ABC

Kerjasama Kepala Sekolah Indonesia Australia Semakin Meningkat

Kerjasama untuk meningkatkan kapasitas kepala sekolah dan pengawas sekolah Indonesia yang dilakukan oleh Monash University dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) semakin terjalin dengan beberapa kegiatan di kedua negara.

Salah satunya adalah kunjungan Profesor Allie Clemans dari Fakultas Pendidikan Monash University ke Jakarta tanggal 16 Novvember lalu untuk menjadi pemateri dalam simposium peningkatan kapasitas kepala sekolah dan pengawas sekolah di hotel Millenium Jakarta.

Pelatihan yang diikuti lebih dari 100 kepala sekolah berprestasi dari 34 provinsi di Indonesia bertujuan untuk mendiskusikan praktik baik dan tantangan mengenai kepemimpinan sekolah di Australia dan Indonesia.

Sebagai pembicara dari Australia, Allie menggunakan metafor ‘jembatan’ untuk mengajak kepala sekolah Indonesia memahami praktik baik dan tantangan menjadi kepala sekolah di Australia.

Dalam paparannya, Allie mengajak peserta untuk memahami lima elemen dasar kepemimpinan di sekolah yaitu memimpin pembelajaran dan pengajaran; mempimpin diri sendiri dan orang lain; mempimpin peningkatan dan inovasi sekolah; memimpin manajemen sekolah, melibatkan dan bekerja sama dengan komunitas.

Menurut Agus Mutohar seorang mahasiswa Phd asal Indonesia yang menjadi bagian dari tim pengembang kerjasama tersebut, kegiatan simposium ini merupakan tindak lanjut dari jalinan kerjasama antara Fakultas Pendidikan Monash University dan Kemdikbud yang telah mengirimkan 20 kepala sekolah dan pengawas sekolah untuk mengikuti program pembelajaran professional di Melbourne dari 25 September-3 Oktober 2017.

"Selain mendapatkan materi dari para akademisi dan praktisi, kepala sekolah Indonesia tersebut mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke beberapa sekolah di Melbourne seperti Cauffield Grammar School, sekolah yang mengembangkan pembangunan wawasan global sebagai inti dari pembelajaran." kata Agus Mutohar kepada wartawan ABC Sastra Wijaya hari Selasa (21/11/2017).

Dalam kunjungan ini hadir juga Bambang Winarji, Direktur Pembinaan Tengara Pendidikan di Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah yang mengatakan pentingnya peningkatan kapasitas kepala sekolah di Indonesia.

“Peningkatan kapasitas kepala dan pengawas sekolah menjadi program utama bagi kami di Kementrian karena peran sentral kepala sekolah yang mempunyai peran strategis untuk melakukan perubahan positif di sekolah." kata Bambang Winarji.

Kepala sekolah dan pengawas sekolah berfoto bersama dengan wakil kepala sekolah Caulfield Grammar School.
Kepala sekolah dan pengawas sekolah berfoto bersama dengan wakil kepala sekolah Caulfield Grammar School.

Foto: Istimewa

Kepala Sekolah Australia Kunjungi Sekolah Indonesia

Selain kunjungan kepala sekolah Indonesia ke Australia, bentuk kerjasama lain adalah kunjungan kepala sekolah asal Australia ke Indonesia yang akan dilakukan kepala sekolah Point Cook College (Victoria) Frank Vetere yang akan mengunjungi sekolah-sekolah Indonesia sekaligus akan berbagi kepada lebih dari 1000 guru yang akan menghadiri hari guru nasional 25 November di Jakarta.

Frank Vetere yang menjadi salah satu pemateri dalam pelatihan kepala sekolah di Monash University memiliki kerjasama dengan beberapa sekolah di Indonesia seperti SMPN 1 Singaraja, Bali.

Kepala sekolah yang memiliki slogan “menciptakan masa depan sekarang” tersebut berniat mengembangkan kolaborasi dengan kepala sekolah di Indonesia.

“Saya kira baik di Australia maupun di Indonesia, kepala sekolah memiliki peluang dan tantangan tersendiri yang bisa jadi berkaitan sehingga perlu mengembangkan jalinan kerjasama ini untuk saling belajar satu sama lain. Kolaborasi lintas negara ini juga sangat penting sebagai sarana pengembangan wawasan global.”, jelas Anies Muctiany, Kasubdit di Dierktorat Pembinaan Tenaga Pendidikan Dikdasmen.

Dalam kesempatan simposium kepala sekolah dan pengawas sekolah di Jakarta juga disepakati kerjasama peningkatan kapasitas kepala sekolah dan pengawas sekolah dalam bentuk imersi kepala sekolah Australia dan Indonesia di tahun depan.
Menurut Agus Mutohar mengutip para pejabat Kemdikbud Indonesia, program pengiriman kepala sekolah ini diharapkan nantinya membuat mereka membagikan apa yang sudah dipelajari kepada kepala sekolah lain di Indonesia.

"Indonesia mempunyai 250 ribu kepala sekolah dan model kolaborasi praktik baik oleh 'experienced school leader' kepada koleganya menjadi salah satu usaha untuk mengakselerasi mutu kepala sekolah di Indonesia" " kata Agus mengutip Anies Muctiany Kasubdit di Direktorat Pembinaan Tenaga Pendidikan Dikdasmen.