ABC

Layaknya Bintang Rock, Tato dan Seniman Tato Banyak Digemari di Australia

Menurut seniman tato, Timmy Vendetta, rekan seprofesinya telah menjadi sangat populer di Australia sehingga mereka hampir bisa disejajarkan dengan para bintang ‘Rock’. 

Seniman tato, Timmy Vendetta, mengatakan, men-tato adalah satu-satunya hal yang ingin ia lakukan. (Foto: dokumentasi penulis)

Timmy yang berasal dari  kota Prospect, turut ambil bagian dalam Pameran Tato dan Seni Tubuh pertama Australia di Adelaide.

Lebih dari 150 seniman lokal dan internasional berkumpul di Lapangan Wayville untuk menunjukkan seni tubuh mereka dan menyediakan layanan tato selama 3 hari.

Ini juga merupakan sebuah peluang untuk belajar lebih banyak tentang kehidupan para seniman tato dan seni yang mereka geluti.

“Ini adalah satu-satunya hal yang ingin saya lakukan. Anda bisa mengemasi barang anda, bepergian, dan bertemu orang-orang baru,” ujar Timmy.
Josh Todaro bepergian dari Melbourne untuk berpartisipasi dalam pameran ini.

Ia mengatakan, dirinya selalu ingin bekerja di bidang seni dan men-tato memberinya kesempatan untuk menggambar.

“Ini adalah pameran pertama yang saya ikuti dan saya suka berbaur dengan seniman lainnya serta persahabatan yang terjalin,” ungkap Josh.

Tato yang menempel ditubuhnya digambar oleh banyak orang yang berbeda, termasuk tato yang ada di dada, dan perut bagian bawah, yang menurutnya sempat membuatnya kesakitan.

“Tapi kemanapun saya pergi, orang-orang selalu tanya soal tato-tato di telinga saya. Mereka benar-benar takjub dengan tato di daerah itu,” aku Josh.

Tony Smith mendapat tato pertamanya saat berusia 17 tahun.

Hantu Jepang yang ada di bagian dadanya, menurutnya, kelihatan “Keren,” dan “Menyatukan seluruh seni” yang ada di tubuhnya.

“Saya melakukan ini karena ini mewakili diri saya dan kegemaran saya. Bagian tulang rawan adalah yang paling sakit,” ujarnya.
Kelly McKinnon dari ‘Black Diamond Tattoo’ di daerah pelabuhan Adelaide mengatakan, ia mengusik seorang teman sampai teman itu memberinya kesempatan untuk bekerja di gerainya, dan akhirnya telah bekerja di sana selama 8 tahun.

Ia berujar, tak ada aturan resmi mengenai pelatihan bagi seniman tato namun mereka biasanya menghabiskan 6 bulan pertama untuk men-tato teman-teman atau para keluarga saja.

“Setelah itu, jika seseorang datang untuk ditato gambar kecil dan gerai tato-nya sibuk maka anda menunjukkan pengunjung itu dokumentasi karya anda dan menawarkan mereka untuk men-tato dengan separuh harga,” ungkap Kelly.