ABC

Kini Ada Kerudung Khusus Bagi Penggemar Aussie Footy Berjilbab

Olahraga khas Australia, Aussie rules football, atau dikenal dengan istilah footy semakin digemari di kalangan imigran Australia dengan beragam latar belakang. Termasuk bagi mereka yang memeluk agama Islam. Bahkan kini ada kerudung khusus bagi suporter yang menggunakan hijab.

Shanaaz Copeland adalah desainer awal kerudung khusus bagi para Muslimah supporter footy.

Ia pun cerdas membaca situasi jika semakin banyak kalangan pendatang di Australia yang menyukai olahraga yang menggabungkan sepak bola dan rugby ini.

Kerudung ini, seperti kerudung biasanya, adalah selembar kain lebar yang hanya saja bercorak warna-warni dan tak ketinggalan logo dari tiap-tiap tim footy.

Jilbab dengan lambang Collingwood, burung murai (Foto: Facebook, Shanaaz Copeland)
Inspirasi untuk mendesain kerudung footy ini ia dapatkan dari anaknya sendiri.
Seperti yang dikutip koran Herald Sun di Melbourne, suatu hari ia melihat anaknya yang menggunakan kerudung sedang memakai sweater dari tim kesayangannya. Dari sinilah ia ingin membuat sesuatu yang bisa memudahkan bagi para Muslimah penggemar footy
Dari halaman Facebook Program Multikultural AFL, disebutkan kerudung ini sudah mulai dijual sejak hari Senin  (14/07) dan sudah mendapatkan persetujuan dari pihak Australia Football League (AFL) untuk dijual kepada khalayak umum.
Pengumuman ini pun mendapat sambutan dari banyak pengikut halaman Facebook tersebut, meski ada pula yang khawatir kalau unsur agama akan dibawa-dibawa ke olahraga cabang ini.
Kerudung bagi pendukung klab Essendon (Foto: Facebook, Shanaaz Copeland)
Copeland pun telah mematenkan desain kerudung footy-nya. Desainnya disebut-sebut  bisa digunakan dengan gaya apapun sesuai selera dari pemakainya.
Perusahaan miliknya berbasis di kota Melbourne. Pada tahun 2011, ia hanya membuat kerudung sejumlah klub footy, seperti St Kilda, Essedon, Collingwood, Hawthorn dan Port Adelaide, dengan jumlah yang terbatas.

Footy di Australia dianggap telah menjadi permainan olahraga yang mulai mendunia. Koran mingguan The Weekly Review membahas soal ini sebagai cerita utamanya hari ini (17/07).

Dikutip dari koran tersebut, "footy telah mempersatukan orang-orang dan memecahkan persoalan sosial..."