ABC

Kegemaran Memasak Tasia dan Garcia Diturunkan Neneknya yang Asli Betawi

Tasia dan Gracia Seger, juara My Kitchen Rules Australia asal Indonesia tidak pernah memiliki mimpi menjadi seorang chef. Kegemaran mereka memasak dimulai saat sering melihat ibundanya menyiapkan hidangan di dapur bagi keluarganya.

Berawal dari hobi memasak

Dua bersaudara Tasia dan Gracia Seger awalnya mendaftar untuk mengikuti kompetisi memasak My Kitchen Rules tanpa harapan apa-apa.

Saat juri mengumumkan keduanya menjadi juara My Kitchen Rules 2016, keduanya langsung meluapkan rasa bahagia bercampur haru.

Perasaan bahagian dan bangga pun dirasakan oleh sang ibu, Shianne Farida Seger.

"Waktu itu saya seneng sekali, karena keinginan mereka sampai saat ini tercapai semuanya," ujar Shianne kepada Erwin Renaldi dari Australia Plus.

Baik Tasia dan Gracia tidak pernah memiliki keinginan untuk menjadi seorang chef.

Tasia adalah lulusan psikologi yang juga sudah menyelesaikan gelar masternya di tahun 2014 lalu. Sementara Gradia baru saja menamatkan S-2nya di bidang Bio Medical dan Health Sciences tahun lalu.

Pengalaman yang mereka miliki adalah bekerja paruh waktu di bidang hospitality. Tasia pernah bekerja di hotel, sementara Gracia di sebuah restoran.

"Saat kami pindah dari Indonesia ke India, kami tidak lagi memiliki pembantu. Saya pun memasak untuk anak-anak setiap hari dan mereka pun sering melihat dan mulai belajar," kata Shianne.

Shianne mengaku kalau kegemaran memasak mungkin sudah menjadi turunan. Ibunya, nenek dari Tasia dan Gracia juga sangat gemar memasak.

Karenanya saat tahu Tasia dan Gracia terus melaju hingga ke babak final di ajang My Kitchen Rules Australia, keluarga besarnya sangat membantu.

"Saya punya lima anak, Tasia itu nomer tiga dan Garcia nomer empat. Kami sekeluarga sangat mendukung, sampai ibu saya di Indonesia juga ikut terus memantau."

Shianne mengaku sangat dekat dengan anak-anaknya, termasuk Tasia dan Gracia.

"Tasia dan Gracia suka bertanya, 'mama ini bumbunya apa, bagaimana cara membuatnya, seperti apa supaya rasanya Indonesia banget?" ujarnya.

"Lalu saya menjelaskan Indonesia harus ada rasa pedas, manis, penuh rasa."

Sejak keduanya pintar memasak, keduanya sering bersamaan atau bergiliran membantu sang ibu untuk menyiapkan makanan.

"Hanya belakangan karena Tasia juga bekerja, mungkin Gracia lebih sering membantu saya."

Pentingnya makan malam bersama

Kini Tasia dan Garcia sudah menjadi juara acara kompetisi memasak di televisi dengan jumlah penonton paling tertinggi di Australia.

Seperti selebriti, kemenangan mereka menjadi soroton media di Australia juga di Indonesia. Mereka pun akan banyak mendapat undangan untuk mengisi acara dan kegiatan lainnya.

"Karena mereka sekarang menjadi lebih banyak acara, tapi tetap harus ada momen dimana semua keluarga berkumpul," kata Shianne yang asli orang Betawi.

Momen untuk berkumpul tersebut tak lain adalah dengan makan malam bersama.

"Makan malam bersama keluarga memilik arti yang sangat penting, kita lebih bisa ada komunikasi, bertukar pikiran, ada pertanyaan-pertanyaan, menjadi lebih dekat," ujarnya.

"Waktu dulu kita masih di Indonesia rasanya jarang ketemu, tapi semenjak pindah, terutama ke Australia kami merasa semakin lebih dekat. Selain makan malam bersama, makan pagi pun kita lakukan bareng-bareng."

Tasia dan Garcia selanjutnya sedang mencoba bikin saus, yang rencananya akan dijual di Australia.

Termasuk juga ada mimpi untuk membuka restoran Indonesia.

"Ya, mungkin, insya Allah ya, mimpi sih memang ingin buka restouaran... tapi sekarang fokus membuat saus dulu."

Kuliner jadi alat diplomasi

Konsul Jenderal Republik Indonesia di Melbourne, Ibu Dewi Savitri Wahab mengaku merasa bangga dengan menangnya kakak beradik Tasia dan Gracia di acara televisi yang dianggapnya bergengsi.

"Menjadi kebanggaan bagi Indonesia karena kemenangan dua puteri asal Indonesia di MKR semakin memperkenalkan kuliner Indonesia di Australia," kata Ibu Dewi.

"MKR adalah acara TV yang bergengsi sehingga kalangan menengah ke atas di Australia bisa lebih mencintai masakan Indonesia."

Konsul Jenderal sudah mengucapkan selamat dan berbicara dengan Tasia, bahkan mereka sudah mengirimkan bunga sebagai bentuk selamat.

"Kemenangan Tasia dan Gracia akan semakin memperkuat diplomasi melalui kuliner. Kita mendoakan supaya cita-cita mendirikan restoran Indonesia akan semakin memperkuat upaya diplomasi melalui kuliner yang selama ini juga telah dilakukan oleh masyarakat Indonesia lainnya," jelas Ibu Dewi.

"Dengan kuliner perbedaan yang terjadi dapat semakin diperkecil."

Kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Melbourne dan masyarakat Indonesia akan mengadakan syukuran untuk menyampaikan apresiasi kepada Tasia dan Garcia, yang waktunya masih dibahas bersama warga Indonesia di Melbourne.