ABC

Kelelawar di New South Wales Diduga Terinfeksi Virus Serupa Rabies

Sepanjang tahun ini, lebih dari 140 orang telah digigit atau dicakar oleh kelelawar di negara bagian New South Wales (NSW), Australia, menempatkan mereka pada risiko penyakit serupa rabies.

Semua orang yang digigit atau dicakar kelelawar telah ditangani dengan program pencegahan vaksin untuk menghentikan kontraksi lyssavirus.

Dinas Kesehatan NSW mendesak masyarakat untuk memperlakukan setiap kelelawar seolah mereka membawa penyakit fatal karena tidak jelas "kelelawar mana yang terinfeksi".

Dinas tersebut menasehati setiap orang yang melakukan kontak dengan kelelawar untuk segera menemui dokter mereka.

"Semua orang yang digigit atau dicakar oleh kelelawar di Australia harus menjalani perawatan pencegahan," kata direktur penyakit menular Dinas Kesehatan NSW, Dr Vicky Sheppeard.

"Jika infeksi berkembang maka sudah terlambat untuk melakukan apapun untuk menyembuhkannya begitu infeksi dimulai."

Tiga orang telah meninggal akibat lyssavirus, antara tahun 1996 dan 2013, dan semuanya berasal dari negara bagian Queensland.

Vaksin ini mencakup satu periode dengan empat suntikan selama sebulan dan gratis.

Dinas Kesehatan NSW memperkirakan, jumlah orang yang digigit atau dicakar oleh kelelawar mencapai 200 pada akhir tahun karena November adalah musim kawin lokal.

"Inilah saatnya ketika kelelawar melahirkan bayi mereka dan orang cenderung menemukannya di tanah dan mencoba membantu mereka," kata Dr Sheppeard.

"Tapi mereka harus ingat mereka seharusnya tidak berhubungan dengan kelelawar manapun."

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.