ABC

Laba-laba di Perkotaan Lebih Besar Dibandingkan Laba-laba di Kota Kecil

Studi terbaru menunjukan bahwa laba-laba penenun bola emas (Nephila plumipes) yang tinggal di daerah perkotaan tumbuh lebih besar, lebih gemuk dan lebih baik reproduksinya  dibandingkan laba-laba sejenis yang tinggal di habitat asli mereka.
 

Penelitian yang dilaporkan dalam jurnal PLoS ONE, ini membantu para ilmuwan memahami mengapa beberapa hewan lebih baik tinggal di habitat manusia dibandingkan satwa lainnya.

"Laba-laba penenun emas umum dijumpai di Sydney dan benar-benar menyukai tinggal di daerah perkotaan. Saya ingin mengetahui apa yang membuat hewan itu tertarik tinggal di kota dan apa pengaruh kehadiran mereka bagi wilayah perkotaan,” kata penulis studi tersebut Elizabeth Lowe dari Universitas Sydney.

Lowe dan koleganya mendapati kalau laba-laba yang tinggal di perkotaan memiliki berat badan sekitar 3 gram, sementara laba-laba yang tinggal di lokasi yang lebih terpencil hanya memiliki berat badan sekitar 1 atau 2 gram saja,”

"Kami kira ini hasil dari meningkatnya temperatur, memanasnya tanah di perkotaan dan karena ada lebih banyak tersedianya mangsa yang mereka bisa makan,” kata Lowe.

Menghangatnya suhu daratan di wilayah perkotaan terjadi karena sinar matahari membuat permukaan keras seperti jalanan, bangunan menjadi menghangat sehingga suhu udara meningkat dan juga menjaga lingkungan di perkotaan tetap hangat di malam hari.

"Karena laba-laba adalah satwa berdarah dingin, maka semakin hangat sebuah lingkungan maka semakin banyak energi yang dibutuhkan untuk tumbuh dan menjadi lebih besar,” paparnya.

"Selain itu juga di kota ada banyak sampah yang menarik perhatian lalat, begitu juga di  kota ada banyak sinar lampu yang menarik serangga di malam hari. Semua itu menambah banyak ketersediaan makanan untuk laba-laba,”

Makin sedikit vegetasi, laba-laba makin besar

Penulis dalam riset  ini menganalisa tingkat urbanisasi di sejumlah kawasan dari mulai Kebun Raya yang berada di  tengah-tengah Kota Sydney, hingga taman kecil yang berada di pinggiran kota dan juga semak-semak di kota kecil.

Peneliti melihat ada sejumlah variable yang meliputi rasio vegetasi dibanding bangunan beton, jarak ke pusat kota, dan kondisi sosial ekonomi seperti tingkat kepadatan penduduk dan pendapatan rata-rata.

Daerah yang  makmur cenderung memiliki pengelolaan taman dan vegetasi alami lain yang lebih baik,” kata Lowe.
 
Mereka mengumpulkan laba-laba penenun emas dari setiap situs dan diukur ukuran tubuh, cadangan lemak, dan berat ovarium.
 
"Semakin sedikit vegetasi, semakin banyak bangunan beton, semakin besar laba-laba dapatkan."

Lowe menjelaskan laba-laba penenun emas sebagai pengekploitasi kawasan perkotana yang hidup lebih baik hidup di sekitar manusia.

Temuan ini menurut Lowe memberi peluang bagi manusia untuk menciptakan kawasan di dalam wilayah perkotaan  yang dapat  mendorong keanekaragaman hayati.