ABC

Kesehatan Tentara Australia Kini Bisa Dipantau Lewat Aplikasi

Kesejahteraan fisik dan mental dari beberapa prajurit Queensland utara akan dipantau oleh aplikasi ponsel pintar sebagai bagian dari program uji coba Angkatan Darat Australia, yang berusaha untuk melindungi mereka terhadap cedera di masa depan.

Brigade Ke-3, yang berbasis di utara Queensland, telah memberi subyek untuk program ‘Kerangka Kinerja Manusia’, yang mencakup kegiatan seperti terjun payung, dan meminjam teknologi serta teknik dari klub-klub olahraga elit Australia.

Menggunakan aplikasi ponsel pintar, perwira senior bisa melacak kesejahteraan mental dan fisik para prajurit dan memungkinkan mereka untuk menyesuaikan program pelatihan.

Kopral Jeff Langdon, salah satu pelatih pribadi yang terlibat, mengatakan, tujuannya adalah untuk menjaga agar para prajurit bebas cedera.

"Alasan kami melakukannya [ini] adalah ... untuk membangun prajurit muda kami menjadi prajurit berfisik prima dan kuat yang tak akan terkena cedera," utara Jeff Langdon.

Para perwira senior bukannya baru dalam mengawasi kebugaran fisik para prajurit – antara tahun 2014-2015, 813 personel tentara dirawat karena masalah kesehatan mental.

Dan telah terjadi peningkatan dalam jumlah veteran dari Irak dan Afghanistan yang menderita gangguan stres pasca trauma (PTSD).

Padre Dan Cassidy, salah satu pemimpin program, mengatakan, program ini dirancang tak hanya untuk membantu tentara menghadapi tantangan fisik yang ekstrim, tetapi untuk memberikan mereka keterampilan untuk mengatasi pengalaman traumatis juga.

Ia menyebut, menguji tentara dalam lingkungan barak akan lebih baik menyiapkan tentara di masa depan, baik dalam pelatihan dan operasi lingkungan.

"Ketika kami bisa mendorong mereka dalam lingkungan barak, membuat mereka memikirkan secara kritis apa yang sebenarnya akan mereka masuki, itu akan mempersiapkan mereka jauh lebih baik daripada melemparkan mereka ke dalam situasi dan melihat bagaimana respon mereka," jelas Peter Cassidy.

Angkatan Darat juga memiliki rencana untuk memperluas program ini untuk menguji keterampilan pasukan dalam membuat keputusan selama masa perang, dengan meminta prajurit untuk bergulat dengan skenario yang sulit.

"Kami benar-benar ingin menambahkan komponen di sana yang menantang mereka dalam karakter dan etika," ujar Padre Cassidy.

"Itu bisa sesuatu mulai dari non-kombatan yang hadir di ruang operasi sebenarnya, dan mereka harus membuat keputusan cepat tentang cara untuk mengatasi dan mengakses situasinya," terangnya.

Informasi kunci:

• Program ini meminjam teknologi dan teknik dari klub-klub olahraga elit Australia

• Antara tahun 2014-2015, 813 personil tentara dirawat karena masalah kesehatan mental

• Organisasi veteran termotivasi oleh respon positif dari tentara yang terlibat uji coba

Program pendukung dari organisasi veteran

Organisasi pendukung veteran ‘Returned dan Services League’ (RSL) mengatakan, pihaknya mendukung program tersebut dan berharap hal itu akan membuat para veteran lebih sehat.

Wakil presiden RSL di Queensland, Ewan Cameron, mengatakan, saat tentara meninggalkan kesatuan dengan kondisi "tak prima", organisasi veteran-lah yang melayani mereka.

"Kami pikir, dengan berkontribusi terhadap program ketahanan diri, kami akan memiliki lebih banyak orang yang keluar dari layanan ini dengan kondisi baik," sebut Ewan Cameron.

Ewan mengatakan, ia termotivasi oleh respon yang diterimanya dari prajurit yang telah ambil bagian dalam program ini.

"Brigade Ke-3 baru saja menyelesaikan program 10-hari pertama dan menyenangkan untuk berada di sana pada hari terakhir," ungkapnya.

Ia menceritakan, "[Untuk] melihat para prajurit dan apa yang mereka berhasil capai, cara mereka memandang diri mereka sendiri dan harapan mereka untuk masa depan mereka."

Jika berhasil, Angkatan Darat mengatakan, akan menggelar program ini di seluruh Australia.

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

Diterjemahkan: 17:10 WIB 30/08/2016 oleh Nurina Savitri.