ABC

Kekeringan dan Kelaparan Melanda Papua, Pemerintah Distribusikan Sejumlah Bantuan

Sejak Juni lalu, sudah ada enam orang warga Kabupaten Puncak, Papua Tengah, yang dilaporkan  meninggal dunia akibat kekeringan yang melanda Distrik Lambewi dan Distrik Agandugume.

Hal ini disampaikan Bupati Puncak, Willem Wandik, dalam keterangannya akhir pekan kemarin.

"Bencana kekeringan telah menyebabkan enam orang meninggal dan kelaparan bagi masyarakat di daerah terdampak," katanya melalui keterangan tertulis.

Mereka mengalami lemas, diare, panas dalam, dan sakit kepala, sebelum meninggal dunia.

Dari enam korban meninggal dunia, satu di antaranya adalah anak-anak.

Karena ketinggiannya, Kabupaten Puncak di Papua Tengah mengalami musim dingin ekstrem tahun ini, yang segera diikuti oleh musim kemarau panjang dengan berdampak pada tanaman pangan.

Kabupaten Puncak berada di dekat gunung tertinggi di Indonesia, salah satu tempat langka di mana salju turun.

Awal pekan kemarin, Presiden Joko Widodo memerintahkan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Sosial, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan pemerintah daerah untuk segera menangani kondisi tersebut

"Problemnya supaya tahu, itu ada daerah spesifik yang kalau di musim salju itu yang namanya tanaman tidak ada yang tumbuh. Di ketinggian yang sangat tinggi distrik itu," ujar Presiden Jokowi.

Dalam proses pemberian bantuan, Presiden Jokowi juga meminta bantuan TNI untuk mengawal, mengingat situasi keamanan dan kelompok bersenjata di kawasan itu.

Dalam pernyataannya, Suharyanto, Kepala BNPB, mengatakan jika pemerintah akan mengirimkan makanan, susu, dan bantuan lainnya ke wilayah tersebut pada hari ini (2/08).

Kawasan ini hanya dapat diakses melalui kendaraan roda dua dan helikopter.

Ia mengatakan kekeringan dialami oleh warga Puncak setiap tahun, "tetapi tahun ini lebih ekstrem" karena perubahan iklim.

Suharyanto juga mengatakan empat orang meninggal di wilayah yang sama tahun lalu.

Bantuan mulai disalurkan

Suharyanto menambahkan BNPB bersama dengan pemerintah provinsi telah melakukan penanganan darurat, yang meliputi penyelidikan epidemiologi kepada para korban yang meninggal dunia, distribusi bantuan makanan dan obat-obatan, serta penyuluhan kesehatan.

Sementara Pemerintah Kabupaten Puncak sudah mendistribusikan bantuan logistik dan peralatan, termasuk makanan siap saji, makanan anak, tenda, selimut, dan pakaian untuk anak-anak dan orang dewasa. 

Sementara itu, berdasarkan data Kementerian Sosial, ada 7.500 warga yang terdampak kekeringan yang berimbas pada kelaparan.

"Data sementara 7.500 jiwa warga di kedua distrik terdampak gagal panen akibat kekeringan," kata Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan Korban Bencana Alam Kemensos Adrianus Alla seperti dilansir kantor berita Antara.

Kekeringan yang terjadi disebut sebagai dampak El Nino sejak awal Juni 2023.

"Fenomena hujan es yang terjadi pada awal Juni menyebabkan tanaman warga, yaitu umbi yang merupakan makanan pokok menjadi layu dan busuk. Setelah itu tidak turun hujan sehingga tanaman warga mengalami kekeringan," tambah Adrianus.

Hari ini, Kepala BPNB Suharyanto dan Menko PMK Muhadjir Effendy bertolak ke Kabupaten Papua Tengah untuk menyerahkan langsung bantuan berupa makanan, susu, tenda, selimut, matras, kasur, genset listrik, dan tiga unit motor trail kepada pemerintah setempat.