ABC

Kegiatan Menyenangkan di Kebun Binatang yang Membuat Hewan Menderita

Sejumlah kebun binatang di dunia semakin marak menawarkan pengalaman bagi para pengunjungnya untuk bisa berinteraksi dengan hewan-hewan liar. Salah satu yang paling popular adalah berfoto bersama. Tetapi sejauh mana kegiatan ini menyenangkan bagi hewan-hewan tersebut?

Reporter ABC di Argentina melaporkan kelompok pencinta lingkungan di Buenos Aires telah mengkonfirmasikan matinya seekor anak lumba-lumba setelah banyak dipegang oleh para pengunjung pantai kota tersebut.

Dalam laporan tersebut disebutkan anak lumba-lumba tersebut adalah dari jenis Franciscana, lumba-lumba terkecil di dunia. Hewan ini kemudian diambil keluar dari air dan diarak keliling oleh pengunjung pantai. Tentu saja banyak kamera dan telepon genggam yang mencoba mengabadikan momen ini.

Juru bicara dari World Animal Protection, lembaga pemerhati kesejahteraan, cabang Australia mengecam keras kelakuan pengunjung pantai yang menganggap lumba-lumba tersebut sebagai hiburan.

"Kejadian ini sangat disayangkan terjadi, menjadi contoh bagaimana kelakuan orang biasa bisa menyebabkan kekejaman, tanpa mereka pikirkan apa yang dirasakan hewan tersebut," ujarnya kepada ABC.

"Satu lumba-lumba mati setelah trauma hanya demi diambil fotonya yang sama sekali tidak diperlukan."

"Hewan liar adalah bukan mainan, atau obyek foto. Mereka harus dihargai dan biarkanlah mereka bebas di alam liar."

Dari sebuah video terlihat bagaimana banyak orang yang mengerumuni lumba-lumba, mereka saling teriak untuk bisa menyentuh dan mengambil foto dengan lumba-lumba tersebut.

Sayangnya, lumba jenis ini tidak bisa keluar dari air dalam waktu yang lama.

"Mereka memiliki kulit yang tebal dan berminyak sehingga suhu tubuhnya cepat hangat, cuaca yang panas di pantai bisa menyebabkannya dehidrasi dan bahkan kematian," ujar juru bicara World Animal Protection.

Lumba-lumba jenis Franciscana ini dapat ditemukan di Argentina, Uruguay dan Brasil. Menurut International Union for Conservation of Nature, lumba-lumba jenis ini rentan terhadap kepunahan.

Masalah yang berkaitan dengan memotret binatang juga pernah ramai dilaporkan di Australia pada Agustus 2015 lalu.

Dalam sebuah laporan berjudul "How Tourism Is Killing African's Lions" disebutkan bagaimana singa-singa telah dipaksa untuk menyenangkan para turis untuk berfoto bersama, hingga akhirnya mereka dijual  ke industri perburuan hewan liar.

"Ide keseluruhan dari hewan untuk hiburan ini sangat mengeksploitasi kecintaan orang pada hewan dan mengeksploitasi hak-hak binatang," ujar Nicola Beynon, Kepala Kampanye dari World Animal Protection.

Menurutnya, singa-singa ini diternakkan sampai usianya satu minggu, kemudian sudah dipisahkan dari induknya.

Kemudian mereka dipaksa masuk ke sebuah fasilitas dimana para turis dan pengunjung kebun binatang bisa memegang dan berfoto bersama.

Di banyak kebun binatang, pengunjung kebun binatang bisa berfoto bersama singa. Foto: World Animal Protection.
Di banyak kebun binatang, pengunjung kebun binatang bisa berfoto bersama singa. Foto: World Animal Protection.

"Apa yang tidak dilihat kita adalah kandang mereka tidak terlalu terlindungi dari matahari, makanan mereka juga kurang baik," kata Beynon.

Saat singa beranjak dewasa, mereka dijadikan obyek tur, seperti 'berjalan bersama singa'.

Saat singa dianggap berbahaya bagi manusia dan turis, mereka dijual kembali ke peternakan untuk kemudian dijual ke industri perburuan.