ABC

Ketika Kucing-Kucing Terlantar Berpose di Depan Kamera

Saat berusia tujuh tahun, fotografer Carli Davidson berkesempatan mengunjungi penampungan hewan, ia lalu jatuh hati pada seekor bayi harimau.

Menyadari bahwa hal itu tak mungkin dilakukan, ia akhirnya memelihara hewan yang tak kalah lucu: seekor kucing kuning yang ia namai persis seperti pegulat favoritnya, Hulk Hogan.

Hogan-lah yang memulai ketertarikan Carli pada kucing dan hewan pada umumnya, sesuatu yang ia miliki sejak menjalani karir sukses sebagai seorang fotografer satwa liar.

Lorax difoto dengan kondisi bulunya yang sedang ‘berdiri’. (Foto: Harper Collins)
Lorax difoto dengan kondisi bulunya yang sedang ‘berdiri’. (Foto: Harper Collins)

Buku terbarunya, ‘Shake Cats’, mengikuti keberhasilan ‘Shake Dogs’ dan ‘Shake Puppies’.

Idenya sederhana: foto close-up, foto potret dari hewan yang tengah bergoyang, mencoba untuk mengeringkan diri.

Carli, seorang aktivis pecinta kucing, menemukan subjek fotonya dari tiga tempat penampungan hewan yang berbeda di Portland, kota di mana ia tinggal di AS.

Kebanyakan adalah kucing buangan, dan beberapa memiliki diabetes atau Virus Immunodefisiensi Feline, yang keduanya sering menghambat kucing untuk diadopsi, meski pada kenyataannya mereka bisa dirawat dengan obat-obatan dan makanan yang baik.

Yushi, kucing peliharaan Carli Davidson, difoto untuk bukunya yang berjudul ‘Shake Cats’. (Foto: Harper Collins)
Yushi, kucing peliharaan Carli Davidson, difoto untuk bukunya yang berjudul ‘Shake Cats’. (Foto: Harper Collins)

Lebih dari 20.000 kucing yang diterima oleh lembaga perlindungan hewan ‘RSPCA’ pada tahun 2012-13 - atau sekitar 40% - disuntik mati (menurut data lembaga tersebut).

Di AS, Carli mengatakan, jumlahnya sekitar 1 juta ekor, dan masalahnya adalah kelebihan populasi.

"Setelah bekerja dengan kucing-kucing yang luar biasa dan beragam, saya diingatkan bahwa sebagai manusia, kita hidup dengan tanggung jawab untuk memastikan bahwa mereka memiliki tempat serta suara dalam masyarakat kita," tulisnya dalam pendahuluan sebuah buku, yang diterbitkan awal November ini.

"Saya tak bisa cukup menekankan betapa pentingnya mengadopsi, mensterilisasi dan memandulkan para kucing," ungkap Carli.

Jaz, salah satu kucing yang dipotret untuk buku ciptaan fotografer Carli Davidson, ‘Shake Cats’. (Foto: Harper Collins)
Jaz, salah satu kucing yang dipotret untuk buku ciptaan fotografer Carli Davidson, ‘Shake Cats’. (Foto: Harper Collins)

Ia mengatakan, sebagian isi bukunya, yang menampilkan lebih dari 100 foto, akan disumbangkan ke tempat penampungan yang mendukung proyek tersebut.

Fotografer Carli Davidson memotret seekor kucing yang tengah mengibaskan air dari tubuhnya. (Foto: Harper Collins)
Fotografer Carli Davidson memotret seekor kucing yang tengah mengibaskan air dari tubuhnya. (Foto: Harper Collins)

 

Binx, salah satu kucing yang juga dipotret untuk buku ‘Shake Cats’. (Foto: Harper Collins)
Binx, salah satu kucing yang juga dipotret untuk buku ‘Shake Cats’. (Foto: Harper Collins)

 

Fotografer Carli Davidson bermain dengan subyek fotonya selama pemotretan. (Foto: Harper Collins)
Fotografer Carli Davidson bermain dengan subyek fotonya selama pemotretan. (Foto: Harper Collins)

 

Lil Bub, bergerak penuh tenaga dalam sesi foto yang dilakukan untuk buku Shae Cats karya Carli Davidson. (Foto: Harper Collins)
Lil Bub, bergerak penuh tenaga dalam sesi foto yang dilakukan untuk buku Shae Cats karya Carli Davidson. (Foto: Harper Collins)