ABC

Kebakaran Hutan Kembali Melanda Australia

Lebih dari 70 rumah dan bangunan lainnya diperkirkan musnah di kota Tathra dari sekitarnya di pantai selatan New South Wales, Australia.

Selain itu empat orang warga setempat harus mendapat perawatan akibat asap dan seorang relawan Rural Fire Service (RFS) terluka. Namun sejauh ini belum ada laporan orang hilang.

Menteri Utama (Premier) NSW Gladys Berejiklian langsung meninjau lokasi terdampak.

Kondisi cuaca telah mereda pama Minggu (18/3/2018) semalam dan kobaran api yang meliputi lahan 1.070 hektar telah diturunkan status bahayanya.

RFS menyatakan api telah dapat dikendalikan.

Mereka mulai memeriksa dampak kebakaran pagi ini, dan menemukan menara pemancar telepon jatuh dan toko-toko serta rumah rusak dan tau hancur.

"Tim pemantau kerusakan bangunan akan meninjau lokasi dan hal itu akan melibatkan proses pemeriksaan dari jalan ke jalan, rumah ke rumah," kata Paul Best dari RFS.

RFS memperingatkan belum aman bagi warga untuk kembali ke rumahnya karena masih adanya bahaya seperti pohon tumbang dan tiang listrik.

"Masih sangat berbahaya bagi warga saat ini. Kami meminta warga tetap berada di luar kota Tathra saat petugas pemadam kebakaran menjalankan pekerjaan mereka," kata Best.

Api berkobar cepat

Wakil komisaris RFS Rob Rogers menjelaskan api dengan cepat berkobar tak terkendali kemarin siang.

"Api begitu cepat melalap tempat bernama Thomson Road dan di situlah rumah pertama terkena dampaknya dan langsung menjalar ke bagian utama kota," katanya.

"Boleh dibilang dengan cepatnya api berkobar, tidaklah banyak waktu (mengatasinya)," ujarnya.

"Bukan dalam hitungan jam, melainkan hanya beberapa menit warga mendapatkan memperingatkan," katanya.

Wakil Walikota Bega Valley Liz Seckold sempat dievakuasi pada puncak kebakaran. Dia mengatakan tidak tahu apakah rumahnya selamat dari kebakaran.

Seckold mengatakan keluarganya tidak mendapatkan peringatan tentang adanya kebakaran yang mendekati lokasi mereka.

"Semua listrik dimatikan, telepon tidak bisa digunakan, tidak ada pesan yang masuk. Pesan pertama yang saya terima yaitu jam empat sore saat saya meninggalkan lokasi," katanya.

Salin membantu

Penduduk yang terkena dampak kebakaran diminta tinggal di pusat evakuasi di kota Bega.

Lebih dari 200 warga kini berada di pusat evakuasi tersebut. Mereka mendapatkan makanan, perlengkapan mandi dan pakaian.

Smoke blankets a suburban street in Tathra.
Asap dari kebakaran hutan memenuhi kota Tathra.

ABC News: Peta Doherty

Dokter hewan setempat menawarkan layanan untuk memeriksa hewan piaraan yang turut dibawa ke pusat evakuasi.

Manajer Umum Pemkot Bega Valley Leanne Barnes mengatakan bangga dengan bagaimana warga telah terkumpul bersama.

"Semua warga sepakat saling membantu semampunya. Bagitu banyak tawaran bantuan," katanya.

Sekitar 150 petugas pemadam kebakaran bekerja sepanjang malam mengatasi kebaran api.

Sejumlah sekolah akan ditutup hari ini akibat kebakaran, termasuk Bega High School, Tathra Public School, Tanja Public School, dan Bournda Environmental Education School.

RFS mengatakan telah menurunkan tim pemeriksa untuk mencari tahu sumber api.

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris di sini.