ABC

Keluarga Australia Selamat Dari Usaha Perampokan di PNG

Sebuah keluarga asal Australia berhasil menyelamatkan diri dari usaha perampokan di Papua Nugini.

Roxy Steljic dan keluarganya sedang melakukan perjalanan dari Sogeri, sebuah kota tidak jauh dari ibukota PNG Port Moresby hari Minggu ketika muncul sebuah mobil yang kemudian menghadang mobil mereka yang diperkirakan sebagai usaha melakukan perampokan.

Rekaman dari kamera di dalam mobil tersebut yang kemudian disebarkan di Facebook menunjukkan keluarga tersebut sedang mengendarai di jalan sempit ketika sebuah mobil melaju kencang di depan mereka.

Tidak lama kemudian mobil tersebut berhenti di tengah jalan dengan menyimpang di tengah jalan.

Beberapa orang kemudian keluar dari mobil tersebut dan hendak mengejar mobil keluarga Steljic.

"Kelompok itu memiliki senjata, tongkat dan satu diantara mereka mengenakan topeng." tulis Steljic di Facebook.

"Bagian pertama video tersebut menunjukkan usaha pertama mereka menyerang kami. Kami semula berpikir bahwa mereka adalah pengemudi yang mabuk."

"Namun kami kemudian jadi sadar dan itulah yang membuat kami bisa melarikan diri ketika serangan kedua terjadi."

Di saat beberapa orang itu hendak menghampiri mobil mereka, suami Steljic, Vladimir kemudian memundurkan kendaraan mereka.

Mobil keluarga Steljic ini juga bisa menghindari mobil kedua yang datang dari belakang, yang diperkirakan juga merupakan bagian dari komplotan.

"Anak-anak panik." kata Steljic.

Setelah berhasil menyelamatkan diri, keluarga ini melaporkan kejadian kepada polisi, dan Steljic mengatakan polisi sudah menindaklanjuti dengan mengetahui salah seorang pelakunya.

Menurut Departemen Luar Negeri Australia (DFAT) tingkat kriminal memang tinggi di sekitar kota Port Moresby, dengasn perampokan bersenjata, penyanderaan mobil dan perampokan rumah sering terjadi di daerah yang banyak warga asing.

DFAT menyarankan agar mereka yang berada di sana ketika berkendara mengunci mobil mereka dan menutup jendela.

Juga disarankan bila bepergian di malam hari melakukan dengan konvoi.

Parang, senjata api, dan senjata tajam lain sering digunakan dalam penyerangan, dan DFAT mengatakan tindak kriminal meningkat menjelang musim liburan Natal.

Lihar artikelnya dalam bahasa Inggris di sini