ABC

Kecambah Terkontaminasi Salmonella

Warga Australia Selatan diperingatkan untuk tidak memakan kecambah alfalfa yang diproduksi oleh SA Sprouts setelah tujuh orang dirawat di rumah sakit karena kontaminasi salmonella.

Kepala petugas medis dari Otoritas Kesehatan Australia Selatan -SA Health dan kepala petugas kesehatan masyarakat Paddy Phillips mengatakan tercatat ada 21 kasus terkonfirmasi dari jenis salmonella havana baru-baru ini.

"Kami menyarankan siapa pun yang telah membeli kecambah alfalfa produksi SA Sprouts yang telah ditarik dari peredaran untuk mengembalikannya ke tempat mereka membeli produk itu untuk mendapatkan pengembalian dana, atau membuangnya," kata Profesor Phillips.

"Kami ingin mengingatkan pengelola kafe dan juga restoran untuk memeriksa pemasok mereka dan tidak menyajikan kecambah Alfafa yang diproduksi SA Sprouts sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.

"Dalam kasus salmonella, sumber makanan umum jarang berhasil diidentifikasi, namun investigasi gabungan antara otoritas kesehatan Australia Selatan (SA), Pemerintah lokal dan Industri Primer dan Daerah SA (PIRSA) berhasil mengkaitkan kasus ini dengan kecambah alfalfa yang diproduksi oleh SA Sprouts.

"Kami bekerja sama dengan produsen dan pemasok sementara kami terus melakukan penyelidikan.”

Produk dijual di beberapa toko

Kecambah produksi SA Sprouts diketahui dijual di Drakes Foodland, IGA dan pedagang sayur mayur.

Produk yang termasuk dalam daftar yang ditarik dari peredaran adalah kecambah alfalfa (kemasan tubs 125g dan 200g, dan kantong 1kg), alfalfa hijau (125g tubs), alfalfa dan lobak (125g tubs), alfalfa dan bawang (125g tubs), alfalfa dan mustard (125g tubs), alfalfa dan kubis China (125g tubs), alfalfa dan bawang putih (125g tubs), salad campuran (175g tubs) dan kecambah gourmet (100g pack Trio Dengan alfalfa, kacang kapri dan kecambah pendek).

Perusahaan yang sama yang berbasis di End Mile juga menjadi subjek dari penarikan produk kecambah alfalfa, kacang kapri dan kecambah kacang hijau pada tahun 2012 setelah kontaminasi E. coli.

Warga dapat mengalami gejala infeksi salmonella antara enam dan 72 jam setelah terpapar dan gejala umunya berlangsung selama tiga hingga tujuh hari.

Gejala itu termasuk demam, diare, muntah, sakit kepala, kram perut dan kehilangan nafsu makan.

Lihat berita selengkapnya dalam bahasa Inggris di sini.