ABC

Kisah Sukses Pembuat Keju Kambing Satu-Satunya di Queensland

Memeluk domba merupakan salah satu rahasia dibalik keberhasilan pembuat keju domba satu-satunya di Queensland.

Di Kota Scenic Rim, yang terletak di sebelah barat jalur kereta api antar negara bagian, Carolyn Davidson menjadi ibu kesayangan bagi sekitar 300 ekor domba miliknya yang memiliki kepribadian berbeda.
 
Davidson mengelola pertenakan pembuat keju domba satu-satunya di Queensland.
 
Berasal dari peternak domba merino generasi ketiga, Davidson bersikeras kalau peternakan domba sudah mengalir dalam darahnya, tapi Ia menjadi orang pertama dalam keluarganya yang memutuskan menjadi pembuat keju.
 
"Ketika Saya memutuskan menjadi pembuat keju, saya selalu ingin membuat keju dari domba, tapi kemudian saya mendapati kalau domba tidak cocok untuk dijadikan hewan perah...baru kemudian Saya teringat dengan kambing Awassi," tuturnya.
 
Kambing atau domba Awassi dikenal sebagai domba yang lebih berorientasi pada manusia setelah melewati sejarah panjang dibesarkan dalam lingkungan berpindah-pindah,”
 
Davidson mengatakan interaksi dengan manusia, dimana termasuk didalamnya sering membelai domba, memberi nama dan menunjukan kasih dan sayang, membuat kambing/domba Awassi menjadi lebih sabar ketika diperah susunya,”
 
"Jika Anda mengangkat domba Awassi yang batu lahir, mereka pasti akan sangat manja kepada Anda,” katanya.
 
Daya tarik memeluk domba berbulu ini terbukti menguntungkan.
 
"Ternyata ada banyak orang yang bersedia membayar untuk datang ke peternakan saya dan memeluk bayi domba kami,” kata Davidson.
 
"Bisnis kami agri-tourism jadi ada banyak bus yangdatang ke peternakan ini. Tentu saja awalnya yang ingin mereka lakukan adalah memeluk domba-domba,”
 
"Mereka harus menberi domba itu dengan setu botol susu dan kita berharap sebelum pulang mereka akan membeli kejua buatan saya terlebih dahulu.
 
Di peternakannya, Davidson memilik untuk tidak memisahkan anak domba dengan induknya, bahkan ketika ibunya tengah di perah.
 
Domba-domba itu akan dijaga oleh induknya selama 6 bulan sebelum akhirnya disapih.
 
"Kita hanya memerah sapinya sekali dalam satu hari, dan itu memungkinkan domba untuk tetap bersama dengan induknya,”
 
Meskipun keju domba pembuatannya sama dengan pebuatan keju dari sapi, namun menurut Davidson ada perbedaan penting dalam melakukamua.
 
"Anda bisa mendapatkan 40 liter susu dari sapi, sementara seekor domba haya satu liter saja,” katanya.
 
"Keju domba memiliki kandungan protein 3 kali lebih tinggi, namun keunggulan yang paling utama adalah dia memiliki kandungan lemak tidak jenuh ditambah lagi susu yang sangat lezat,”
 
Meski sejak kecil dia tinggal dikelilingi oleh domba, namun Davidson mengaku hingga kini dia masih mencintai binatang tersebut.
 
"Anda mungkin mendengar Ada yang bilang domba itu hewan yang bodoh, tapi itu tidak benar, bukan domba yang bodoh, tapi orang yang bekerja dengan domba saja yang tidak paham satwa yang satu ini,” tegasnya.