ABC

Kisah Anak Adopsi Asal Vietnam Temukan Keluarganya

Setelah mendarat di Bandara Udara Ho Chi Minh City, wanita asal Adelaide, Chantal Doecke bertanya pada dirinya sendiri: "Dimana kamu ibu?"

Ini merupakan perjalanan penuh emosi bagi perempuan berusia 41 tahun tersebut untuk menemukan keluarga yang tidak pernah dia temui dan berhubungan dengan negara dimana dia tidak pernah tinggal sebelumnya.
Pada April, 1975, Doecke merupakan satu dari 3000 bayi dan anak baru lahir yang dibawa kedalam pesawat dan diterbangkan keluar Saigon sebagai bagian dari Operation Babylift, yang berlangsung pada hari-hari berakhirnya Perang Vietnam.

Chantal Doecke, bayi perang Vietnam ketika masih anak-anak.
Chantal Doecke diadopsi oleh pasangan Australia setelah Perang Vietnam berakhir.

Supplied


Banyak yang ditempatkan di kotak seperti kotak sepatu diatas bangku pesawat dan diterbangkan ke negara-negara termasuk Amerika, Kanada dan Perancis.
Doecke diadopsi di Australia oleh pasangan dari Adelaide, dimana dia sampai saat ini masih tinggal disana.
Selama bertahun-tahun dia mencari-cari siapa orang tua biologis dan suadaranya. Dan sekarang, sambil bertarung melawan kanker ovarium setelah didiagnosis awal tahun ini, Doecke memperbaharui usahanya dengan semangat.
"Ketika saya terbang ke Saigon, saya menangis dan saya mengatakan 'aku pulang, aku pulang sekarang'," kata Doecke kepada ABC.
"Dan aku berkata ... untuk diriku sendiri, dengan suara keras, diam-diam, 'Di mana Anda ibu? Apakah kamu ada disini di suatu tempat'."

Pekan lalu, Doecke datang bertatap muka dengan saudara kandungnya untuk pertama kali dalam hidupnya.
Tes DNA membuktikan Thai Tho merupakan sepupu kedua atau ketiganya dan mereka bertemu di sebuah lobi hotel di Kota Ho Chi Minh.
"Benar-benar sulit menggambarkan bagaimana perasaaan saya ketika dia datang, tapi ia memiliki senyum paling menakjubkan dan kami hanya saling berpelukan," katanya.
"Dia duduk di sana ... di sebelah saya dan saya sedang mempelajari wajahnya dan memandang dia dan, Anda tahu, kami benar-benar memiliki mata yang sama.

Chantal Doecke dan Thai Tho
Lebih dari 40 tahun setelah meninggalkan Vietnam, Chantal Doecke akhirnya bertemu dengan kerabat satu darahnya, Thai Tho.

Supplied

Pekan lalu, Doecke datang bertatap muka dengan saudara kandungnya untuk pertama kali dalam hidupnya.
Tes DNA membuktikan Thai Tho merupakan sepupu kedua atau ketiganya dan mereka bertemu di sebuah lobi hotel di Kota Ho Chi Minh.
"Benar-benar sulit menggambarkan bagaimana perasaaan saya ketika dia datang, tapi ia memiliki senyum paling menakjubkan dan kami hanya saling berpelukan," katanya.
"Dia duduk di sana ... di sebelah saya dan saya sedang mempelajari wajahnya dan memandang dia dan, Anda tahu, kami benar-benar memiliki mata yang sama.

Thai Tho adalah anak adopsi Vietnam yang juga mencari keluarganya dengan bantuan DNA, yang memungkinkan mengetahui persamaan dengan Doecke.
Doecke akhirnya memilih melakukan tes DNA tahun lalu dan menerima 12 persamaan yang positif dalam waktu tiga bulan.
Thai Tho adalah yang paling dekat.
"Saya selalu mengatakan, tidak akan masalah jika itu adalah paman atau sepupu, itu tidak masalah bagi saya dan sampai sekarang pun masih tidak menjadi masalah," katanya.
"Saya senang bahwa saya telah bertemu dengannya dan seandainya saja saya bisa menghabiskan lebih banyak waktu bersamanya dan saya berharap saya telah menghabiskan lebih lama dengan dia sekarang."
Ibu dari empat anak kini telah menyewa seorang detektif swasta untuk membantunya menggali lebih dalam warisan dan mencoba untuk menemukan orang tua kandungnya.
"Perasaan saya rasanya seperti tidak percaya bisa berjalan-jalan di negara kelahiran Anda dan bisa melihat wajah mereka dan kemudian pergi, wow pasti ada lebih banyak kerabat yang saya miliki disini atau wanita yang baru saja membeli syal off, dia bisa jadi bibi saya - dia benar-benar bisa merupakan ibu saya, "katanya.
Doecke mengatakan jika ia berhasil mengatasi kankernya, dia berharap suatu hari dia bisa hidup di Vietnam.
"Kalau diri saya akan baik-baik saja, saya akan tinggal di sana satu hari dan itu hal yang perlu saya lakukan," katanya.

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini.

Diterjemahkan pada pukul 17:15 WIb, 21/9/2016, oleh Iffah Nur Arifah.