ABC

Kelompok Anti Vaksin Berusaha Kuasai dan Pengaruhi Pemerintahan Lokal di Australia

Suasananya cukup meriah di pasar akhir pekan yang digelar di salah satu daerah pinggiran Kota Melbourne, Australia. Ada produk organik, minyak aroma hingga kue-kue rumahan yang dijajakan.

Pemandangan di pasar Minggu di Frankston, sekitar 40 menit dari pusat kota Melbourne, tampak seperti pasar-pasar lain yang buka di hari Minggu.

Bedanya ada poster-poster anti-5G atau simbol bendera merah yang dipasang di sebuah aula.

Bendera merah ini sebenarnya bendera maritim Australia, namun belakangan menjadi simbol bagi orang-orang yang mendeklarasikan dirinya sebagai warga berdaulat, yang menolak keabsahan hukum positif di negara ini.

Kelompok yang menggelar kegiatan ini bernama 'My Place', didirikan oleh Darren Bergwerf, sebagai tempat pertemuan bagi mereka orang yang menolak vaksinasi COVID.

Darrenn menyatakan dirinya warga berdaulat, artinya dia tidak percaya keabsahan hukum dan lembaga pemerintahan Australia, meyakini teori konspirasi bahwa sebuah komplotan rahasia global sedang berusaha menghapuskan kebebasan sipil.

'My Place' dibentuk oleh Darren untuk "mendidik kembali" warga Australia, membangun masyarakat sendiri, sebagai persiapan menyambut "keruntuhan peradaban" yang tak terelakkan.

"Begitu orang mulai mengerti di mana kita berada saat ini dan apa yang terjadi, saya yakin akan banyak hal yang berubah," kata Darren  kepada ABC News.

"Kami bukan kelompok yang memecah-belah; kami berusaha menyatukan masyarakat."

'My Place' mungkin tampak seperti kelompok masyarakat biasa, tapi di balik layar, Darren banyak berbicara tentang "perang untuk kemanusiaan, perang yang harus dimenangkan".

November lalu, kelompok ini menghadirkan pembicara tamu Riccardo Bosi, mantan tentara pasukan khusus Australia, yang menyerukan politisi, petugas kesehatan, dan birokrat agar diberi hukuman gantung karena cara mereka menangani pandemi

Darren juga mendapat dukungan Riccardo Bosi, saat maju sebagai calon anggota legislatif dalam Pemilu Federal dan Pemilu Negara Bagian Victoria.

"Dia memiliki pandangannya; itu bukan pandangan saya," bantah Darren soal pernyataan Riccardo.

Sebelum ABC News datang ke pasar akhir pekan itu, Darren mengunggah teori konspirasi anti-Semit ke media sosial 'My Place'.

Saat ditanya soal ini, Darren mengecam aksi demontrasi kelompok neo-Nazi di Melbourne bulan lalu, tapi dia mempertanyakan adanya Holocaust, dengan alasan "Saya tidak ada di sana" saat kejadian.

Kemunculan kelompok seperti 'My Place' menimbulkan kekhawatiran pengamat ekstremisme dari Universitas Deakin, Dr Josh Roose.

"Mereka sangat mahir menggunakan bahasa kasih sayang, kesejahteraan, dan kepedulian terhadap orang lain dan masyarakat," ujarnya.

"

"Tapi bila kita menelisik kosakata dan bahasa yang digunakan, serta pemikiran konspirasi yang melatarbelakanginya, jelas ini adalah kelompok ekstrem," kata Dr Roose.

"

Keberadaan 'My Place' memang masih marjinal tapi terus berkembang. Sebuah analisis menunjukkan grup ini telah memiliki ribuan pengikut di media sosial di seluruh Australia.

Sebuah dokumen internal yang dilihat oleh ABC News menunjukkan rencana kelompok tersebut untuk menguasai pemerintahan lokal.

Ingin mengontrol pengambilan keputusan

Pemerintahan lokal atau disebut Council telah menjadi fokus para pengikut teori konspirasi di seluruh Australia dalam beberapa bulan terakhir.

Di Australia Selatan, misalnya, polisi terpaksa didatangkan karena aksi demonstrasi, sementara pertemuan Yarra Ranges Council di Victoria dihentikan karena gangguan dari kelompok seperti ini.

Protes mereka mengusung gerakan dan isu yang berbeda, tapi umumnya terkait dengan misinformasi, menuding pemerintahan lokal sebagai bagian upaya global untuk membatasi hak-hak masyarakat, misalnya melalui perencanaan kota.

Pengamat dari Universitas Queensland Profesor Katharine Gelber mengatakan teori konspirasi modern menyebar dengan cepat melalui amplifikasi di media sosial.

"Seluruh model bisnis perusahaan media sosial didasarkan pada algoritme akan membuat seseorang mengklik lebih banyak," katanya.

"Artinya mereka diberi materi informasi yang membuat mereka marah; membuat mereka tidak puas dan tidak nyaman," tambahnya.

Sebuah dokumen 'My Place' mendorong cabang-cabangnya untuk membuat "kelompok aksi Dewan Kota", yang berperan menghadiri rapat-rapat pemerintahan lokal dengan tujuan mengendalikan keputusan Dewan Kota atau 'Council'.

Darren sendiri mengaku "terpilih" sebagai "Walikota Pemerintahan Rakyat Frankston", sementara Frankston Council yang dihubungi ABC News menolak berkomentar.

Pengaruhnya mulai terlihat

Jauh dari Frankston, di daerah Hunter Valley di negara bagian New South Wales, kehadiran kelompok 'My Place' mulai berpengaruh.

Pada pertemuan Cessnock Council bulan lalu, seorang anggota Council Jessica Jurd, mengajukan mosi yang sebelumnya telah dipromosikan oleh kelompok My Place.

Councillor Jessica Jurd mengaku dia tidak tahu-menahu atau menjadi bagian dari kelompok My Place.

"Saya ini orang baik yang datang ke rapat Council dan mengajukan pertanyaan yang bisa saya ajukan," katanya.

Darren mengaku tidak tahu apakah Councillor Jurd adalah anggota My Place tapi menegaskan bahwa politisi itu pernah berbicara dengan anggota My Place sebelumnya.

"Dia melakukan kontak lewat Zoom menjelaskan bagaimana kita harus mendekati Council dan memberikan gambaran tentang usulan yang akan berhasil dan yang pasti tidak akan berhasil," jelas Darren.

Menurut Profesor Katharine Gelber, fokus kelompok 'My Place' pada pemerintahan lokal ini mengkhawatirkan.

"Kita harus khawatir jika orang-orang seperti ini menargetkan pemerintahan, apakah itu lokal, negara bagian, teritori, atau federal," katanya.

Sementara Dr Josh Roose mengatakan pemerintah lokal perlu mengetahui tujuan kelompok seperti itu.

"Apa yang kita lihat di sini adalah gerakan yang secara politis cukup ekstrem dalam pandangannya," katanya.

Departemen Dalam Negeri Australia yang dihubungi terpisah menyatakan, "Prihatin dengan penyebaran misinformasi dan disinformasi secara online, terutama yang mempengaruhi keamanan nasional Australia, nilai-nilai demokrasi, dan kohesi sosial."

Mengaku tercerahkan

Kembali ke pasar akhir pekan di Frankston, mereka yang datang ke sana ingin menekankan jika mereka hanyalah warga masyarakat biasa yang peduli dengan masa depan negara ini.

Salah satunya Gail Ash, 71 tahun.

Sejak bergabung dengan 'My Place' sekitar 14 bulan lalu, dia aktif jadi penyelenggara kegiatan dan mulai menghadiri rapat-rapat di Council di daerah tempat tinggalnya.

"Saya mempercayai semua yang pernah disampaikan, mempercayai pemerintah, mempercayai Council, namun setelah mendengarkan pembicara di sini dan belajar lebih banyak, saya merasa telah tercerahkan," katanya.

"Saya selalu datang ke rapat Council, karena saya ingin tahu. Saya aktif menanyai pejabat Council tentang tower 5G di daerah ini. Tapi mereka tidak bisa menjawab," kata Gail.


Diproduksi oleh Farid Ibrahim dari artikel ABC News yang selengkapnya dapat dibaca di sini