ABC

Korban Pelecehan Seksual oleh Pria yang Dikenal di Halte Bus

Seorang pria Canberra telah mengaku berhasil mendapatkan kepercayaan dari empat remaja dengan mengantarkan mereka ke tempat pesta dan membelikan alkohol dan narkoba, sebelum akhirnya memperkosa mereka di rumahnya.

Sunil Premanath Batagoda, 62 tahun, membina persahabatan dengan seorang gadis berusia 14 dan 15 tahun dengan memberi mereka tumpangan dan merokok ganja dengan mereka di sebuah halte bus di pusat kota Canberra.

Dia pertama kali bertemu dengan tiga gadis tersebut di persimpangan Civic pada bulan Agustus 2016, dan mengantarkan mereka pulang setelah mereka meminta uang untuk naik bus.

Setelah itu Sunil Premanath Batagoda secara teratur menjemput gadis-gadis itu dari pesta, kota atau rumah mereka dan mengantarkan mereka berkeliling.

Dia akan memberi mereka uang dan membelikan mereka ganja, rokok, makanan dan alkohol.

Batagoda juga sering membawa gadis-gadis itu ke rumahnya di Page, di sebelah utara Canberra, memberi mereka ganja dan alkohol.

Dia secara seksual menyerang keempat gadis itu dalam banyak kesempatan, hampir selalu dilakukan di rumahnya.

Selama beberapa serangan tersebut, gadis-gadis tersebut melihat Batagoda berusaha merekam aksi mereka di ponsel-nya.

Terungkap berkat unggahan di video Facebook

Di Pengadilan Tinggi Wilayah Ibukota Australia (ACT) pada hari Senin (30/10/2017), Batagoda mengaku bersalah atas lima tuduhan terkait dengan serangan seksual, termasuk empat tuduhan pemerkosaan terhadap seorang anak di bawah 16 tahun, dan satu tuduhan melakukan tindakan tidak senonoh terhadap seseorang yang berusia di bawah 16 tahun.

Kejahatan ini terungkap setelah salah satu ayah dari anak perempuan tersebut menghubungi polisi.

Menurut dokumen pengadilan, ayah anak perempuan itu mengatakan kepada seorang polisi bahwa dia telah melihat sebuah video di halaman Facebook putrinya yang berisi seorang gadis muda -yang dia tidak percaya baru berusia 18 tahun -tengah berhubungan seks dengan pria berkulit gelap yang lebih tua.

Dia percaya nama pria itu "Sunil", setelah mendengar putrinya menyebutkan namanya.

Batagoda pada hari Senin (30/10/2017) mengaku bersalah atas lima tuntutan di Pengadilan Tinggi ACT dan akan dijatuhi hukuman pada 19 Februari.

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini.