ABC

Koalisi potong anggaran lembaga riset teknologi ternama Australia

Pengumuman kebijakan pemotongan anggaran yang akan dilakukan Partai Oposisi jika memenangkan Pemilu Federal Australia Sabtu depan membuat sejumlah lembaga yang selama ini mendapat kucuran dana dari pemerintah federal resah..

Salah satu lembaga yang mengungkapkan kekhawatirannya adalah Lembaga riset teknologi ternama Australia - National ICT  Australia (NICTA).

Pengelola lembaga ini mengaku terkejut dengan kebijakan anggaran yang diajukan Partai Koalisi.

Mereka khawatir kegiatan riset teknologi yang selama ini didanai pemerintah federal,  negara bagian dan Badan Riset Australia (ARC) akan ikut terdampak dengan pemotongan anggaran tersebut

Apalagi lembaganya mempekerjakan sekitar 580 peneliti, staf teknis dan professional.

Dr. John Parker, CEO dari Saluda Medical, salah satu anak perusahaan NICTA mengatakan pendanaan dari pemerintah sangat penting bagi kelanjutan riset dilembaganya.

Ia yakin tanpa NICTA, alat teknologi untuk menghilangkan nyeri kronis yang sedang dikembangkan perusahaannya tidak akan selesai diciptakan.

"Percobaan  NICTA belum lama berjalan, jadi kami masih sangat memerlukan dukungan pendanaan,"katanya.

Dr. Parker yang pernah bekerja sebagai kepala riset dan pembangunan untuk Cochlear, perusahaan yang mempelopori pengembangan telinga bionic.

"Hasil karya yang diciptakan institusi seperti NICTA belum tentu terealisasi dalam satu decade, terkadang baru bisa terealisasi dalam periode yang lebih lama," katanya.

"Baru setelah itu anda bisa menengok ke belakang dan melihat apa yang sebenarnya sedang kami ciptakan."

NICTA adalah salah satu mitra utama dalam proyek pembuatan mata bionik, riset yang mengembangkan alat-alat elektrik yang mampu memproses teknik penglihatan.

Lembaga ini juga pernah mengembangkan sistem operasi handal yang telah digunakan di 1,5 milyar ponsel di seluruh dunia.

Tahun ini NICTA menerima bantuan dana AUS$42 juta untuk mendukung pengamanan riset mereka hingga pertengahan tahun 2016.

Menanggapi kekhawatiran ini, juru bicara Turnbull mengatakan koalisi tetap mendukung riset yang dilakukan oleh NICTA.

"Kita berharap mereka bisa mengakses tambahan pendanaan melalui Badan Riset Australia (ARC)," katanya.