna memberikan kontribusi pada masyarakat global. "saya kira saya telah membantu mengubah persepsi dari seniman China dan penari China di arena internasional. Dan itu membuat publik Barat mengatakan China memiliki seniman yang luar biasa dan mereka mampu memukau orang, serta menginspirasi orang dan mereka bisa melakukan perubahan.
"Asia – China sekarang tidak lagi sebatas bisnis tapi juga mencakup seni dan seni yang merupakan bagian penting dari masyarakat kita – dan hal ini memaksa perlunya pemahaman antara perbedaan kebudayaan maupun orang yang berbeda,” katanya.
Saksikan Li menceritakan kisah hidup dan karya tari balet besutanya bersama dengan Queensland Ballet pada tahun 2013 ketika Li menerima penghargaan tokoh masyarakat Australia tahun ini,”