ABC

Kekurangan Murid, Sekolah Katolik Berusia 146 Tahun di Melbourne Akan Ditutup

Karena kekurangan murid, salah satu sekolah Katolik khusus perempuan di Melbourne, Presentation College Windsor (PCW), akan ditutup tahun 2020. Pengumuman mendadak ini mengejutkan para siswa, orangtua dan guru.

PWC yang terletak di kawasan pemukiman Windsor, sekitar 7 km dari pusat kota Melbourne tersebut, didirikan 146 tahun lalu dan saat ini sekitar 700 murid perempuan bersekolah di sana.

Sekolah ini dikelola oleh Yayasan Susteran Presentation. Ketua yayasan Suster Maria Lazzaro dalam surat kepada orangtua murid mengatakan penutupan sekolah di akhir tahun 2020 disebabkan kurangnya murid yang mendaftar.

"Kajian menyeluruh di tahun 2002 dan 2018 menunjukkan bahwa murid yang akan mendaftar dalam 10 tahun mendatang tidak akan mencukupi untuk mempertahankan sekolah ini unutk bertahan menjadi sekolah Katolik yang sukses di abad 21."

A sign outside Presentation College Windsor calls for Year 7 enrolments for 2021.
Pengumuman ini masih dipasang untuk penerimaan murid di tahun 2020.

ABC News: James Hancock

Berita ini mengejutkan kalangan orangtua yang akan memasukkan anak mereka ke sana di tahun 2021. Selain itu belasan guru juga terancam kehilangan pekerjaan.

Menteri Utama negara bagian Victoria Daniel Andrews menyatakan pemerintah tidak akan campur tangan atas masalah ini. Dia menyebut ini adalah urusan Kantor Pendidikan Katolik.

Dalam sistem pendidikan di Australia ada tiga jenis sekolah yang memiliki sistem pembayaran yang berbeda.

Sekolah negeri paling murah karena mendapat subsidi besar dari pemerintah negara bagian, sekolah Katolik dengan uang sekolah rerata lebih mahal dibandingkan sekolah negeri namun lebih murah dibandingkan sekolah swasta Kristen dan yang lain.

Sekolah swasta lain lebih mahal

Sam Baker yang putrinya belajar di Kelas 8 mengatakan keputusan dari sekolah sangat mengejutkan.

"Kami tidak pernah diberitahu sebelumnya mengenai kemungkinan akan ditutup. Ini semua berita baru bagi kami," katanya.

Dia mengatakan bahwa mereka memilih bersekolah di PCW karena jumlah muridnya tidak terlalu banyak.

"Kami tidak tahu kemana kami akan pindah. Semua sekolah Katolik di kawasan ini sudah penuh dan melebihi kapasitas."

Stieve De Lance ibu dari putri yang sekarang di kelas 10 mengatakan putrinya sedang menentukan subjek yang akan dipelajari di Kelas 11 dan 12, hal yang sangat penting menentukan nilai kelulusan di Kelas 12.

An open gate to the Presentation College buildings bears a sign reading 'Presentation Convent Visiting Hours 9-5'.
Yayasan Presentation College Windsor mengatakan bahwa tidak cukup murid perempuan akan mendaftar di tahun-tahun mendatang.

ABC News: James Hancock

De Lance mengatakan dia belum tahu masa depan putrinya apakah akan sekolah di rumah atau pindah ke sekolah di tempat lain.

"Satu-satunya sekolah negeri adalah Prahran High dan saat ini itu juga sekolah baru dan hanya ada sampai kelas 7."

De Lance mengatakan sekolah lain di kawasan tersebut memungut uang sekolah sampai $AUD 35 ribu (sekitar Rp 350 juta) setahun.

"Ini adalah satu-satunya sekolah dimana kami bisa mendapatkan pendidikan yang murah," katanya.

De Lance merasa curiga bahwa keputusan penutupan sekolah ini karena alasan bisnis, karena banyak sekolah lain yang masih bertahan dengan murid yang juga lebih sedikit.

"Saya menduga apakah harga properti dianggap lebih berharga dibandingkan pendidikan bagi anak-anak."

Salah seorang guru di Presentation College Al, yang tidak mau nama keluarganya disebut, mengatakan para staf terkejut dan khawatir apakah nantinya mereka bisa mendapatkan pekerjaan lagi setelah sekolah tersebut ditutup.

"Dampaknya bukanlah ke siswa tetapi ke para gurunya," katanya kepada ABC Radio Melbourne.

"Ada beberapa guru yang sudah di atas 50 tahun, yang akan kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan lagi."

"Dalam sistem pemerintahan, kalau ada dua pilihan antara guru yang baru tamat sekolah, yang gajinya masih rendah, dan guru yang sudah lama mengajar di sekolah swasta, kita akan tahu mana akan dipilih," katanya.

Lihat berita selengkapnya dalam bahasa Inggris di sini