ABC

Langkah Petenis Putri Indonesia Priska Nugroho Terhenti di Melbourne Park

Langkah petenis putri Indonesia Priska Nugroho terhenti di babak ketiga nomor junior putri turnamen grand slam Australia Terbuka hari Rabu (23/1/2019).

Priska dikalahkan oleh unggulan kesembilan Kamilla Bertone dari Latvia dalam pertandingan tiga set, 6-3, 3-6, 6-3.

Ini adalah penampilan perdana Priska yang baru berusia 15 tahun di turnamen grand slam.

Dalam perbincangan dengan wartawan ABC Indonesia Sastra Wijaya seusai pertandingan, Priska Nugroho mengatakan dia sempat unggul 2-0 di set ketiga namun tidak berhasil memanfaatkan keunggulan tersebut.

"Saya sempat unggul namun sayang kemudian kalah. Serve saya sedikit dibawah lawan." katanya.

Namun secara keseluruhan Priska mengatakan dia senang bisa mengikuti turnamen besar seperti Australia Terbuka.

Dia akan melanjutkan perjalanan tahun ini untuk mengikuti tiga turnamen grand slam lainya, Prancis Terbuka, Wimbledon dan AS Terbuka.

"Di sini saya sudah dapat banyak pengalaman. Turnamen seperti grandslam ini suasanya sangat berbeda dengan turnamen biasa. Jadi ini pengalaman baru bagi saya." katanya.

Di babak pertama, Priska mengalahkan petenis Korea Selatan Yeon Woo Ku, dalam tiga set, 6-3, 7-6, 6-4, dan di babak kedua mengalahkan unggulan keenam dari Amerika Serikat Lea Ma, 5-7, 6-3, 6-0.

Priska Nugroho bersama dua pelatih yang mendampiginya di Melbourne, Elbert Sie (kiri) dan Ryan Tanujoyo
Priska Nugroho bersama dua pelatih yang mendampiginya di Melbourne, Elbert Sie (kiri) dan Ryan Tanujoyo.

Menurut Priska, pengalaman di Australia Terbuka akan menjadi modal bagi pertandingan berikutnya, dimana tahun ini dia berharap akan masuk 10 besar peringkat junior di tunggal putri.

Peringkat Priska saat ini adalah 44 besar dunia.

"Turnamen Australia Terbuka ini merupakan yang paling lemah dari sisi peserta karena banyak petenis Eropa dan Amerika Serikat yang tidak datang." katanya.

Priska mengatakan pengalamannya di Australia Terbuka menyenangkan karena banyak hal baru yang dirasakannya.

"Ini pertandingan dengan wasit dan ball boys. Ini menyenangkan. Juga banyak fasilitas yang tersedia seperti tempat mandi es dan juga meja massage yang sangat membantu untuk menyegarkan pemain bagi pertandingan berikutnya." kata petenis kelahiran Jakarta tersebut.

Sementara ituk pelatih Priska, Ryan Tanujoyo juga menyayangkan Priska gagal memanfaatkan keunggulan di set ketiga untuk menang.

"Di set ketiga ini Priska memiliki kesempatan beberapa kali mencapai game point, namun sayang tidak berhasil menggunakan momentum untuk mendapatkan angka." katanya.

"Setelah itu momentumnya hilang, dan lawan bisa membalikkan keadaan."

Menurut Ryan, Priska memiliki kemampuan teknik yang tidak berbeda dari lawan-lawannya di turnamen Australia Terbuka ini.

"Lawannya hari ini juga sudah berpengalaman karena berasal dari Eropa, sehingga sudah banyak memiliki pengalaman main di Eropa."

Priska ketika bermain di Melbourne Park hari Rabu (23/1/2019)
Priska ketika bermain di Melbourne Park hari Rabu (23/1/2019)

Foto: Ryan Tanujoyio

Simak berita-berita ABC Indonesia lainnya di sini